Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Penentuan Anggaran Biaya Pemasaran Tetep Tetep; Ade Suherman
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2019): Business Innovation & Entrepreneurship Journal (Mei)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.711 KB) | DOI: 10.35899/biej.v1i1.6

Abstract

Setiap perusahaan harus menentukan penentuan anggaran pemasaran yang tepat agar pemasaran berjalan dengan baik. Perusahaan harus menerapkan manajemen pemasaran yang baik, memilih strategi pemasaran yang tepat, mampu memilih pasar yang sesuai dan menentukan anggaran biaya pemasaran yang sesuai. Untuk itu perlu melaksanakan sistem akuntansi manajemen yang baik dengan membuat sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban (activity-based responsibility accounting system), melalui pusat–pusat pertanggungjawaban. Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan yang terdapat di PT. Pos dan Giro Ciamis yaitu; 1) Anggaran yang dilakukan relatif masih rendah. Hal ini terlihat dari kegiatan yang akan dilaksanakan pada perusahaan tidak mencakup berbagai kegiatan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. 2) Penerapan informasi akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Pos dan Giro Ciamis belum cukup memadai. Hal ini terlihat bahwa perusahaan belum menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban diantaranya struktur organisasi, penyusunan dan penentuan anggaran; pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali; dan sistem pelaporan biaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan akuntansi pertanggungjawaban di Kantor Pos Ciamissudah sangat efektif. Hal ini dapat dilihat dari struktur organisasi, penggolongan biaya, sistem pelaporan dan penyusunan anggaran. Strutur organisasi pada perusahaan ini telah menunjukan adanya pendelegasian tugas. Wewenang dan tanggungjawab pada setiap unit organisasi dan telah terlihat adanya uraian tugas dan tanggungjawab dari masing-masing pusat pertangungjawaban. 2) Penetuan anggaran baiya pemasaran di Kantor Pos Ciamissudah cukup baik. Hal ini tercermin dengan perencanaan mengenai perincian biaya, adanya alokasi, pengendalian dan prosedur dari anggota biaya oemasaran. 3) Pelaksanaan akuntansi pertanggungjawaban yang ditempatkan oleh Kantor Pos Ciamis berimplikasi terhadap penentuan anggaran biaya pemasaran di Kantor Pos Ciamis.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemberlakuan Social Distancing Di Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Implementasi Modal Sosial Ade Suherman; Tetep Tetep; Asep Supriyatna; Eldi Mulyana; Triani Widyanti; Opah Saripah; Aneu Rostiani; Lilik Purnawati
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3 No 1 (2021): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (February)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.259 KB) | DOI: 10.35899/biej.v3i1.203

Abstract

The purpose of this study is to analyze and explain public perceptions of the implementation of social distancing during the pandemic as the implementation of social capital. This study was motivated by the phenomenon of the outbreak of the Covid-19 pandemic in a number of countries, including Indonesia. This condition not only affects the economic condition of a country, hinders social interaction among the community, and also has an impact on the health condition of every human being. To avoid the wider spread of Covid-19, the government was forced to adopt social distancing and physical distancing policies in the form of staying at home, working from home, studying, and worshiping at home. This research approach is descriptive qualitative. The data of this research is the impact of social distancing for the community in Tarogong Kidul District, Garut Regency. Sources of data come from several communities with a total of 50 respondents. Collecting data in this study using interview techniques, record, and continue to take notes. The results of the research can be concluded that with the implementation of social distancing in the pandemic period, at least the community can implement social capital which includes informal values ​​or norms that are shared among members of an interrelated community group, which is based on the values ​​of beliefs, norms and networks social and they respect each other, the development of social capital is the creation of increasingly independent groups of people who are able to participate more meaningfully. Social capital can solve citizens' problems, especially with regard to strengthening friendship, repairing and maintaining public service facilities because it has advantages and is the most appropriate, even though there are other social capital in the community.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemberlakuan Social Distancing Di Masa Pandemi Covid-19 Sebagai Implementasi Modal Sosial Ade Suherman; Tetep Tetep; Eldi Mulyana; Asep Supriyatna; Triani Widyanti; Opah Saripah; Aneu Rostiani; Lilik Purnawati
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3 No 2 (2021): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (May)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.455 KB) | DOI: 10.35899/biej.v3i02.218

