p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrifoodtech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemurnian Vitamin E dari Berbagai Sumber Bahan Alami dan Limbah Agroindustri Amelia Naomi Agustina
Jurnal Agrifoodtech Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/9n1z4f03

Abstract

Pemurnian vitamin E dari berbagai sumber bahan alami dan limbah agroindustri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan, nutraseutikal, kosmetik, dan farmasi. Berbagai metode pemurnian telah diterapkan meliputi saponifikasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan distilasi molekuler. Studi ini mengkaji secara sistematis perkembangan metode pemurnian vitamin E dari berbagai sumber serta mengevaluasi keunggulan, keterbatasan, serta prospek penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber alami vitamin E banyak terdapat pada minyak nabati, sedangkan sumber dari limbah agroindustri dengan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Kandungan vitamin E yang bervariasi tergantung dari jenis bahan baku, kondisi proses, dan metode pemurnian yang digunakan. Studi komparatif terkait potensi kandungan vitamin E pada bahan alam dan limbah agroindustri lokal Indonesia masih terbatas, khususnya yang mempertimbangkan variasi varietas genetik. Dari aspek teknik pemurnian, metode ekstraksi konvensional memerlukan beberapa tahapan proses sehingga perlu ditinjau dari sisi efisiensi operasional dan keekonomian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan green solvent seperti ekstraksi dengan scCO2 dan DES yang berpotensi meningkatkan keamanan proses dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan metode pemurnian yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi kunci dalam mendukung pemanfaatan berbagai sumber vitamin E secara berkelanjutan.
Karakterisasi Kandungan Karbohidrat dan Protein pada Berbagai Bahan Pangan Menggunakan Uji Kualitatif Benedict, Biuret, dan Fehling Maghfira Arum Lestari; Dennis Farina Nury; Puji Rahayu; Amelia Naomi Agustina; Muhamad Iqbal Putra; Rizky Ibnufaatih Arvianto; Adna Ivan Ardian; Diva Yustika; Mahesa Niko; Fajar Dwi
Jurnal Agrifoodtech Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/0vzsx757

Abstract

Karbohidrat dan protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan identifikasi kualitatif karbohidrat (gula pereduksi) dengan uji benedict dan uji fehling, serta melakukan identifikasi/konfirmasi protein dengan uji biuret pada berbagai sampel pangan, serta mendiskusikan interpretasi hasil uji. Pada uji biuret, perubahan warna menjadi ungu / violet menandakan adanya protein (ikatan peptida). Pada uji benedict, perubahan warna menjadi hijau berarti terdapat sedikit gula reduksi, kuning berarti sedang, oren berarti signifikan, dan terberntuk endapan merah bata berarti banyak terdapat gula reduksi. Pada uji fehing, hasil positif ditandai dengan berubahnya warna larutan biru menjadi hijau dan terdapat endapan merah bata. Pangan yang signifikan mengandung protein adalah tempe, ayam, nugget, sosis, dan telur mentah. Pangan yang mengandung protein tetapi tidak begitu siginifikan adalah roti tawar dan croissant. Bahan pangan yang tidak terdeteksi adanya kandungan protein pada uji biuret adalah mie dan jeruk nipis. Bahan pangan yang signifikan mengandung gula pereduksi adalah nasi, mie, croissant, dan roti tawar. Bahan pangan yang tidak begitu signifikan mengandung gula pereduksi adalah jeruk nipis, tempe, nugget, dan telur mentah. Bahan pangan yang tidak mengandung gula pereduksi pada penelitian ini adalah ayam dan sosis.