Moch Akbar Maulana
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etnis Tionghoa dan Konflik Sosial di Surakarta: Analisis Historis Kerusuhan 1998 Moch Akbar Maulana
Jurnal Sejarah Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sejarah Indonesia
Publisher : Perkumpulan Program Studi Sejarah Se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62924/jsi.v9i1.47561

Abstract

This study examines the May 1998 riots in Surakarta by focusing on their causes, dynamics, and impacts on the Chinese Indonesian community. The monetary crisis that began in late 1997 triggered economic instability, mass unemployment, and social unrest, which escalated into large-scale riots. The Chinese Indonesians became the main targets of looting, arson, and physical as well as sexual violence, leaving deep psychological trauma and significant material losses. This research employs historical methodology through four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Primary sources consist of local newspapers (Solopos and Suara Merdeka), supported by secondary sources such as books and academic journals. The findings reveal that the Surakarta riots were not merely spontaneous incidents but were closely linked to the discriminatory policies of the New Order, socioeconomic disparities, and the state’s failure to protect minority groups. After the riots, the Chinese community faced long-term challenges, including loss of security, distrust toward the government, and economic collapse. However, community-based reconciliation efforts, such as those in Surakarta’s Chinatown, played a role in rebuilding social harmony. This study highlights the importance of both structural and cultural approaches in preventing the recurrence of similar ethnic conflicts in the future.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pestisida Nabati Berbasis Daun Singkong untuk Pemeliharaan TOGA di Desa Meteseh Moch Akbar Maulana; Izma Noor Aulia; Sella Stephanie; Ambar Setyoningrum; Siti Ridloah; Cikha Marcelia Eka Putri; Erza Saputra; Widiyana Kharisah Gusma Putri; Angga Raksa Rafi Kasali; Aulia Rahma Attika; Achmad Bilal Hamdani
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/6d0n6p27

Abstract

Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme non-target. Di sisi lain, daun singkong yang tersedia cukup melimpah di Dusun Rowosari, Desa Meteseh, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya lokal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan daun singkong sebagai bahan pestisida nabati untuk mendukung pemeliharaan tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode sosialisasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta selama praktik, diskusi dan tanya jawab, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali tahapan pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti tahapan pembuatan pestisida nabati secara langsung dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Peserta juga menunjukkan antusiasme melalui pertanyaan mengenai mekanisme kerja, penggunaan, dan dampak pestisida nabati serta ketertarikan untuk mencoba penerapannya pada tanaman di lingkungan rumah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal melalui pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendukung pemeliharaan TOGA yang lebih ramah lingkungan.