Abstract

Abstract– The purpose of this study is to analyze and explain public perceptions of the implementation of social distancing during the pandemic as the implementation of social capital. This study was motivated by the phenomenon of the outbreak of the Covid-19 pandemic in a number of countries, including Indonesia. This condition not only affects the economic condition of a country, hinders social interaction among the community, and also has an impact on the health condition of every human being. To avoid the wider spread of Covid-19, the government was forced to adopt social distancing and physical distancing policies in the form of staying at home, working from home, studying, and worshiping at home. This research approach is descriptive qualitative. The data of this research is the impact of social distancing for the community in Tarogong Kidul District, Garut Regency. Sources of data come from several communities with a total of 50 respondents. Collecting data in this study using interview techniques, record, and continue to take notes. The results of the research can be concluded that with the implementation of social distancing in the pandemic period, at least the community can implement social capital which includes informal values ​​or norms that are shared among members of an interrelated community group, which is based on the values ​​of beliefs, norms and networks social and they respect each other, the development of social capital is the creation of increasingly independent groups of people who are able to participate more meaningfully. Social capital can solve citizens' problems, especially with regard to strengthening friendship, repairing and maintaining public service facilities because it has advantages and is the most appropriate, even though there are other social capital in the community. Abstrak– Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan Persepsi masyarakat terhadap pemberlakuan social distancing di masa pandemi sebagai implementasi modal sosial. Kajian ini dilatar belakangi oleh fenomena merebaknya pandemik Covid-19 di sejumlah negara, termasuk pula di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kondisi perokonomian suatu negara, menghambat interaksi sosial di kalangan masyarakat, serta juga memiliki dampak terhadap kondisi kesehatan setiap manusia. Untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih luas, pemerintah terpaksa mengambil kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan pembatasan kontak fisik (physical distancing) berupa tinggal di rumah, bekerja dari rumah, belajar, dan beribadah di rumah. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah dampak adanya social distancing bagi masyarakat di Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Sumber data berasal dari beberapa masyarakat berjumlah 50 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan dilanjutkan catat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Pemberlakuan Social Distancing Di Masa Pandemi setidaknya masyarakat dapat mengimplementasikan Modal Sosial yang meliputi nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok masyarakat yang saling terkait, yang didasarkan pada nilai kepercayaan, norma, dan jaringan sosial dan mereka saling menghargai, pengembangan modal sosial adalah terciptanya kelompok masyarakat yang semakin mandiri, yang mampu berpartisipasi secara lebih berarti. Modal sosial dapat menyelesaikan permasalah warga terutama berkenaan dengan penguatan tali silaturahim, perbaikan dan pemeliharaan sarana pelayanan publik karena memiliki kelebihan dan paling sesuai, meskipun pada komunitas tersebut terdapat modal sosial lain.
Potensi Pariwisata Garut Dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif Tetep Tetep; Ade Suherman; Eldi Mulyana; Triani Widyanti; Wanti Pebriani; Yuyun Susanti; Ilah Ilah
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3 No 2 (2021): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (May)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.8 KB) | DOI: 10.35899/biej.v3i02.219

