Elika Megi
Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi tentang Realitas Kerajaan Seribu Tahun Kaum Postmilenialisme dari Perspektif Eskatologis Misi Kristen Leniwan Darmawati Gea; Romelus Blegur; Juliasmi Juliasmi; Elika Megi
Davar : Jurnal Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v7i1.219

Abstract

Abstract The reality of the millennial Kingdom has now given rise to various approaches that tend to disagree with one another, one of which is postmillennialism. The purpose of this study is to investigate the main ideas of postmillennialists about the millennial Kingdom in relation to evangelism and the progress of civilization as its manifestation in the eschatological perspective of Christian mission. The method used in this study is the library research method. The results of this study are that evangelism to all nations is the responsibility of believers with an eschatological dimension, but the Bible reveals that not everyone will believe and become Christians. In addition, the Millennial Kingdom is spiritual or symbolic and is a reality that believers are experiencing amidst the reality of a world that is heading towards its misery. Another point is that the Kingdom of God does not depend on the progress of civilization, because the Kingdom comes from God. Therefore, the mission must be carried out with full responsibility, but not oriented towards such speculations.   Key words: christian mission, eschatology, millennial Kingdom, postmillennialism   Abstrak Realitas Kerajaan seribu tahun kini menimbulkan berbagai pendekatan yang cenderung tidak sepakat antara satu dengan yang lainnya, salah satunya adalah postmilenialisme. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pokok pikiran kaum postmilenialisme tentang Kerajaan seribu tahun dalam kaitan dengan penginjilan dan kemajuan peradaban sebagai perwujudannya dalam perspektif eskatologis misi Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penginjilan kepada semua bangsa merupakan tanggung jawab orang percaya yang berdimensi eskatologis, namun Alkitab mengungkapkan bahwa tidak semua orang akan percaya dan menjadi Kristen. Selain itu Kerajaan Seribu Tahun bersifat rohani atau simbolis dan merupakan kenyataan yang sedang dialami oleh orang percaya di tengah realitas dunia yang sedang menuju kedusahannya. Pokok lainnya adalah bahwa, Kerajaan Allah tidak bergantung pada kemajuan peradaban, sebab Kerajaan itu berasal dari Allah. Dengan demikian, maka misi haruslah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tetapi tidak berorientasi pada spekulasi-spekulasi yang demikian.   Kata kunci: misi Kristen, eskatologi, Kerajaan seribu tahun, postmilenialisme
Mengembangkan Pengetahuan Anak Sekolah Minggu tentang Cerita Alkitab Melalui Alat Peraga Romelus Blegur; Eni Loda Mbinu; Elika Megi; Jufen Ledo
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Pengajaran Teologi, Pelayanan Gereja, dan Pengembangan Spiritualitas
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

anak memerlukan cara-cara penyampaian yang menarik minat mereka, serta tidak monoton dan membosankan. Untuk mengatasai hal tersebut maka diperlukan kreatifitas dalam mengajar anak. Tujuan kegiatan ini adalah selain mengaktualisasikan cara mengajar anak secara kreatif, tetapi juga secara langsung memperkenalkan metode mengajar anak secara kreatif dan inovatif. Terkait itu maka beberapa pola pengajaran yang diterapkan adalah gelang Injil, kreasi dari kertas origami, panggung boneka, dan cerita bergambar. Metode dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksaan program, serta analisis dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak mudah menangkap dan mengingat pesan-pesan Injil yang disampaikan melalui alat peraga. Selain itu mereka memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran yang melibatkan mereka, serta tidak bosan sebab pengajaran yang dilakukan menarik dan interaktif, sehingga tidak monoton dan membosankan. Kegiatan tersebut mendapat respon yang baik dari anak-anak yang memperoleh pengajaran maupun gereja secara institusional.