Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KEGIATAN PARIWISATA KAMPUNG ENGGROS DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA Asima Juliana; Yannice L M Sitorus; Normalia O Yanthy
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.763 KB) | DOI: 10.58839/jmap.v12i1.978

Abstract

Kampung Enggros yang berada di kawasan pantai memiliki aktivitas wisata akan tetapi jumlah kunjungan wisatawan ke sana masih rendah. Penelitian tentang persepsi wisatawan yang pernah berkunjung ke Kampung Enggros ini dilakukan untuk mengetahui pandangan mereka terhadap produk wisata yang terdiri dari attraction, amenities, accessibilities, dan ancillary untuk rencana pengembangan pariwisata di Kampung Enggros. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 22. Kampung Enggros memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas pada wilayah tertentu, seperti misalkan hutan lindung atau hutan bakau dan permukiman yang berada di atas air sehingga dalam pengembangannya perlu diawasi dengan ketat. Potensi wisata utama Kampung Enggros saat ini ada pada komponen atraksi, yaitu antara lain: pemandangan alam laut, cuaca iklim tropis, flora-fauna, aktivitas budaya seperti tarian tradisional, bangunan bersejarah, prasarana pendukung event PON Papua 2021 seperti dermaga, keunikan wisata bahari, dan kondisi objek wisata yang baik. Kampung Enggros memiliki kekurangan antara lain: lembaga khusus yang mengkoordinir pariwisata di sana belum berperan optimal dan juga kurangnya perhatian khusus pada beberapa aspek seperti: kurangnya promosi, sarana-prasarana yang belum memadai dalam hal ini transportasi laut serta tarif/biaya yang masih tergolong mahal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan kunjungan wisatawan ke Kampung Enggros adalah karena komponen atraksi, aksesibilitas dan ancillary, yang ada di sana. Walaupun demikian masih diperlukan perbaikan kualitas pada beberapa komponen seperti fasilitas serta sarana transportasi.
Studi Pengelolaan Drainase sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Distrik Waisai Kabupaten Raja Ampat Olga O Rumaropen; Yannice L M Sitorus; Anna M Labok; Asima Juliana
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.154

Abstract

As the administrative center of Raja Ampat Regency, Waisai District is highly susceptible to recurrent flooding and urban inundation, which significantly disrupt the socio-economic activities of the community. Inundations reaching depths of 50–100 cm persist for several hours in specific locations on a near-annual basis during the rainy season, severely restricting public mobility. This study aims to evaluate the existing drainage system, identify the factors driving the degradation of drainage performance, and design an effective drainage management strategy to mitigate flood risks within the vulnerable areas of Waisai District. A mixed-methods approach (qualitative and quantitative) was employed, utilizing descriptive analysis and the SWOT method. Data were primarily collected through field observations and stakeholder interviews. The findings indicate that rapid urban development in Waisai has outpaced adequate and integrated drainage planning, leading to suboptimal channel capacities, particularly during high-intensity rainfall. The degradation of drainage functionality is predominantly driven by technical factors, alongside environmental and social aspects. The recommended approach lies within the WO (Weaknesses-Opportunities) quadrant, which emphasizes leveraging external opportunities—such as Waisai's status as a regency capital and a prominent marine tourism destination—to improve the capacity of government institutions in urban drainage planning and maintenance, as well as fostering community collaboration to address existing weaknesses. This research is expected to provide valuable insights for local governments in coastal urban areas in formulating policies for sustainable drainage management and disaster resilience.
ANALISIS HUBUNGAN KERENTANAN BANJIR, PENGGUNAAN LAHAN, DAN RDTR KOTA MEDAN Asima Juliana
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1591

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang berdampak pada meningkatnya kerentanan banjir, terutama apabila pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan arahan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kota Medan merupakan salah satu kota yang mengalami permasalahan banjir secara berulang akibat tingginya curah hujan, berkurangnya daerah resapan, serta pesatnya pembangunan kawasan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kerentanan banjir terhadap penggunaan lahan berdasarkan RDTR menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif spasial. Data yang digunakan meliputi peta kerentanan banjir, peta penggunaan lahan, peta RDTR, dan batas administrasi Kota Medan. Analisis dilakukan menggunakan teknik overlay (Intersect) pada perangkat lunak ArcGIS untuk mengintegrasikan ketiga data spasial tersebut sehingga diperoleh informasi mengenai hubungan antara tingkat kerentanan banjir, penggunaan lahan, dan pola ruang RDTR. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan dengan tingkat kerentanan banjir tinggi didominasi oleh penggunaan lahan terbangun, terutama kawasan permukiman, serta masih ditemukan beberapa kawasan yang belum sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RDTR. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa aspek kerentanan banjir belum sepenuhnya menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan ruang. Penerapan SIG melalui analisis overlay terbukti mampu mengidentifikasi kawasan yang memerlukan prioritas pengendalian pemanfaatan ruang dan mitigasi banjir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi implementasi RDTR serta mendukung penyusunan kebijakan penataan ruang yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengurangan risiko bencana.