Abstract

Abstract– This study aims to determine the potential of arrowroot tourism in realizing the creative economy. The method used in this research is qualitative descriptive, the process and meaning are highlighted in qualitative research. The theoretical basis is used as a guide so that the focus of the researcher is in accordance with the facts in the field to seriously study the theories and concepts related to the topic to be studied. The object under study is one of the tourist destinations in Garut Cipanas, Situ Bagendit, Cangkuang Temple, Santolo Beach, which are frequently visited by tourists. The results showed that one way to increase the level of foreign tourist visits is to build and improve existing tourism infrastructure through innovation by combining cultural elements with existing or unbuilt tourism infrastructure. With the combination of infrastructure and local cultural elements, it will create a unique uniqueness of tourism infrastructure in West Java, thus the level of foreign tourist visits will increase and cultural elements will not be lost or eroded by foreign culture brought by foreign tourists who come to West Java and in the end, it will increase the level of tourist visits in Indonesia in general. Garut is one of the most complete areas, starting from coastal tourism, adventure tourism, mountain tourism, and artificial tourism which can be used as a source of local revenue (PAD) from the very promising tourism sector. Garut Regency is one of the tourist destinations in West Java because it has a lot of tourism potential that can attract tourists to come to visit. The number of tourist attractions in Garut such as Cipanas, Situ Bagendit, Cangkuang Temple, Santolo Beach is a tourist destination that is often visited by tourists. So it is necessary to study the potential of tourism in Garut Regency to realize the creative economy. Abstrak– Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pariwisata garut dalam mewujudkan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif yang bersifat deskriptif, proses dan makna lebih di tonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus peneliti sesuai dengan fakta di lapangan untuk mengkaji secara sungguh-sungguh tentang teori-teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti. Objek yang diteliti yaitu salah satu daerah tujuan wisata di Kabupaten Garut Cipanas, Situ Bagendit, Candi Cangkuang, Pantai Santolo merupakan tujuan wisata yang sering kali dikunjungi oleh wisatawan. Hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara adalah dengan membangun dan memperbaiki sarana prasarana pariwisata yang sudah ada melalui inovasi dengan mengkombinasi unsur budaya dengan sarana prasarana pariwisata yang sudah ada atau belum terbangun. Dengan kombinasi sarana prasarana dengan unsur budaya lokal akan tercipta keunikan yang khas pada sarana prasarana pariwisata di Jawa Barat dengan demikian tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat serta unsur budaya tidak akan hilang atau tergerus oleh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan asing yang datang di Jawa Barat dan pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kunjungan wisata di Indonesia pada umumnya. Garut merupakan salah satu wilayah yang sangat lengkap, mulai dari pariwisata pantai, pariwisata petualangan, pariwisata pegunungan, dan pariwisata artificial dapat di jadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang sangat menjanjikan. Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat karena banyak memiliki potensi wisata yang dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Banyaknya tempat objek wisata Garut seperti Cipanas, Situ Bagendit, Candi Cangkuang, Pantai Santolo merupakan tujuan wisata yang sering kali dikunjungi oleh wisatawan. Maka diperlukannya mengkaji potensi pariwisata di Kabupaten Garut untuk mewujudkan ekonomi kreatif.
Webinar dan Workshop Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Pada MGMP PPKn Kabupaten Garut Ade Suherman; Tetep Tetep; Jamilah Jamilah; Odang Hermanto; Yuyun Susanti
Jurnal Pekemas Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Pekemas Tahun 2020
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 virus pandemic changes the pattern of several activities, one of which is learning from face-to-face (conventional) to online or online learning. Online learning is an alternative in overcoming this problem. The purpose of this service is to improve teacher competence in the use of online learning applications during the Covid-19 pandemic at the MGMP PPKn Garut Regency. The research subjects were PPKn teachers, especially those in Garut Regency and generally throughout Indonesia because the national workshop participants were open to the public. Virtual webinars and workshops with the zoom meeting application. The results obtained from these activities are: 1) Motivation of the teacher in online learning so that teaching and learning activities run optimally and can practice several applications that support online learning such as; Mentimeter application, google classroom, zoom meeting, google meet, schoology, modle, yutube, ig, whatapps group, and email; (2) Online learning has flexibility in its implementation and is able to encourage independent learning and motivation to be more active in learning; (3) online learning encourages the emergence of social distancing behavior and minimizes the emergence of a crowd of students so that it is considered to reduce the potential for the spread of Covid-19 in the school environment
Penggunaan Aplikasi Mentimeter dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Pada MGMP PPKn Kabupaten Garut Tetep Tetep; Ade Suherman; Endang Dimyati; Hermansyah Hermansyah; Prima Melati; Arik Darojat
Jurnal Pekemas Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Pekemas Tahun 2020
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic has a global impact on various sectors, including the education, health, economy, social, cultural and political sectors. The world of education also feels the impact. Changing teaching patterns from conventional learning to online learning is a demand for every educator around the world. Of course every educator needs to master the technology of learning methods and designs to support online learning and educators must ensure that teaching and learning activities continue, even though students are at home. The solution, educators are required to design learning media as an innovation by utilizing online media. This service activity aims to provide knowledge and at the same time practice the use of the meter application in online learning during the Covid-19 pandemic at the MGMP PPKn Garut Regency. This activity was attended by several participants from the national scope of lecturers, students, teachers at all levels of education. This workshop is open to the public, which is the locus of service, namely MGMP PPKn Garut Regency. The one-day workshop was held with the material of introducing the use of the stop meter application to support learning during the Covid-19 pandemic. The results of this service are: 1) Participants are given theoretical and practical material about the meter application, 2) Participants are involved in workshop activities and are also given training on how to use the meter application and are guided by the speaker through zoom meeting interactions, 3) At the end of each participant's session depositing assignments given by the speakers at the workshop activities via email and video display of interaction zoom meetings, 4) The results of the google form that are distributed to the majority of participants understand and can practice using the meter application for online learning
ANALISIS PENGANGGARAN PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMKN KABUPATEN CIAMIS ADE SUHERMAN
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 3 (2016): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.582 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i3.1012

