Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI Z DALAM KOPERASI MERAH PUTIH DI KELURAHAN KARANGANYAR GUNUNG SEMARANG C. Tri Widiastuti; Efriyani Sumastuti; Ika Indriasari; Nur Latifah Dwi Mutiara Sari; Risqi Dian Saputra; Eva Yuliana Putri; Na?s Suroyya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1970-1977

Abstract

Rendahnya literasi keuangan pada Generasi Z menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi dalam lembaga keuangan, termasuk koperasi. Kondisi ini juga terjadi di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kota Semarang, di mana minat generasi muda terhadap Koperasi Merah Putih masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi keuangan sebagai strategi dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z dalam koperasi. Metode yang digunakan adalah participatory empowerment, di mana peserta aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan IPTEK, evaluasi, serta keberlanjutan. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang merupakan Generasi Z dengan latar belakang pelajar, mahasiswa, dan pemuda karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi keuangan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar 30%. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi anggota muda koperasi dari 10 orang menjadi 18 orang serta terbentuknya 5 kader literasi keuangan sebagai agen edukasi berkelanjutan. Program ini juga menghasilkan luaran berupa modul literasi keuangan berbasis koperasi dan pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi. Dengan demikian, penguatan literasi keuangan melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi Generasi Z dalam koperasi
Analisis Pengaruh Return On Invesment (ROI), Residual Income (RI), dan Economic Value Added (EVA) terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023) Nofia Fitri Romadhona; Ika Indriasari; Rita Meiriyanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Investment (ROI), Residual Income (RI), dan Economic Value Added (EVA) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan selama periode pengamatan, sehingga diperoleh 15 perusahaan dengan total 75 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 26, disertai pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROI memiliki koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,275. RI juga memiliki koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,695. Sementara itu, EVA memiliki koefisien positif dan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,012. Nilai adjusted R square sebesar 0,073 menunjukkan bahwa ROI, RI, dan EVA mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 7,3%, sedangkan 92,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa penciptaan nilai ekonomi setelah memperhitungkan biaya modal lebih relevan dalam menjelaskan nilai perusahaan retail dibandingkan ukuran pengembalian investasi dan laba residu.
Model Literasi Keuangan–Business Saving sebagai Dasar Penyusunan Blueprint Intervensi Digital UMKM Efriyani Sumastuti; C. Tri Widiastuti; Ika Indriasari; Antono Herry Purnomo Adhi; Ali Imron; Rizka Ariyanti
Solusi Vol. 24 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i2.14105

Abstract

UMKM sering menghadapi keterbatasan pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, dan kesiapan adopsi digital, sehingga rentan terhadap guncangan dan penurunan keberlanjutan usaha. Studi ini penting dilakukan karena intervensi yang dirancang perlu berbasis bukti mengenai mekanisme yang paling berpengaruh, agar program peningkatan literasi dan digitalisasi  dapat dioperasionalkan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model literasi keuangan–business saving sebagai dasar penyusunan blueprint intervensi digital UMKM. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari pelaku UMKM melalui survei kuesioner. Literasi keuangan diukur melalui kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, melakukan pencatatan transaksi, merencanakan arus kas, menyusun anggaran, serta memahami pemanfaatan produk keuangan manual maupun digital. Business saving merepresentasikan kebiasaan menyisihkan dana usaha, pembentukan dana cadangan, penetapan target jumlah yang ditabung, aturan penggunaan, dan orientasi reinvestasi. Adopsi digital keuangan mengukur penggunaan pembayaran dan transfer digital serta pencatatan digital sederhana dalam aktivitas usaha. Keberlanjutan usaha menggambarkan ketahanan terhadap guncangan, stabilitas operasional, kemampuan adaptasi, serta orientasi keberlanjutan. Analisis dilakukan menggunakan PLS-SEM untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar konstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam mendorong business saving dan memperkuat keberlanjutan usaha, dan business saving menjadi jalur mediasi utama bagaimana literasi keuangan dapat meningkatkan ketahanan usaha. Adopsi digital keuangan tidak selalu berkorelasi positif terhadap keberlanjutan, sehingga penerapan aspek digital perlu mempertimbangkan kesiapan dan konteks operasional UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa blueprint intervensi sebaiknya memprioritaskan literasi keuangan terapan dan pembentukan tabungan usaha, sedangkan komponen digital diposisikan sebagai enabler sederhana untuk monitoring dan pencatatan agar tidak menambah beban kompleksitas serta biaya bagi UMKM.