Donni A. Nainggolan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asesmen Berkelanjutan Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris di SMP Swasta Muhammadyah Bandar, Kabupaten Simalungun Dumaris E. Silalahi; Melda V. Munthe; Lydia Purba; Donni A. Nainggolan; Herlina H. Sianipar; Rick Hunter Simanungkalit
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1875

Abstract

Assesmen berkelanjutan adalah aktivitas yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur perkembangan proses belajar yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Asesmen dapat dikenal dengan istilah sumatif dan formatif. Pelaksanaan pengabdian ini merupakan realisasi indikator pendukung utama (IKU) perguruan tinggi (PT). Pengabdian pada masyarakat (PKM) sesuai dengan IKU 3 yaitu dosen berkegiatan diluar kampus. Metode yang diterapkan dalam PKM ini adalah metode pendidikan kepada masyarakat. Assesment berkelanjutan atau yang sering dikenal dengan istilah sustainable assessment merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Berbagai aspek yang dewasa ini dibelaki terhadap peserta didik melalui materi ajar dengan tujuan untuk mewujudkan peserta didik yang handal. Pembekalan itu dibubuhi untuk dapat memiliki ciri berfikir tingkat tinggi dengan istilah HOTs, berfikir kritis (critical thinking), Berfikir kreatif (creative thinking), Analitis, Inovatif, dan sebagainya. Semua hal itu dengan tujuan menjadikan peserta didik untuk siap kompetitive menghadapi dan menjalani perubahan global (global change). Disamping pembelajaran, kesemua aspek itu harus dilatihkan, diukur, dan dievaluasi secera continue. Hal ini disebutlah dengan assessment berkelanjutan. Hasil pelaksanaan PkM ini mengemukan bahwa assessment berkelanjutan yang didesain oleh guru secara inovatif sesuai kebutuhan peserta didik dapat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran dan menjadikan peserta didik menjasi insan yang analitis, kreatif, dan inovatif serta merasa nyaman dengan kondisi pembelajaran karena selalu terkontaminasi dengan problem solving.