Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN AKSARA JEJAWAN (SASAK) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA INSTITUT PENDIDIKAN NUSANTARA GLOBAL Wahidatul Murtafi’ah; Hendri Hendri; Baiq Yulia Kurnia Wahidah
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4857

Abstract

Jejawan (Sasak) script, also known as hanacaraka, is a traditional writing system of the Sasak tribe in Lombok, which is derived from Javanese (Kawi) script. This script is related to Javanese and Balinese scripts, which were originally written on palm leaves. The purpose of this community service is to preserve and maintain the Sasak regional culture in the form of a script that is becoming less and less known to the community itself. This research is necessary to introduce and preserve the regional culture of Sasak, Lombok, to the younger generation. This community service involved 32 students from the Indonesian Language Education Study Program in their second semester. This activity was carried out for one day, on Saturday, August 30, 2025, from 8:00 a.m. to 12:00 p.m. WITA. The initial activity involved introducing the Sasak script to the participants, followed by writing practice, and finally a reflection on the day's activities. Through this training, it is hoped that students of the Indonesian Language Education Study Program can contribute to the preservation of the Sasak script and when they enter the workforce.
PERAN ORANG TUA DALAM PENERAPAN STRATEGI KELUARGA DWIBAHASA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BAHASA SASAK Baiq Yulia Kurnia Wahidah; Wahidatul Murtafi’ah; Evi Safitri Yulandari
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 2 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, June 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i2.6443

Abstract

The shift from regional languages ​​to the national language is now a widespread phenomenon in the domestic sphere of the Sasak community. This study aims to explain the role of parents in implementing a bilingual family strategy (bilingualism) as a concrete effort to maintain and preserve the Sasak language within the family environment. The approach used was descriptive qualitative. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and open-ended questionnaires with Sasak parents in Lombok. Field findings indicate that parents implement three main strategies: the One Parent, One Language (OPOL) method, limiting the scope of language use (Sasak for the domestic sphere), and guided code-switching. The main obstacles faced include the dominant use of the national language and the lack of Sasak-language educational media for children. The consistent implementation of the bilingual strategy has proven effective as the first foundation for preventing language shift.
Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah Bagi Kalangan Generasi Z Baiq Yulia Kurnia Wahidah; Wahidatul Murtafi'ah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2461

Abstract

Bahasa daerah mulai mengalami pergeseran di kalangan Generasi Z, hal ini terjadi karena meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing di dalam interaksi sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan strategi revitalisasi bahasa daerah bagi Generasi Z. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasio dari penelitian menunjukkan adanya pergeserab penggunaan bahasa daerah bagi Generasi Z yang ada di lingkungan keluarga, dominasi konten digital yang berbasis bahasa Indonesia dan bahasa Asing. Berdasarkan temuan dari peneliti, revitalisasi bahasa daerah bagi Generas Z dapat melalui Langkah (1) gamifikasi berbasis ponsel untuk mengubah proses akuisisi bahasa menjadi kompetisi interaktif, (2) normalisasi bahasa daerah melalui produk budaya populer seperti Webtoon dan Avatar Virtual (Vtuber). Pelestarian bahasa daerah saat ini tidak hanya dapat dikembangkan pada ruang akademik, melainkan bagaiman kemampuan transformasi menjadi social currency pada Generasi Z dan seterusnya.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Novia; Wahidatul Murtafi'ah
SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): SILABUS : Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan, Agustus 2025
Publisher : Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/silabus.v2i2.207

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas berbagai model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, menganalisis bagaimana pendekatan-pendekatan baru dalam pengajaran dapat mempengaruhi semangat dan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran. Fokus penelitian ini mencakup perbandingan dampak model pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek, blended learning, dan gamification terhadap aspek intrinsik maupun ekstrinsik motivasi belajar. Metode yang digunakan adalah sintesis hasil penelitian terdahulu (kajian pustaka sistematis) terhadap sejumlah artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan tesis yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelaahan cermat laporan penelitian empiris, identifikasi pola efektivitas, serta analisis faktor-faktor yang berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang model pembelajaran inovatif yang paling efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan.
PEMAKAIAN BAHASA GAUL PADA MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP RAGAM AKADEMIK Ahmad Ridwan; Wahidatul Murtafi'ah
SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): SILABUS : Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan, Agustus 2025
Publisher : Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/silabus.v2i2.220

