Yunian Ahmad Fahrozi
Universitas Sains Al Qur'an

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Teknologi Digital Berbasis Kearifan Lokal Wonosobo Dalam Microteaching Pembelajaran Bahasa Arab: The Integration Of Digital Technology Based On Local Wisdom From Wonosobo In Microteaching For Arabic Language Learning Qurrotul Khakimah; Asep Sunarko; Alayya Inayatul Ulya; Yunian Ahmad Fahrozi; Ahmad Syaifudin; Nisa Alya Rohmah
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi digital berbasis kearifan lokal Wonosobo dalam kegiatan microteaching pembelajaran Bahasa Arab pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan selama dua bulan. Data dikumpulkan melalui observasi pelaksanaan microteaching, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta media digital yang digunakan mahasiswa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah mengintegrasikan kearifan lokal, seperti wisata Dieng, makanan khas, dan permainan tradisional, ke dalam materi maharah qira’ah, istima’, kalam, dan kitabah. Pemanfaatan teknologi digital, seperti presentasi visual, audiovisual, dan kuis interaktif, mampu meningkatkan keterlibatan peserta microteaching. Namun, penggunaan teknologi masih dominan sebagai media pendukung dan belum sepenuhnya mendorong produksi bahasa secara mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa microteaching dapat menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kompetensi pedagogik mahasiswa yang kontekstual, adaptif terhadap teknologi, dan berakar pada budaya lokal.