Abstract

Kepuasan kerja guru ditandai dengan munculnya rasa puas dan terselesaikannya tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab guru tersebut secara tepat waktu, disamping itu munculnya dedikasi, kegairahan, kerajinan, ketekunan, inisitif dan kreativitas kerja yang tinggi dalam bekerja. Kepuasan kerja guru menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan, apabila guru merasakan kepuasan dalam dalam bekerja, maka akan tercipta suasana yang penuh kebersamaan, memiliki tanggung jawab yang sama, iklim komunikasi yang baik dan juga semangat kerja yang tinggi sehingga tujuan organisasi atau sekolah dapat tercapai secara maksimal. Tetapi sebaliknya apabila guru tidak merasa puas, maka akan tercipta suasana yang kaku, membosankan, dan semangat tim yang rendah. Anggaran pendidikan meliputi; perencanaan penyusunan anggaran biaya pendidikan melalui rapat RAPBS, pelaksanaan pembiyaan pendidikan dengan optimal dan pengawasan anggaran sesuai standar pelaporan. Keterampilan komunikasi kepala sekolah meliputi; Komunikasi dengan guru, berlaku adil dan bijak dalam pengambilan keputusan. Kepuasan guru meliputi; kepuasan personal, kepuasan sosial, kepuasan ekonomi dan budaya.Kata Kunci: Penganggaran Pendidikan, Komunikasi Kepala Sekolah, Kepuasan, Kerja, guru
PENGARUH AUDIT INTERNAL TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN Ade Suherman; Yuyun Susanti
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.72 KB) | DOI: 10.25157/je.v5i2.957

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit internal di RSUD Kota Banjar, untuk mengetahui kualitas pelaporan keuangan di RSUD Kota Banjar, dan untuk mengetahui pengaruh audit internal terhadap kualitas pelaporan keuangan di RSUD Kota Banjar. Penelitian ini didasarkan adanya informasi bahwa hasil audit yang dilakukan oleh inspektorat kota banjar terhadap pelaporan keuangan RSUD Kota Banjar mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Hal tersebut menunjukan bahwa pelaksanaan audit internal dan kualitas pelaporan keuangan di RSUD Kota Banjar belum maksimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, sedangkan popoulasi dalam penelitian ini adalah Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Bagian Keuangan, yang meliputi Kepala Bagian Keuangan beserta sub-subnya, yang berjumlah sebanyak 16 orang. Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisa kuantitatif, di mana untuk mencapai tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh audit internal terhadap kualitas pelaporan keuangan adalah dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan audit internal dan kualitas pelaporan keuangan di RSUD Kota Banjar sudah sangat baik. Sejalan dengan hipotesis dan penelitian terdahulu, hasil pengujian di RSUD Kota Banjar menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan audit internal terhadap kualitas pelaporan keuangan.Kata Kunci: audit internal, kualitas pelaporan keuangan
Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Tipe Expository Dengan Tipe Discovery Terhadap Hasil Belajar Ade Suherman Suherman; Yuyun Susanti
Journal Civics and Social Studies Vol 4, No 1 (2020): Call Paper Vol 4 No 1 Juni 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v4i1.784

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran IPS selama ini masih berpusat kepada guru, sehingga peserta didik akan merasa jenuh dan tidak akan aktif maupun kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan tes hasil belajar.  Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan rumus N-Gain = (skor posttest – skor pretest) dibagi dengan (skor maksimum – skor pretest), yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada 40 peserta didik MA Al-Hasan Babakan Ciamis tahun ajaran 2018/2019 yang dijadikan sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling (teknik sampling acak sederhana), dimana pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak.  Hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan metode l yaitu thitung sebesar 7,18 dan ttabel sebesar 1,68, (N-Gain 0,31), dan penggunaan metode 2 yaitu thitung sebesar 9,04 dan ttabel sebesar 1,68, (N-Gain 0,37), maka dapat kita ketahui bahwa penggunaan metode 2 lebih tinggi dibandingkan dengan metode 1, artinya perbedaan peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran inkuiri tipe discovery lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran inkuuiri tipe expsoitory pada pengukuran akhir (posttest). Kata Kunci : Model pembelajaran inkuiri, tipe expository dengan tipe discovery, hasil belajar
Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Problem Solving Dan Cooperative Learning Tipe Group Investigation Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ade Suherman Suherman; Yuyun Susanti Yuyun Susanti; Yulianti Imaniar
Journal Civics and Social Studies Vol 4, No 2 (2020): Call Paper Vol 4 no 2 Desember 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v4i2.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa yang menggunakan metode Active Learning Problem Solving Type dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode Cooperative Learning Type Group Investigation pada pengukuran posttest (kelas eksperimen 1) dan posttest (kelas eksperimen 2) di bidang akuntansi. Subjek Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X Ak di SMK Bahrul Uluum Kawali. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu data yang berupa angka. Bentuk desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment, yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada subjek penelitian dan kemudian memberikan tes kepada subjek penelitian.Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Pemecahan Masalah, Investigasi Kelompok