Permasalahan sampah plastik di Indonesia menjadi isu lingkungan yang memerlukan perhatian serius melalui berbagai upaya, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis etnosains melalui pemanfaatan kearifan lokal berupa kegiatan ecobrick dalam pembelajaran IPA, mengidentifikasi hambatan yang muncul selama pelaksanaannya, serta menganalisis respons peserta didik terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Islam Terpadu Mentari Ilmu Karawang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etnosains melalui kegiatan ecobrick mampu menciptakan pembelajaran IPA yang kontekstual dan bermakna. Peserta didik terlibat aktif dalam proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick sehingga dapat menghubungkan konsep-konsep IPA dengan lingkungan di kehidupan nyata. Pembelajaran ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan, kemampuan kolaborasi, serta pemahaman peserta didik mengenai polusi lingkungan. Hambatan yang ditemukan meliputi proses pemadatan sampah plastik yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan keterbatasan alat pendukung. Meskipun demikian, peserta didik memberikan respon positif karena pembelajaran dinilai lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, integrasi etnosains melalui pemanfaatan ecobrick dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.