Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peramalan Permintaan Brightening Cream Menggunakan Metode ARIMA dan Metode Double Exponential Smoothing di Industri Kosmetik  Evi Aprilia Sumarsono; Hafidz Akbar Halim; Retno Purwani Setyaningrum
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1937

Abstract

Dalam era persaingan bisnis kosmetik yang ketat, peramalan permintaan menjadi komponen krusial bagi perusahaan untuk mengoptimalkan perencanaan produksi dan meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode peramalan yang lebih baik untuk produk Brightening Cream di PT XYZ dengan membandingkan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Double Exponential Smoothing (DES) dari Holt. Data yang digunakan adalah data historis permintaan mingguan sebanyak 41 periode yang menunjukkan pola fluktuatif, tren dan musiman. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Minitab untuk menghitung tingkat kesalahan peramalan berdasarkan indikator Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (1,2,1) merupakan model terbaik karena telah memenuhi uji asumsi white noise dan normalitas, serta menghasilkan nilai kesalahan yang signifikan lebih rendah dibandingkan metode DES. Nilai MAPE dan MSE yang dihasilkan oleh metode ARIMA (1,2,1) adalah sebesar 23,513 % dan 7818, sedangkan metode DES menghasilkan sebesar 24,000% dan  8922. Oleh karena itu, metode ARIMA (1,2,1) direkomendasikan bagi PT XYZ sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian persediaan dan perencanaan produksi guna meningkatkan efisiensi operasional.
Evaluasi Kesalahan Pencatatan Persediaan Melalui Proses Stock Taking dengan Metode FMEA dan RCA di Industri Elektronik Hasana Uka; Setiawan; Hafidz Akbar Halim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1964

Abstract

Di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi ekonomi, dunia industri dihadapkan pada ketatnya persaingan operasional yang menuntut pengelolaan sumber daya secara optimal. Kegagalan dalam mengelola aktivitas internal ini berdampak pada penurunan kinerja finansial serta munculnya masalah sistemik di area pergudangan, seperti ketidaksesuaian data persediaan (inventory record inaccuracy). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesalahan pencatatan persediaan komponen elektronik (remote control) pada aktivitas stock taking di PT XYZ serta merumuskan usulan perbaikan solutif demi meningkatkan akurasi data. Metode yang digunakan adalah mixed-method deskriptif, mengintegrasikan pendekatan kuantitatif Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan pendekatan kualitatif  Root Cause Analysis (RCA) melalui diagram fishbone serta analisis 5W+1H. Hasil pengumpulan data periode Februari–April 2025 menunjukkan adanya deviasi stok yang konsisten dengan akumulasi selisih mencapai -550 unit. Berdasarkan analisis FMEA, aktivitas pencatatan persediaan yang tidak dilakukan secara real-time menduduki prioritas risiko tertinggi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 336. Penelusuran akar masalah dengan RCA mengidentifikasi lima faktor pemicu kegagalan, yaitu kompetensi staf (manusia), regulasi SOP kurang detail (metode), sistem belum terintegrasi (mesin), dokumentasi sirkulasi barang terlambat (material), dan keterbatasan ruang gudang (lingkungan). Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan pembaruan SOP, penerapan prosedur verifikasi ganda (double-check), serta akselerasi transformasi digital melalui teknologi barcode scanner atau RFID yang terintegrasi.
Upaya Pengendalian Kualitas Defect Sinkmark Pada Produk Top Case Menggunakan Metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) Pada Industri Injection molding Ayu Siska Widia Astuti; Setiawan; Hafidz Akbar Halim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1969

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur plastik injection molding yang memproduksi Top Case, di mana produk tersebut masih mengalami defect dominan berupa sinkmark sebesar 1.004 pcs atau 51,70% dari total 1.942 pcs defect pada periode Januari–Maret 2025. Tingginya tingkat defect ini berdampak negatif pada penurunan kualitas produk dan peningkatan biaya produksi. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis faktor penyebab defect sinkmark dan merumuskan tindakan perbaikan menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action), dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan alat pengendalian kualitas seperti Check Sheet, Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan 5W+1H. Hasil analisis menunjukkan bahwa defect sinkmark dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan, dengan Diagram Pareto menunjukkan bahwa defect sinkmark sebagai prioritas utama perbaikan. Implementasi siklus PDCA pada periode April–Juni 2025 terbukti efektif menurunkan total defect sebesar 37,38% (dari 1.942 pcs menjadi 1.216 pcs) dan menekan defect sinkmark sebesar 39,24% (dari 1.004 pcs menjadi 610 pcs). Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PDCA berhasil meningkatkan efektivitas pengendalian kualitas dan memberikan kontribusi positif dalam mengurangi defect pada produk Top Case.
Implemenasi Kaizen dengan Pendekatan PDCA untuk Meningkatkan Produktivitas pada Proses Assembly Connector Ryan Saefulloh; Hafidz Akbar Halim; Retno Purwani Setyaningrum
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2017

Abstract

Persaingan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan produktivitas melalui perbaikan berkelanjutan. Pada proses assembly connector di Perusahaan Otomotif XYZ masih ditemukan aktivitas yang tidak bernilai tambah berupa pemasangan shipping plug secara berulang yang menyebabkan pemborosan gerakan kerja, peningkatan cycle time, dan belum optimalnya produktivitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi produktivitas aktual, mengidentifikasi penyebab pemborosan, serta menerapkan Kaizen dengan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk meningkatkan produktivitas proses assembly connector. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi perusahaan, pengukuran cycle time, dan analisis proses kerja. Identifikasi akar penyebab masalah dilakukan menggunakan fishbone diagram dan metode 5W+1H, kemudian dirumuskan tindakan perbaikan melalui tahapan PDCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kaizen mampu mengurangi aktivitas pemborosan, memperbaiki aliran proses kerja, dan meningkatkan efisiensi operasional. Perbaikan dilakukan melalui eliminasi proses pemasangan shipping plug berulang, penataan area kerja, penyediaan alat bantu, serta penguatan penerapan 5S dan visual management. Implementasi perbaikan berhasil meningkatkan produktivitas hingga mencapai target perusahaan sebesar 2.150 pcs per hari serta menghasilkan proses kerja yang lebih terstandarisasi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Kaizen berbasis PDCA terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi pada industri otomotif.