Ahmad Ridwan
Institut Pendidikan Nusantara Global

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAKAIAN BAHASA GAUL PADA MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP RAGAM AKADEMIK Ahmad Ridwan; Wahidatul Murtafi'ah
SILABUS: Jurnal Ilmu dan InovasiĀ Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): SILABUS : Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan, Agustus 2025
Publisher : Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/silabus.v2i2.220

Abstract

Fenomena pemakaian bahasa gaul dalam komunikasi di media sosial semakin marak terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial sebagai wadah interaksi virtual telah menjadi ruang yang subur bagi tumbuhnya ragam bahasa tidak baku atau bahasa gaul. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penggunaan bahasa gaul pada media sosial memengaruhi kemampuan berbahasa akademik pada kalangan pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Fokus penelitian ini yaitu: (1) Pengertian Bahasa Gaul, (2) Bahasa Gaul Dalam Sosial Media, (3) Pengaruh Terhadap Bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemakaian bahasa gaul yang berlebihan dan tanpa kontrol dapat memengaruhi kemampuan berbahasa formal, khususnya dalam ragam akademik. Bahasa gaul yang digunakan di media sosial cenderung menimbulkan kebiasaan dalam menggunakan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan penggunaan ejaan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas tulisan dan komunikasi akademik yang seharusnya berlandaskan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran berbahasa dan pembinaan literasi bahasa agar generasi muda mampu memilah penggunaan bahasa sesuai konteksnya.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH KARYAMIN DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA SIGMUND FREUD Muhammad Aditya Firmansyah; Ahmad Ridwan
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 1 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i1.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Karyamin dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Kajian psikologi sastra digunakan untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh melalui aspek id, ego, dan superego yang memengaruhi perilaku serta keputusan yang diambil tokoh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah cerpen Senyum Karyamin yang terdapat dalam kumpulan cerpen karya Ahmad Tohari. Data berupa kata, frasa, kalimat, narasi, dan dialog yang menunjukkan gejala kepribadian tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan teori psikoanalisis Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Karyamin dibangun oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Aspek id tampak melalui kebutuhan dasar tokoh untuk mempertahankan hidup di tengah kemiskinan yang dialaminya. Aspek ego terlihat dalam upaya tokoh menyesuaikan diri dengan realitas sosial yang keras dan penuh keterbatasan. Sementara itu, aspek superego tercermin melalui sikap moral, rasa tanggung jawab, serta usaha mempertahankan harga diri meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut membentuk karakter Karyamin sebagai sosok yang sabar, pekerja keras, dan memiliki ketahanan psikologis yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menghadirkan kritik sosial mengenai kemiskinan, tetapi juga menggambarkan kompleksitas psikologis manusia dalam menghadapi tekanan hidup.