Husnul Qatimah
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA KESULITAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK Arlinda Arlinda; Husnul Qatimah; Nur Meilana Pane; Sz Aisyah; Delfina Delfina; Julfita Gaho; Armalena Armalena
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11689

Abstract

Learning difficulties are one of the problems that frequently arise in the field of education and have become an important concern for various parties. This phenomenon not only affects students’ academic achievement but can also influence their psychological condition, such as self-confidence, learning motivation, and their social relationships with peers. Therefore, a deep understanding of learning difficulties is essential so that they can be addressed appropriately and effectively. Learning difficulties take various forms, such as difficulties in reading, writing, counting, or understanding certain subject matter. Each student may experience different types of difficulties depending on their individual conditions and backgrounds. The causes also vary and can generally be classified into internal and external factors. Internal factors include low learning motivation, lack of interest, and limited cognitive abilities. Meanwhile, external factors include an unsupportive family environment, less varied teaching methods, and non-conducive school conditions. To overcome learning difficulties, good cooperation is needed between teachers, parents, and the surrounding environment. Teachers play an important role in creating engaging learning experiences that meet students’ needs. Parents are also expected to provide both moral support and learning facilities at home. In addition, a positive social environment can help increase students’ enthusiasm for learning. With coordinated efforts from various parties, learning difficulties can be minimized, allowing students to develop optimally, both academically and socially. ABSTRAK Kesulitan belajar merupakan salah satu permasalahan yang cukup sering muncul dalam dunia pendidikan dan menjadi perhatian penting bagi berbagai pihak. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada rendahnya pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, seperti rasa percaya diri, motivasi belajar, hingga hubungan sosial mereka dengan teman sebaya. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai kesulitan belajar sangat diperlukan agar dapat ditangani secara tepat dan efektif. Kesulitan belajar memiliki berbagai bentuk, seperti kesulitan dalam membaca, menulis, berhitung, maupun memahami materi pelajaran tertentu. Setiap peserta didik dapat mengalami jenis kesulitan yang berbeda, tergantung pada kondisi dan latar belakang masing-masing. Faktor penyebabnya pun beragam, yang secara umum dapat dibedakan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya minat, serta keterbatasan kemampuan kognitif. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga yang kurang mendukung, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta kondisi sekolah yang tidak kondusif. Dalam mengatasi kesulitan belajar, diperlukan kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Orang tua juga diharapkan mampu memberikan dukungan moral maupun fasilitas belajar di rumah. Selain itu, lingkungan sosial yang positif dapat membantu meningkatkan semangat belajar peserta didik. Dengan adanya upaya yang terkoordinasi dari berbagai pihak, kesulitan belajar dapat diminimalkan sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun sosial.Top of Form    
PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP NEGERI 4 BATANG ANAI Husnul Qatimah; Sara Eriza; Sz Aisyah; Khoiriah Khoiriah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.14154

Abstract

ABSTRACT Students' character development has not yet been fully optimized, as reflected in the persistence of undisciplined behavior, dishonesty, and a lack of responsibility, highlighting the need to strengthen character education in schools. Although character education has been widely investigated, empirical studies examining the influence of teachers' teaching styles on junior high school students' character development remain limited. This study aimed to analyze teachers' teaching styles, students' character development, and the influence of teachers' teaching styles on students' character development at SMP Negeri 4 Batang Anai. A quantitative correlational approach was employed involving 120 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed using Pearson's Product-Moment correlation and simple linear regression with the assistance of SPSS. The findings revealed that both teachers' teaching styles and students' character development were categorized as good, with mean scores of 76.82 and 79.45, respectively. The correlation analysis yielded r = 0.612 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and statistically significant relationship between teachers' teaching styles and students' character development. The coefficient of determination (R² = 37.5%) indicates that teachers' teaching styles contributed substantially to students' character development. These findings suggest that democratic and interactive teaching styles can serve as effective strategies for strengthening character education and provide empirical evidence for schools to improve instructional practices that foster students' character development. ABSTRAK Karakter siswa yang belum terbentuk secara optimal, seperti rendahnya disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab, menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Meskipun pendidikan karakter telah banyak dikaji, penelitian yang menguji secara empiris pengaruh gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa SMP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran gaya mengajar guru, pembentukan karakter siswa, serta pengaruh gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 4 Batang Anai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 120 siswa yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis dengan korelasi Product Moment dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya mengajar guru dan pembentukan karakter siswa sama-sama berada pada kategori baik dengan skor rata-rata masing-masing 76,82 dan 79,45. Nilai korelasi sebesar r = 0,612 dengan signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan, sedangkan koefisien determinasi sebesar 37,5% menunjukkan kontribusi gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya mengajar yang demokratis dan interaktif dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan karakter serta menjadi dasar pengembangan praktik pembelajaran yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter siswa.