Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRESUPOSISI PADA DESKRIPSI PRODUK SUPLEMEN PELANGSING TUBUH DI SHOPEE DAN KONTRADIKSINYA DENGAN ULASAN PEMBELI Tri Maelani
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis presuposisi yang terdapat pada deskripsi produk pelangsing tubuh yang dijual di platform Shopee. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kontradiksi presuposisi deskripsi produk pelangsing tubuh dengan ulasan pembeli khususnya ualsan yang berkategori bintang 1-2. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sementara itu, meotode yang digunakan adalah deskriptif. Data penelitian berupa deskripsi produk dari enam produk suplemen pelangsing tubuh yang dijual di Shopee. Produk-produk yang dipilih adalah produk yang memiliki jumlah transaksi pembelian lebih dari 10.000 dan memiliki ulasan lebih dari 1.000. selain itu, ulasan berkataegori bintang 1-2 dari tiap produk tersebut juga dijadikan data penelitian. Analisi data dilakukan dengan mengidentifikasi jenis-jenis presuposisi dengan mengacu teori George Yule. Selanjutnya, dilakukan analisis perbandingan antara presuposisi deskripsi produk suplemen pelangsing dengan ulasan pembeli yang berbintang 1–2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis presuposisi yang digunakan dalam deskripsi produk, yaitu presuposisi leksikal dengan jumlah 27 data, eksistensial berjumlah 6 data, dan struktural yang berjumlah 4data. Dengan demikian, total presuposisi yang ditemukan berjumlah 37 dengan presuposisi leksikal sebagai dominanya. Kemudian, hasil analis perbandingan deskripsi produk suplemen pelangsingn tubuh dengan ulasan pembeli berbintang 1-2 menunjukkan bahwa terdapat kontradiksi. Sebagian besar deskripsi produk yang mengandung klaim perubahan kondisi, seperti penurunan berat badan, pengurangan lemak, dan penekanan nafsu makan, berkontradiksi dengan ulasan pembeli berbintang 1-2.
Gerakan Literasi Sekolah melalui Literasi Berjalan Berbasis Bahasa, Numerasi, Sains, dan Teknologi di SMPN 1 Secang Risma Della Luna; Ulya Nurul Chasanah; Inayatu Listiya Ningsih; Nur Nuzula Ramadani; Tri Maelani; Molas Warsi Nugraheni; Saftihannu Nurrahman
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 3 No. 3 (2026): September: Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v3i3.3601

Abstract

School-based literacy can be fostered not only through classroom instruction but also by utilizing the physical school environment as an informal learning space. Observations at SMP Negeri 1 Secang revealed that the use of school corridors to convey educational information was suboptimal, highlighting the need for literacy resources that are easily accessible to students during their daily routines. This community service initiative aimed to transform school corridors into informal literacy spaces through the "Literasi Berjalan" program and to provide educational visual materials that encourage habitual literacy engagement among students. A service-learning approach was employed for this initiative, which was executed in four stages adapted from the ADDIE model: preparation, design and planning, implementation, and evaluation. Evaluation was conducted using a descriptive-qualitative method, involving observations of student responses and interactions, alongside the collection of feedback from both teachers and students. The initiative resulted in the creation and installation of 14 hanging information boards across various school corridors, featuring content categorized into five areas: language, numeracy, science, technology, and motivation/general knowledge. Information was presented in a concise, simple format incorporating visual elements, in accordance with Cognitive Load Theory principles. These hanging information boards provide students with independent access to educational content outside the classroom and contribute to a more information-rich school environment.