Muhammad Lukman Adha
Universitas Kutai Kartanegara, Tenggarong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan dan Peluang Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Asaranum Sila Safitri; M. Habil Al-Faqih; Latifah Nur Aprilyani; Humaida Humaida; Muhammad Lukman Adha; Mubarak Mubarak
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Tenggarong. Moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan penting dalam pendidikan untuk membangun sikap toleransi, menghargai keberagaman, dan mencegah berkembangnya paham keagamaan yang ekstrim di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama di SMAN 1 Tenggarong telah dilaksanakan melalui berbagai strategi pembelajaran, seperti diskusi kelompok, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, serta pembiasaan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Siswa memberikan respons yang positif terhadap pembelajaran moderasi beragama dan menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi secara harmonis dengan teman yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Meskipun demikian, implementasi moderasi beragama masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain pengaruh informasi keagamaan dari media sosial, keterbatasan alokasi waktu pembelajaran PAI, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa mengenai nilai toleransi dan keberagaman. Di sisi lain, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan keluarga, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi peluang yang mendukung penguatan moderasi beragama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi moderasi beragama memerlukan sinergi antara pembelajaran di kelas, lingkungan sekolah, keluarga, dan aktivitas peserta didik di luar kelas.