Arik Darojat
Institut Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROTECTION OF CITIZENS' RIGHTS IN THE ERA OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND DIGITAL TRANSFORMATION Hermansyah; Arik Darojat; Dedi Haryanto; Asep Sopian; Indah Nurlaelah
SAHUR Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/981ww307

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence and digital technologies has brought significant changes in how governments deliver public services and how people live their daily lives. These innovations offer various advantages, including greater efficiency, transparency, and easier access to services. However, alongside these benefits, there are also emerging challenges, particularly in relation to the protection of citizens’ rights. Threats such as personal data breaches, the potential use of unfair or biased algorithms, and the lack of strong legal guarantees for digital privacy and security cannot be overlooked. This highlights the crucial role of the state in ensuring that technological progress remains aligned with the principles of human rights. This study aims to examine the forms of legal protection for citizens’ rights within the context of Artificial Intelligence and digital transformation, while also identifying key challenges and possible solutions. The research adopts a normative juridical approach, utilizing both statutory and conceptual frameworks. The data are collected from various relevant legal sources and analyzed qualitatively. The findings indicate that the protection of citizens’ rights in the digital era still faces several obstacles. Existing regulations have not fully kept pace with rapid technological advancements, oversight mechanisms remain suboptimal, and the level of public digital literacy is still relatively low. Therefore, more focused efforts are needed, such as strengthening legal regulations, enhancing transparency in the use of technology, and expanding public education. These measures are essential to create a digital ecosystem that is safe, fair, and capable of protecting the rights of every citizen.
Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital: Tinjauan Literatur tentang Tantangan dan Inovasi Pembelajaran Abad Ke-21 Via Nur Oktavia; Arik Darojat
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11i2.13471

Abstract

Digital transformation has brought significant changes to the world of education, including in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning. Developments in information technology not only influence how teachers deliver material but also shape patterns of interaction, participation, and student civic literacy. This article aims to systematically examine the various challenges and innovations in PPKn learning in the digital era through a literature study approach. The method used is a systematic literature review of national and international journal articles published in the last ten years, obtained through Google Scholar, SINTA, and Scopus databases. Data were analyzed using thematic analysis techniques to identify key findings related to technology utilization, implementation constraints, and its impact on students' civic competence. The results of the study indicate that digital-based PPKn learning has the potential to increase participation, understanding of civic concepts, and strengthening students' democratic character. However, major challenges still include limited teacher digital competence, access to technological infrastructure, and curriculum readiness to accommodate learning innovations. This article provides practical implications for teachers, curriculum developers, and policymakers in designing PPKn learning strategies that are adaptive, inclusive, and relevant to the demands of the 21st century.
THE EFFECT OF IMPLEMENTING A JOYFUL LEARNING STRATEGY USING AUDIOVISUAL MEDIA ON IMPROVING STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES Anggita Nurhelmi; Jamillah; Arik Darojat; Hermansyah
SAHUR Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/sahur.v4i2.3488

Abstract

Strategi pembelajaran yang menyenangkan (Joyfull Learning) merupakan pendekatan inovatif yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan sehingga peserta didik lebih termotivasi dan mudah memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi Joyfull Learning berbantuan media audiovisual terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII MIPA 3 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas eksperimen yang menggunakan strategi Joyfull Learning dengan media audiovisual dan XII MIPA 2 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol dengan menggunakan strategi Joyfull Learning berbantuan media poster. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen meningkat secara signifikan dengan skor 80,6 dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh skor 65,1. Hal ini membuktikan bahwa strategi Joyfull Learning berbantuan media audiovisual lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, diperkuat dengan dilakukannya uji N-Gain ternormalisasi dengan rata-rata nilai yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 0,7 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata nilai sebesar 0,5 dengan kategori sedang. Digunakan pula analisis uji t-independent sample t-test menunjukkan sig.(2-tailed) yaitu < 0.001, nilai tersebut < 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, dan terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan strategi Joyfull Learning dengan menggunakan media audiovisual dibandingkan dengan media poster terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik melalui hasil uji paired sample t-test diperoleh bahwa thitung > ttabel, yakni 10.195 > 1.690. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Joyfull Learning dengan media audiovisual lebih berpengaruh meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan media poster. Kata Kunci: Joyfull Learning, Media Audiovisual, Hasil Belajar, PPKn
Efektivitas Model Pembelajaran Quantum Teaaching dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn Kelas IX di SMPN 4 Tarogong Kidul Prima Dista Melati; Ade Suherman; Arik Darojat
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.13234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Quantum Teaaching dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran PPKn kelas IX di SMP Negeri 4 Tarogong Kidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi partisipasi aktif siswa yang mencakup lima aspek: keaktifan bertanya, menjawab, berpendapat, kerja sama, dan antusiasme belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Rata-rata partisipasi aktif siswa pada pra-siklus adalah 55,90 % (kategori cukup), meningkat menjadi 76,25 % (kategori baik) pada siklus I, dan mencapai 89,48 % (kategori sangat baik) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Quantum Teaaching dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Oleh karena itu, penerapan model Quantum Teaaching dianggap efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPKn.