Hapzi Ali
Universitas Bhayangkara Jakarata Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Loyalitas Pelanggan Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Berbasis Balanced Scorecard: Studi Kasus Kota dan Kabupaten Bekasi Samsuni Samsuni; Hapzi Ali
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2b89jq96

Abstract

Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, keamanan pangan, dan gaya hidup praktis. Di sisi lain, peningkatan jumlah produsen dan merek AMDK menyebabkan tingkat persaingan semakin tinggi sehingga perusahaan tidak hanya dituntut mampu memperoleh pelanggan baru, tetapi juga mempertahankan loyalitas pelanggan yang telah dimiliki. Loyalitas pelanggan menjadi aset strategis karena berkontribusi terhadap pembelian ulang, rekomendasi positif, serta peningkatan profitabilitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi loyalitas pelanggan berbasis Balanced Scorecard (BSC) pada industri AMDK di Kota dan Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, serta analisis konseptual terhadap implementasi Balanced Scorecard pada konteks pemasaran dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan dapat dibangun melalui hubungan sebab-akibat yang dimulai dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dilanjutkan dengan penguatan proses bisnis internal, peningkatan kepuasan pelanggan, dan berujung pada peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian menghasilkan model strategi loyalitas pelanggan AMDK yang terdiri atas peta strategi (strategy map), indikator kinerja utama (KPI), analisis SWOT, dan roadmap implementasi lima tahun. Kontribusi penelitian terletak pada integrasi konsep loyalitas pelanggan dan Balanced Scorecard dalam industri AMDK yang masih relatif jarang diteliti. Temuan ini memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan literatur pemasaran strategis dan implikasi praktis bagi perusahaan AMDK dalam meningkatkan daya saing berkelanjutan.
Pengaruh Komunikasi Pelayanan, Beban kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Responsivitas Pelayanan Djulaeha Djulaeha; Hapzi Ali
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f9f0jq09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi pelayanan, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap responsivitas pelayanan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada Bidang Penindakan dan Penyidikan KPUBC Tipe A Tanjung Priok. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan pelayanan yang cepat dan tepat di tengah meningkatnya volume kerja dan kompleksitas pengawasan kepabeanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner kepada pegawai yang dipilih secara purposive sampling, serta dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan, beban kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap responsivitas pelayanan, baik secara langsung maupun melalui komitmen organisasi, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Bea dan Cukai.   
Strategi Penguatan Deradikalisasi Melalui Media Sosial oleh BNPT: Analisis SWOT Agus Surono; Djuni Thamrin; Hapzi Ali
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f1pgm726

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola penyebaran ideologi radikal dari ruang fisik ke ruang digital. Media sosial menjadi instrumen utama kelompok ekstrem dalam menyebarkan propaganda, melakukan rekrutmen, serta membangun jaringan ideologis lintas wilayah. Kondisi tersebut menuntut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengembangkan strategi deradikalisasi yang adaptif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas program deradikalisasi melalui media sosial oleh BNPT serta merumuskan strategi penguatan yang relevan melalui pendekatan SWOT. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur terhadap laporan BNPT, regulasi pemerintah, jurnal nasional dan internasional, serta publikasi terkait radikalisasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNPT memiliki kekuatan berupa legitimasi hukum yang kuat, jejaring kerja sama lintas sektor, dan akses terhadap sumber kontra narasi yang autentik. Namun demikian, terdapat kelemahan berupa keterbatasan sumber daya kreatif digital, pendekatan komunikasi yang masih formal, dan evaluasi program yang belum berorientasi pada perubahan perilaku audiens. Peluang berasal dari tingginya penetrasi internet, dukungan platform digital terhadap penanganan konten ekstrem, dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya radikalisme. Ancaman utama muncul dari penggunaan kanal komunikasi terenkripsi, algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber, serta perkembangan kecerdasan buatan yang dimanfaatkan kelompok ekstrem untuk memproduksi propaganda secara masif. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan literasi digital, kolaborasi dengan influencer dan komunitas kreatif, pengembangan konten visual-humanis, serta optimalisasi sistem pemantauan siber berbasis Artificial Intelligence.