Di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi ekonomi, dunia industri dihadapkan pada ketatnya persaingan operasional yang menuntut pengelolaan sumber daya secara optimal. Kegagalan dalam mengelola aktivitas internal ini berdampak pada penurunan kinerja finansial serta munculnya masalah sistemik di area pergudangan, seperti ketidaksesuaian data persediaan (inventory record inaccuracy). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesalahan pencatatan persediaan komponen elektronik (remote control) pada aktivitas stock taking di PT XYZ serta merumuskan usulan perbaikan solutif demi meningkatkan akurasi data. Metode yang digunakan adalah mixed-method deskriptif, mengintegrasikan pendekatan kuantitatif Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan pendekatan kualitatif Root Cause Analysis (RCA) melalui diagram fishbone serta analisis 5W+1H. Hasil pengumpulan data periode Februari–April 2025 menunjukkan adanya deviasi stok yang konsisten dengan akumulasi selisih mencapai -550 unit. Berdasarkan analisis FMEA, aktivitas pencatatan persediaan yang tidak dilakukan secara real-time menduduki prioritas risiko tertinggi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 336. Penelusuran akar masalah dengan RCA mengidentifikasi lima faktor pemicu kegagalan, yaitu kompetensi staf (manusia), regulasi SOP kurang detail (metode), sistem belum terintegrasi (mesin), dokumentasi sirkulasi barang terlambat (material), dan keterbatasan ruang gudang (lingkungan). Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan pembaruan SOP, penerapan prosedur verifikasi ganda (double-check), serta akselerasi transformasi digital melalui teknologi barcode scanner atau RFID yang terintegrasi.