Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Dalam Menjaga Kualitas Komunikasi Interpersonal Pada Interaksi Akademik Berbasis Digital Salwa Maisya Shafwatunnisa
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/47edjq50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi akademik mahasiswa, terutama melalui penggunaan berbagai platform digital dalam proses pembelajaran dan interaksi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menjaga kualitas komunikasi interpersonal pada interaksi akademik berbasis digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa aktif dari berbagai jurusan dan angkatan yang memiliki pengalaman dalam komunikasi akademik digital, disertai observasi terbatas dan catatan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi akademik berbasis digital memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam aktivitas akademik, seperti diskusi tugas dan koordinasi kelompok. Namun, keterbatasan unsur nonverbal, respon yang tertunda, serta kesulitan mengekspresikan emosi memicu terjadinya miskomunikasi dan menurunkan kedekatan emosional, terutama dalam relasi mahasiswa dengan dosen. Mahasiswa menilai komunikasi tatap muka masih lebih efektif dalam membangun pemahaman dan kedekatan interpersonal. Untuk mengatasi kendala tersebut, mahasiswa menerapkan berbagai strategi adaptasi, antara lain menyusun pesan secara jelas dan sopan, merespons secara tepat waktu, serta memilih media komunikasi yang lebih interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun komunikasi digital belum sepenuhnya menggantikan efektivitas komunikasi tatap muka, penerapan strategi komunikasi yang tepat dapat menjaga kualitas komunikasi interpersonal dalam lingkungan akademik berbasis digital.
Komunikasi Interpersonal dalam Relasi Romantis Generasi Z Akibat Paparan Konten #Relationshipgoals di TikTok Dheya Pratami; Listya Eka Putri; Nina Rosiana; Salwa Maisya Shafwatunnisa; Siti Jubaedah; Siti Maspupah Apriliani; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21868

Abstract

Platform media sosial, terutama TikTok, telah menciptakan tren relationshipgoals yang menggambarkan idealisasi hubungan romantis. Fenomena ini dikenal luas sebagai representasi gaya hidup di dunia digital, namun sejauh mana konten tersebut memengaruhi pandangan Generasi Z tentang hubungan interpersonal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana Generasi Z menafsirkan konten relationshipgoals dan dampaknya terhadap praktik komunikasi dalam hubungan romantis. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada sejumlah peserta dari Generasi Z yang menggunakan TikTok. Data dianalisis dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, sikap, dan perilaku komunikasi yang muncul akibat paparan terhadap konten tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden sering terpapar konten relationshipgoals, mereka tidak menjadikannya sebagai patokan utama dalam hubungan nyata mereka. Konten ini lebih dianggap sebagai sarana hiburan, sumber inspirasi, atau objek untuk obrolan ringan, sedangkan kualitas komunikasi interpersonal termasuk keterbukaan, empati, dukungan, kepuasan dalam berkomunikasi, dan cara menangani konflik masih dianggap sebagai aspek yang lebih signifikan. Selain itu, penerimaan diri menjadi faktor vital yang membantu individu membedakan pengaruh media sosial dan mengurangi kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.