Abstract

Fenomena pemakaian bahasa gaul dalam komunikasi di media sosial semakin marak terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial sebagai wadah interaksi virtual telah menjadi ruang yang subur bagi tumbuhnya ragam bahasa tidak baku atau bahasa gaul. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penggunaan bahasa gaul pada media sosial memengaruhi kemampuan berbahasa akademik pada kalangan pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Fokus penelitian ini yaitu: (1) Pengertian Bahasa Gaul, (2) Bahasa Gaul Dalam Sosial Media, (3) Pengaruh Terhadap Bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemakaian bahasa gaul yang berlebihan dan tanpa kontrol dapat memengaruhi kemampuan berbahasa formal, khususnya dalam ragam akademik. Bahasa gaul yang digunakan di media sosial cenderung menimbulkan kebiasaan dalam menggunakan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan penggunaan ejaan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas tulisan dan komunikasi akademik yang seharusnya berlandaskan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran berbahasa dan pembinaan literasi bahasa agar generasi muda mampu memilah penggunaan bahasa sesuai konteksnya.
Interaksi Pembaca dan Narasi Interaktif dalam Sastra Digital: Kajian Resepsi pada Aplikasi Webnovel Alpan Ahmadi; Wahidatul Murtafiah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of literature from print to digital platforms has altered the ontology of texts and the position of the reader. The Webnovel application introduces real-time interactivity features, such as paragraph-level comments and voting systems, allowing readers to participate directly in the storytelling process. This study aims to analyze the forms of reader interaction and how such interactivity influences narrative construction in digital literature through the lens of reception aesthetics. This study employs a qualitative approach with digital ethnography. Research data, consisting of reader comments and narrative fragments, were purposively sampled from popular ongoing works on the Webnovel app. Analysis was conducted by applying Wolfgang Iser's reception theory, specifically the concept of "indeterminacy" within the digital space. The findings indicate that reader reception on Webnovel is no longer private but rather performative and collective. Active readers fill narrative gaps instantaneously via comment sections, which in turn function as a "compass" for authors in determining plot direction, character consistency, and conflict resolution. This phenomenon marks a shift in narrative authority from a single author to a collaborative negotiation between the writer and the reader community. Interactivity on digital platforms has birthed a new aesthetic in literature, where the text becomes a fluid entity that is constantly evolving based on social dynamics in cyberspace.
PELATIHAN BUDAYA LITERASI DAN PENGELOLAAN SAMPAH YAYASAN PONDOK PESANTREN ZAINUDIN ATS-SANI BENTENG Fadma Rosita; Wahidatul Murtafi’ah; Nurul Hidayah; Parhiyatun; Syafira Diva
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v3i4.276

Abstract

Program ini bertujuan untuk mendorong siswa siswi di kawasan YPP Zainudin Ats-Sani untuk membudayakan kegiatan literasi atau gemar membaca, agar siswa-siswi di lingkungan YPP Zainudin Ats-Sani, gemar membaca dan melatih fokus dan konsentrasi dengan berbagai metode membaca. Selain itu juga dapat mengembangkan potensi siswa dalam mengolah informasi dan melatih kemempuan membaca. Media yang digunakan yaitu dengan membuat pojok baca, yang dilengkapi dengan berbagai macam jenis buku, dan dekorasi yang menarik, agar siswa dapat membaca dengan gembira. Program selanjutnya adalah peatihan mengelola sampah. Dengan program ini diharapkan siswa dapat membedakan sampah, berdasarkan jenisnya. Kemudian siswa juga dapat memahami mengenai penguraian sampah, dan pengolahan jenis-jenis sampah. Selain itu, diharapkan siswa dapat membiasakan membuang sampah pada tempatnya, dan akan tertanam jiwa cinta kebersihan. Program ini telah diterapkan sejak bulan Agustus 2025, dan mendapat respon yang baik oleh pihak YPP Zainudin Ats-Sani. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KKN/PPL Institut Pendidikan Nusantara Global yang dimulai dari akhir bulan Agustus, dan mulai berjalan pada bulan September 2025. Diharapkan pihak YPP Zainudin Ats-Sani dapat meneruskan program ini, sehingga siswa-siswi tetap melaksanakan budaya literasi, mengembangkan potensi baca, dan menerapkan budaya cinta kebersihan.
PENDAMPINGAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS SASTRA LISAN Wahidatul Murtafi’ah; Hendri; Fadma Rosita; M. Rudi Guanawan Parozak; Alpan Ahmadi; Agus Darma Putra
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v4i1.368

Abstract

Keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan bahan ajar berbasis sastra lisan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep sastra lisan, teknik penyusunan bahan ajar, serta strategi mengintegrasikan sastra lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan bahan ajar yang berbasis sastra lisan sesuai dengan capaian pembelajaran dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan. Oleh karena itu, pendampingan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar inovasi bahan ajar tentang sastra lisan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai jenjang pendidikan
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA GANTI “KITA” DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI DI LINGKUNGAN KAMPUS (KAJIAN ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA) Agus Darma Putra; Wahidatul Murtafiah
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisipliner, Juli 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v4i3.365

Abstract

Kesalahan penggunaan kata ganti “kita” sering terjadi dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kampus. Kesalahan tersebut terjadi di dua tempat, yaitu di dalam kelas (saat proses belajar mengajar) dan di luar kelas. Penggunaan kata ganti yang salah disebabkan olah faktor kebiasaan dan ketidaktahuan tentang penggunan kata ganti orang yang benar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan kata ganti “kita” dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kampus dengan menggunakan kajian analisis kesalahan berbahasa. Sedangkan metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa sering salah dalam menggunakan kata ganti “kita” sebagai kata ganti orang pertama tunggal pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas. Sebagai contoh, seperti di semester 1 Program Studi Pendidikan Guru Pedidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), dan semester 3 sama semester 5 program studi pendidikan bahasa Indonesia. Selain di dalam kelas, mahasiswa maupun dosen juga sering salah dalam menggunakan kata ganti “kita” sebagai kata ganti orang pertama tunggal.