Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Digital Pelaku UMKM dalam Meningkatkan Daya Tarik Konsumen di Era Media Sosial Resyiana Saffira Rustandi
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/bv8zcs69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan srategi komunikasi digital dalam meningkatkan daya tarik konsumen melalui media sosial. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara UMKM memasarkan produk dan berinterkasi dengan pembeli. Meski demikian, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif karena rendahnya kemampuan dalam menggunakan teknologi dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara daring menggunakan Google Form terhadap empat pelaku UMKM di wilayah Kp. Pasanggrahan Cisarua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok digunakan sebagai media utama karena mudah diakses dan mampu menjangkau banyak orang. Strategi yang digunakan mencakup penggunaan konten secara rutin, melakukan interaksi aktif dengan konsumen melalui pesan dan komentar, serta memanfaatkan fitur promosi digital untuk meningkatkan partisipasi. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kurangnya ide kreatif, serta adanya tanggapan negatif dari konsumen. Beberapa pelaku usaha mengatasi masalah ini dengan merekrut orang yang mengelola media sosial atau mengikuti pelatihan tentang pemasaran digital. Secara keseluruan, strategi komunikasi digital terbukti bisa memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dan konsumen, meningkatkan citra merek, serta mendorong ketetapan pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital, kreativitas, dan adaptasi terhadap perubahan algoritma media sosial agar strategi yang di tetapkan lebih efektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan sekaligus referensi praktis bagi UMKM lain dalam memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pemasaran yang strategis, inovatif, dan berkelanjutan di era digital saat ini.
Polarisasi Komunikasi di Kalangan Mahasiswa dalam Kelompok Pergaulan Kampus Dwi Sulistiani; Intan Amelia; Laila Fitria Rahma; Nazalla Vidya Marlayza; Resyiana Saffira Rustandi; Zikra Miftahul Jannah; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21896

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang dimana pada hakikatnya selalu membutuhkan keberadaan manusia lain untuk berinteraksi serta memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses tersebut terbentuk kelompok sosial yang berperan sebagai ruang berbagi pengalaman, penguatan identitas, serta sumber dukungan emosional. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah polarisasi, yaitu keterbelahaan antar kelompok akibat perbedaan latar belakang, pandangan, maupun pengaruh media digital.Dalam kehidupan kampus, fenomena ini semakin relevan karena mahasiswa berada pada fase pembentukan identitas dan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana polarisasi pergaulan terbentuk, dan dimaknai mahasiswa dalam interaksi sehari – hari. Tetapi selain itu juga untuk menganalisis faktor penyebab serta dampaknya bagi komunikasi mahasiswa pada lingkungan kampus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Djuanda. Dipilihnya informan melalui Teknik purposive sampling mengacu pada kriteria keterlibatan dalam kelompok pergaulan dan pengalaman berinteraksi di lingkungan kampus. Sebanyak sepuluh mahasiswa dari latar belakang berbeda diwawancarai secara mendalam, disertai observasi langsung untuk memperkuat data. Serta analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan kecenderungan polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertemanan terbentuk karena kesamaan jurusan, minat, hobi, maupun kedekatan sebelumnya. Kesamaan ini menubuhkan rasa nyaman dan solidaritas, tetapi juga memunculkan gejala polarisasi berupa gosip, prasangka, sindiran, serta keterbatasan komunikasi lintas kelompok. Temuan ini sejalan dengan teori identitas sosial dan konsep groupthink, yang menjelaskan bagaimana solidaritas internal dapat sekaligus mempersempit ruang bagi pandangan berbeda dalam lingkungan pergaulan mahasiswa.