Davar: Jurnal Teologi
Vol. 7 No. 1 (2026): Juni

Studi tentang Realitas Kerajaan Seribu Tahun Kaum Postmilenialisme dari Perspektif Eskatologis Misi Kristen

Leniwan Darmawati Gea (Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak)
Romelus Blegur (Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak)
Juliasmi Juliasmi (Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak)
Elika Megi (Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2026

Abstract

Abstract The reality of the millennial Kingdom has now given rise to various approaches that tend to disagree with one another, one of which is postmillennialism. The purpose of this study is to investigate the main ideas of postmillennialists about the millennial Kingdom in relation to evangelism and the progress of civilization as its manifestation in the eschatological perspective of Christian mission. The method used in this study is the library research method. The results of this study are that evangelism to all nations is the responsibility of believers with an eschatological dimension, but the Bible reveals that not everyone will believe and become Christians. In addition, the Millennial Kingdom is spiritual or symbolic and is a reality that believers are experiencing amidst the reality of a world that is heading towards its misery. Another point is that the Kingdom of God does not depend on the progress of civilization, because the Kingdom comes from God. Therefore, the mission must be carried out with full responsibility, but not oriented towards such speculations.   Key words: christian mission, eschatology, millennial Kingdom, postmillennialism   Abstrak Realitas Kerajaan seribu tahun kini menimbulkan berbagai pendekatan yang cenderung tidak sepakat antara satu dengan yang lainnya, salah satunya adalah postmilenialisme. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pokok pikiran kaum postmilenialisme tentang Kerajaan seribu tahun dalam kaitan dengan penginjilan dan kemajuan peradaban sebagai perwujudannya dalam perspektif eskatologis misi Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penginjilan kepada semua bangsa merupakan tanggung jawab orang percaya yang berdimensi eskatologis, namun Alkitab mengungkapkan bahwa tidak semua orang akan percaya dan menjadi Kristen. Selain itu Kerajaan Seribu Tahun bersifat rohani atau simbolis dan merupakan kenyataan yang sedang dialami oleh orang percaya di tengah realitas dunia yang sedang menuju kedusahannya. Pokok lainnya adalah bahwa, Kerajaan Allah tidak bergantung pada kemajuan peradaban, sebab Kerajaan itu berasal dari Allah. Dengan demikian, maka misi haruslah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tetapi tidak berorientasi pada spekulasi-spekulasi yang demikian.   Kata kunci: misi Kristen, eskatologi, Kerajaan seribu tahun, postmilenialisme

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

DJT

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Other

Description

Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: ...