p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Clavia: Journal of Law
Hajriana Hajriana
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Bosowa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA EKSPLOITASI EKONOMI ANAK DALAM FENOMENA MANUSIA SILVER DI WILAYAH KOTA MAKASSAR Alia Kalsum; Siti Zubaidah; Hajriana Hajriana
Clavia Vol. 24 No. 1 (2026): Clavia : Journal of Law, April 2026
Publisher : Faculty Of Law Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/clavia.v24i1.8798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana eksploitasi ekonomi terhadap anak dalam fenomena manusia silver di Kota Makassar dan menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pihak Unit Pelaksana Teknis Rumah Perlindungan Trauma Center, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, dan akademisi hukum di Kota Makassar. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis kualitatif dengan pola reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis terhadap temuan lapangan dan bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam praktik manusia silver memenuhi unsur tindak pidana eksploitasi ekonomi anak berdasarkan ketentuan hukum yang mengatur tentang perdagangan orang dan perlindungan anak. Namun demikian, implementasi kebijakan daerah mengenai pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis, dan pengamen di Kota Makassar belum berjalan secara optimal. Perlindungan hukum yang diberikan masih cenderung bersifat represif administratif melalui penertiban dan pembinaan sementara, tanpa disertai proses penegakan hukum pidana terhadap pihak yang diduga melakukan eksploitasi. Kondisi tersebut mengakibatkan pemenuhan hak-hak anak sebagai korban belum terlaksana secara komprehensif, berkelanjutan, dan berkeadilan. This study aims to analyze the application of the elements of the criminal offense of economic exploitation of children in the phenomenon of manusia silver in Makassar City and to examine the forms of legal protection provided to children as victims. This research employs a normative-empirical legal research method with a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained through observation and interviews with the Unit Pelaksana Teknis Rumah Perlindungan Trauma Center, the Social Affairs Office, the Civil Service Police Unit, and legal academics in Makassar City. Secondary data were collected through library research on statutory regulations, relevant literature, and scientific journals. Data analysis was conducted qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing. The results indicate that the involvement of children in the practice of manusia silver fulfills the elements of the criminal offense of economic exploitation of children under legal provisions governing human trafficking and child protection, particularly in relation to the act of utilizing children for economic gain. However, the implementation of local policies concerning the guidance of street children, homeless individuals, beggars, and buskers in Makassar City has not been optimal. The legal protection provided remains predominantly administrative and repressive in nature, limited to temporary control measures and guidance, without being followed by criminal law enforcement against parties suspected of exploitation. This condition results in the incomplete, unsustainable, and unjust fulfillment of the rights of children as victims.
PENJATUHAN TINDAKAN PEMBINAAN TERHADAP ANAK PELAKU KEKERASAN BERAT DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK Andi Ranting Eidleweiss Rimbaerwan; Siti Zubaidah; Hajriana Hajriana
Clavia Vol. 24 No. 1 (2026): Clavia : Journal of Law, April 2026
Publisher : Faculty Of Law Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/clavia.v24i1.8799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban terhadap anak pelaku tindak pidana penganiayaan berat dan mengkaji dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak pidana kekerasan yang menuntut penerapan sistem peradilan pidana anak yang mengutamakan prinsip perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan anak pelaku telah memenuhi unsur tindak pidana kekerasan dan sebagai pertanggungjawaban pidananya diberikan tindakan di LPKS selama 1 Tahun 8 Bulan serta Pelatihan Kerja di LPKS selama 3 Bulan. Dalam menjatuhkan tindakan, hakim mempertimbangkan aspek yuridis dan non-yuridis, sehingga pembinaan di LPKS diserta pelatihan kerja mencerminkan pendekatan rehabilitatif yang tetap memperhatikan keadilan bagi korban. This study aims to analyze the accountability of children who commit the crime of aggravated assault and to examine the judges’ considerations in rendering their decisions. This research is motivated by the increasing involvement of children in violent crimes, which requires the implementation of a juvenile criminal justice system that prioritizes the principles of protection and the best interests of the child. The research method used is empirical juridical with statutory and case approaches. Data were obtained through interviews with law enforcement officers and literature studies. The results of the study indicate that the actions of the child offender have fulfilled the elements of a criminal act of violence, and as criminal accountability, the child was given measures in the form of placement in the Social Welfare Institution (LPKS) for 1 year and 8 months and job training at LPKS for 3 months. In imposing these measures, the judge considered both juridical and non-juridical aspects, so that guidance at LPKS accompanied by job training reflects a rehabilitative approach that still pays attention to justice for the victim.
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN BERAT DI MAKASSAR Marini Tesalonika Padandi; Siti Zubaidah; Hajriana Hajriana
Clavia Vol. 24 No. 1 (2026): Clavia : Journal of Law, April 2026
Publisher : Faculty Of Law Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/clavia.v24i1.8820

Abstract

Tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukan oleh anak memerlukan penanganan khusus dalam sistem peradilan pidana anak karena pelaku tetap berhak memperoleh perlindungan hukum sesuai peraturan perundang-undangan. Salah satu perkara tersebut diputus dalam utusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor: 37/Pid.Sus-Anak/2025/PN Mks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hakim serta bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, bersumber pada KUHP, UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, serta putusan terkait, didukung bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan aspek yuridis, filosofis, dan sosiologis, serta menerapkan sanksi yang berorientasi pada pembinaan, sehingga putusan tidak hanya memberikan kepastian hukum tetapi juga menjamin perlindungan bagi anak. Serious child abuse crimes require special handling in the juvenile criminal justice system because the perpetrators still have the right to receive legal protection in accordance with statutory regulations. One such case was decided in the Makassar District Court Decision Number: 37/Pid.Sus-Anak/2025/PN Mks. This study aims to analyze the judge's considerations and forms of legal protection for children in conflict with the law. The study uses a normative legal method with a statutory and case approach, sourced from the Criminal Code, Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, and related decisions, supported by secondary legal materials. The results of the study show that the judge considers juridical, philosophical, and sociological aspects, and applies sanctions that are oriented towards development, so that the decision not only provides legal certainty but also guarantees protection for children.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PESANTREN: Studi Putusan Nomor 53/Pid.Sus/2025/PN MRS Nuramini Rukmana Wanti; Siti Zubaidah; Hajriana Hajriana
Clavia Vol. 24 No. 1 (2026): Clavia : Journal of Law, April 2026
Publisher : Faculty Of Law Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/clavia.v24i1.8825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban dan menganalisis bentuk perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan Pesantren Kabupaten Maros. Penelitian ini dilakukan pada Pengadilan Negeri Maros dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan menggunakan metode penelitian normatif empiris. Sumber data dari penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder diperoleh dari teratur-literatur, dokumen-dokumen, serta dari peraturan perundang-undangan. Kemudian hasil dari data yang diperoleh dianilisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pelaku dijatuhi pidana selama 12 Tahun dan denda sebesar Rp.1.000.000.000.- (satu miliar rupiah) dengan ketetntuan jika denda tidak di bayar harus di ganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan, dan perlindungan hukum dilaksanakan secara multidimensional melalui penegakan hukum yang tegas, pendampingan dan jaminan keamanan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dengan demikian, Aparat penegak hukum dan lembaga terkait perlu meningkatkan intensitas pemulihan psikologis korban secara berkelanjutan guna mengatasi trauma mendalam yang dialami. This study aims to analyze criminal liability and examine the forms of protection provided to victims of sexual violence in Islamic boarding schools in Maros Regency. The research was conducted at the Maros District Court and the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) using a normative-empirical research method. The data sources consisted of primary data obtained through interviews and secondary data collected from literature, documents, and relevant laws and regulations. The collected data were then analyzed using a qualitative approach. The results of the study indicate that the perpetrator was sentenced to 12 (twelve) years of imprisonment and fined Rp 1,000,000,000 (one billion rupiah), with the provision that if the fine is not paid, it shall be substituted with 6 (six) months of imprisonment. Legal protection for the victim is implemented multidimensionally through strict law enforcement, assistance, and security guarantees provided by the Witness and Victim Protection Agency (LPSK). Therefore, law enforcement officers and related institutions need to enhance the intensity of continuous psychological recovery efforts to address the deep trauma experienced by the victim.