Aisyah Khairunnisa
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Motivasi Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Kinerja Lembaga Pendidikan: Studi Kepustakaan Nailah Farah; Rizki Rizki; Syahra Syafitri; Aisyah Khairunnisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1668

Abstract

Motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan sehingga mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara efektif. Tingginya motivasi kerja akan mendorong tenaga pendidik untuk melaksanakan tugas secara profesional, inovatif, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep motivasi kerja dalam lembaga pendidikan, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi kerja guru dan tenaga kependidikan, serta mengidentifikasi berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai literatur berupa artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi kerja dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan, kebutuhan, harapan, dan kepuasan kerja, serta faktor eksternal, seperti kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, penghargaan, tunjangan sertifikasi, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan motivasi melalui kepemimpinan yang efektif, pemberian apresiasi, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta pengembangan kompetensi guru. Peningkatan motivasi kerja berkontribusi terhadap meningkatnya kinerja guru, kualitas pembelajaran, produktivitas, dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, motivasi kerja perlu menjadi perhatian utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan guna mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah: Kajian Literatur Cahyadi Pratam; Ika Nurfajriah Rifany; Yesika Dwi Putri; Aisyah Khairunnisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1677

Abstract

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) merupakan pedoman resmi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang berfungsi mengatur penulisan huruf, kata, tanda baca, dan unsur serapan. Penerapan EBI dalam karya ilmiah sangat penting karena dapat meningkatkan kejelasan, ketepatan, dan efektivitas penyampaian informasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan EBI dalam penulisan karya ilmiah, mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan ejaan yang sering ditemukan, menjelaskan pentingnya penerapan EBI dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap EBI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebahasaan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan yang paling sering ditemukan dalam karya ilmiah meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Penerapan EBI yang tepat terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah melalui kejelasan makna, konsistensi bahasa, serta peningkatan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya, seperti peningkatan pemahaman terhadap pedoman EBI, pemanfaatan KBBI, penyuntingan naskah, dan pelatihan penulisan ilmiah untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Integritas Akademik pada Era Kecerdasan Buatan di Lembaga Pendidikan Islam Kelfin Arsa Andika; Muhammad Yazid Zasvenda; Muhammad Sholihin; Aisyah Khairunnisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1687

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah praktik pembelajaran dan evaluasi di perguruan tinggi, sekaligus menimbulkan tantangan baru terhadap implementasi integritas akademik. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut untuk tidak hanya merespons perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai akademik dan amanah ilmiah tetap terjaga melalui tata kelola kelembagaan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan integritas akademik pada era AI generatif serta merumuskan kerangka tata kelola yang relevan bagi PTKI. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan critical literature review. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada Google Scholar, Crossref, serta dokumen resmi pemerintah dan organisasi internasional. Sebanyak 13 sumber utama yang terdiri atas artikel jurnal, buku akademik, tesis, standar internasional, dan dokumen kebijakan dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan semata-mata disebabkan oleh perkembangan AI generatif, melainkan oleh keterlambatan pembaruan regulasi akademik, keterbatasan akurasi perangkat pendeteksi AI, serta kelemahan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang masih berorientasi pada penilaian hasil akhir. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini menawarkan Kerangka Tata Kelola Integritas Akademik Berbasis Nilai yang mencakup empat strategi utama, yaitu penyusunan kebijakan penggunaan AI yang jelas, pengembangan asesmen autentik berbasis proses, penguatan literasi digital dan etika akademik, serta internalisasi nilai amanah ilmiah sebagai fondasi integritas akademik di PTKI.
Pergeseran Alasan Orang Tua Memilih Lembaga Pendidikan Islam Palen Palen; Erwindo Amirrullah; Baez Kholil Ammar; Aisyah Khairunnisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1689

Abstract

Persaingan antar lembaga pendidikan saat ini membuat peran orang tua menjadi sangat penting sebagai pengambil keputusan utama dalam memilih sekolah (school choice). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perubahan alasan orang tua dalam memilih Lembaga Pendidikan Islam (LPI), menelusuri faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mendorong perubahan tersebut, serta merumuskan apa akibatnya bagi tata kelola sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran buku dan jurnal ilmiah yang membahas Manajemen Pendidikan Islam dan perilaku orang tua dalam memilih sekolah. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan sintesis pemikiran. Hasil kajian menunjukkan adanya perubahan alasan yang sangat mendasar. Jika dulu alasan orang tua hanya berfokus pada pelajaran agama, jarak yang dekat, dan biaya yang murah, alasan saat ini berubah menjadi lebih masuk akal dan rumit. Orang tua sekarang menuntut gabungan layanan: keseimbangan antara kualitas pelajaran umum, kelengkapan fasilitas, lingkungan sosial yang aman dari pergaulan bebas, dan jaminan masa depan anak, dengan tetap menjadikan pelajaran agama sebagai syarat wajib. Perubahan ini adalah akibat dari membaiknya ekonomi kelas menengah muslim, tingkat pendidikan orang tua yang makin tinggi, dan kekhawatiran terhadap dampak buruk pergaulan bebas. Sebagai akibatnya, pengelola LPI harus meninggalkan gaya manajemen lama dan mulai menerapkan model kepemimpinan terintegrasi (Hybrid-Integrative Islamic School Governance) yang menggabungkan nilai agama dengan manajemen profesional, pengelolaan keuangan yang terbuka, dan peningkatan mutu guru.