Achmad Abubakar
STAI Imam Asy Syafii Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERPRETASI QS. AL-A‘RĀF [7]: 56 SEBAGAI LANDASAN NORMATIF PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF DALĀLAH MAFHŪM Ida Mawaddah Ahmad Ima Ahmad; Achmad Abubakar; Muhsin Mahfudz
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alfawatih.v7i1.19880

Abstract

Artikel ini bermula dari kesadaran bahwa pemahaman ayat-ayat. Al-Qur'an yang berhenti, pada makna literal (dalālah manṭūq) memiliki keterbatasan dalam menanggapi isu-isu ekologi kontemporer yang semakin kompleks. QS. al-A'rāf [7]: 56 telah lama ditafsirkan sebagai larangan normatif terhadap perusakan lingkungan, namun belum banyak dipelajari melalui pendekatan metodologis ushul fiqh, khususnya dalālah mafhūm. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dalālah mafhūm dalam QS. al-A'rāf [7]: 56 dan mengungkap implikasi normatifnya terhadap isu-isu ekologi kontemporer. Metode yang digunakan adalah riset pustaka. dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui tinjauan literatur tafsir dan ushul fiqh yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa ba‘da iṣlāḥihā berfungsi sebagai qayyid yang membuka ruang bagi makna implisit melalui mafhūm muwāfaqah dan mafhūm mukhālafah. Dalam hal mafhūm .muwāfaqah, ayat ini menegaskan larangan yang lebih kuat terhadap bentuk-bentuk penghancuran sistemik dan masif, sedangkan dalam hal mafhūm mukhālafah, ayat ini menyiratkan kewajiban untuk melaksanakan islāḥ ketika bumi telah rusak. Kesimpulannya, penerapan dalālah mafhūm dalam QS. Al.-A'rāf [7]: 56 menegaskan bahwa Al-Qur'an tidak hanya melarang penghancuran, tetapi juga memerintahkan perbaikan lingkungan secara aktif sebagai tanggung jawab normatif dan etis umat manusia.