Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representative Versus Direct Democracy in Regional Head Elections: A Constitutional Analysis of Popular Sovereignty in Indonesia Ridho Harapan Bunda; Muhammad Fadli; Resti Hefriyenni
Jurnal Daulat Hukum Vol 9, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v9i1.52143

Abstract

The discourse on returning the election of regional heads to the Regional People’s Representative Council (DPRD) has resurfaced in Indonesia’s constitutional debate, gaining significant support from major factions in the national parliament. This proposal is primarily driven by the exponential rise in political costs and widespread money politics, which are viewed as eroding the integrity of direct elections. What began as a procedural debate has now evolved into a fundamental discussion about the most suitable model of local democracy in light of Indonesia’s current political realities. This study examines the discourse through constitutional analysis, positioning popular sovereignty as the central normative variable while assessing its implications for local democracy quality. Using statutory and conceptual approaches, the research analyzes laws and democratic doctrines. The findings indicate that the phrase “elected democratically” in Article 18 paragraph (4) of the 1945 Constitution allows flexible interpretation, accommodating both direct and indirect election models. However, returning authority to the DPRD risks consolidating local political oligarchies, weakening legislative oversight, and limiting public participation. Ultimately, the dysfunction in local democracy stems not primarily from the direct election system, but from institutional weaknesses, declining political ethics, and low accountability of democratic actors.
Analisis Efisiensi Pengelolaan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Menggunakan Pendekatan Value For Money Musthofa Habli; Khabib Muafi; Muhammad Fadli; Fat Harianto Lisda; Gayos Alfajri
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.223

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional dengan alokasi anggaran yang meningkat drastis, dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi berkisar Rp229-268 triliun pada 2026. Besarnya nilai anggaran ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana dana tersebut dikelola secara ekonomis, efisien, dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi pengelolaan anggaran MBG dengan menggunakan pendekatan Value for Money (VFM), yang mencakup tiga dimensi utama: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (desk research) terhadap dokumen resmi, laporan lembaga pengawas, dan pemberitaan media arus utama sepanjang 2025-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun realisasi anggaran dan cakupan penerima manfaat MBG terus meningkat, ditemukan sejumlah indikasi ketidakefisienan, antara lain revisi pagu anggaran yang berulang, dugaan penggelembungan harga pengadaan, keterlambatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta lemahnya keterbukaan data penerima manfaat kepada publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pengawasan berlapis, digitalisasi pelaporan yang terintegrasi, dan keterbukaan data sebagai prasyarat tercapainya Value for Money dalam pengelolaan anggaran MBG.