Juhri Juhri
Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE WAFA DALAM MENINGKATKAN MAKHARIJUL HURUF PESERTA DIDIK KELAS 5 SD Marjan Drakel; Juhri Juhri; Andi Baso Muammar Assad; Subhan Abdullah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11675

Abstract

The low ability to pronounce the hijaiyah letters in tartil due to the adoption of monotonous conventional teaching strategies in elementary schools is the background to this research. This problem has triggered a widening gap in the minimum standard for reading the holy book correctly from an early age. The focus of this research is to analyze the implementation of the Wafa method in boosting the makharijul huruf skills of fifth-grade students at SD Negeri 5 IKIP in the 2026/2027 academic year. A quantitative approach in the form of Classroom Action Research (CAR) was implemented cyclically through the stages of planning, action implementation, observation, and operational reflection. Actual quantitative data from the guidance showed a consistent escalation trend in each cycle. The average learning outcome score skyrocketed from a pre-cycle level of 62 to 74 in Cycle I, and reached an optimal peak of 86 in Cycle II. In line with this, the percentage of students' classical completion jumped drastically from 40% to 68%, reaching 88% at the final evaluation. The main conclusion confirms that the Wafa method is highly effective in mitigating phonetic articulation errors in the hijaiyah alphabet through recreational multisensory stimulation. Educators are recommended to integrate this kinetic cueing and song modulation technique to achieve adaptive transformation in contemporary tajwid teaching in formal institutions. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pelafalan huruf hijaiyah secara tartil akibat adopsi strategi pengajaran konvensional yang monoton di sekolah dasar melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu melebarnya jurang kesenjangan terhadap standar ketuntasan minimal membaca kitab suci secara sahih sejak usia dini. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi metode Wafa dalam mendongkrak kecakapan makharijul huruf peserta didik kelas 5 SD Negeri 5 IKIP pada tahun ajaran 2026/2027. Pendekatan kuantitatif berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diterapkan secara bersiklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi operasional. Data kuantitatif aktual hasil bimbingan menunjukkan tren eskalasi yang konsisten di setiap siklusnya. Capaian rata-rata nilai hasil belajar meroket dari kondisi pra-siklus sebesar 62, menjadi 74 pada siklus I, dan mencapai puncak optimal sebesar 86 pada siklus II. Selaras dengan itu, persentase ketuntasan klasikal siswa melonjak drastis dari 40% menjadi 68%, hingga sukses menyentuh angka 88% di akhir evaluasi. Simpulan utama menegaskan bahwa metode Wafa sangat efektif memitigasi kekeliruan artikulasi fonetik hijaiyah melalui stimulasi multisensori yang rekreatif. Pendidik direkomendasikan mengintegrasikan teknik isyarat kinetik dan modulasi lagu ini guna mewujudkan transformasi pengajaran tajwid kontemporer yang adaptif di institusi formal.  
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UMI MAKASSAR Muh. Azhar; Aidil Sudarmono R; Juhri Juhri; Abdul Wahab; Nabilatul Khairiah; Azizah Mutmainnah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8906

Abstract

The transformation of education in the digital era requires Islamic higher education institutions to integrate technology to overcome the limitations of conventional methods, which tend to be passive and less engaging. This study aims to analyze the implementation of multimedia learning and its contribution to improving student achievement at the Faculty of Islamic Studies at the Muslim University of Indonesia (UMI) Makassar, reviewed through theological, managerial, and sociological approaches. Using a descriptive qualitative method with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies with lecturers and students, then validated using triangulation techniques. The results revealed that the implementation of multimedia, which includes the use of video, animation, interactive presentations, and digital quizzes, has been effective. From a theological perspective, multimedia helps visualize abstract Islamic concepts; from a managerial perspective, its implementation requires structured planning and facility support; while from a sociological perspective, this method builds a collaborative digital learning culture. Key findings indicate that multimedia integration significantly improves student attention, motivation, and understanding, which leads to improved academic achievement. It is concluded that multimedia learning is a vital strategy in the modernization of Islamic education which is able to change class dynamics to be more active and competitive without eliminating the essence of Islamic values. ABSTRAKTransformasi pendidikan di era digital menuntut perguruan tinggi Islam untuk mengintegrasikan teknologi guna mengatasi keterbatasan metode konvensional yang cenderung pasif dan kurang memikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multimedia dan kontribusinya terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ditinjau melalui pendekatan teologis, manajerial, dan sosiologis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap dosen serta mahasiswa, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi multimedia, yang meliputi penggunaan video, animasi, presentasi interaktif, dan kuis digital, telah berjalan efektif. Dari perspektif teologis, multimedia membantu visualisasi konsep keislaman yang abstrak; secara manajerial, penerapannya menuntut perencanaan terstruktur dan dukungan fasilitas; sedangkan secara sosiologis, metode ini membangun budaya belajar digital yang kolaboratif. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi multimedia secara signifikan meningkatkan atensi, motivasi, dan pemahaman mahasiswa, yang bermuara pada peningkatan prestasi akademik. Disimpulkan bahwa pembelajaran multimedia merupakan strategi vital dalam modernisasi pendidikan Islam yang mampu mengubah dinamika kelas menjadi lebih aktif dan berdaya saing tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai keislaman.