Dewi Suraynigsih Hiola
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuatan dan Launching Website GAS (Gizi Anak Seimbang): Inovasi Edukasi Digital Gizi Balita di Desa Pentadio Barat Nirwanto k rahim; Dewi Suraynigsih Hiola; Zulkifli B Pomalango; Ibrahim Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34232

Abstract

Gizi balita merupakan faktor fundamental dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan sumber daya manusia di masa depan. Tantangan seperti stunting dan gizi kurang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai strategi potensial dalam meningkatkan akses informasi gizi di masyarakat pedesaan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meluncurkan Website GAS (Gizi Anak Seimbang) sebagai inovasi edukasi digital gizi balita di Desa Pentadio Barat. Program dilaksanakan pada 5–18 Juli 2025 melalui pendekatan partisipatif. Tahapan meliputi: (1) perancangan konten edukasi gizi, (2) pengembangan website interaktif dengan fitur kalkulator gizi, artikel edukasi, dan menu MP-ASI lokal, (3) sosialisasi kepada kader dan ibu balita, serta (4) launching website di aula desa. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan diskusi kelompok terfokus. Website GAS berhasil dikembangkan dalam waktu empat hari dan mendapat respon positif dari masyarakat. Fitur kalkulator gizi dan panduan MP-ASI lokal dinilai sangat membantu orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Program juga meningkatkan literasi digital kader desa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital pada sebagian masyarakat.Kesimpulan: Website GAS menjadi inovasi tepat guna dalam mendukung edukasi gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa. Program ini memperlihatkan potensi besar integrasi teknologi digital dalam pengabdian masyarakat. Keberlanjutan implementasi memerlukan dukungan kelembagaan, pembaruan konten, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan