Molas Warsi Nugraheni
Universitas Tidar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tembang Dolanan sebagai Konservasi Pendidikan Karakter pada Komunitas Bocah Playon di Pasar Papringan Temanggung Molas Warsi Nugraheni; Buntara Adi Purwanto
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 2, No 2 (2019): Indonesian Journal of Education and Learning
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v2i2.1089

Abstract

Tembang dolanan sebagai  warisan sastra lisan, merupakan tembang anak-anak yang banyak mengandung amanah namun kini semakin surut bahkan hampir punah keberadaannya. Hal ini diakibatkan oleh semakin berkembangnya teknologi informasi yang banyak merenggut hak-hak bermain anak-anak. Anak-anak saat ini cenderung  lebih suka bermain dengan Gadgetnya dari pada bersosial dengan teman-temannya. Padahal, dalam tembang dolanan, anak diajarkan untuk banyak bergaul dengan teman-temannya, bereksplorasi dengan alam, beribadah, bersyukur, dan besikap santun. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pendidikan karakter anak di kawasan Pasar Tradisional Papringan. Penelitian ini berjenis penelitian Tindakan yang diaplikasikan pada kelompok anak Pasar Paringan Desa Ndadiprono Kecamatan Kedu Kabupaten temanggung. Responden adalah kumpulan anak pedagang dan pengunjung pasar Papringan. Hasil penelitian dengan tembang dolanan yang diaplikasikan pada kelompok anak Desa Ngadiprono ini adalah, 1) Intensitas bicara kasar anak berkurang, 2) Mengurangi bulying antar teman, 3) Tidak ada batasan gender untuk bermain, 4) Anak semakin kreatif dan produktif, 5) Anak lebih menghargai orang tua, 6) Anak mulai menggunakan bahasa kromo untuk bercakap-cakap dengan orang tua. Dengan demikian, penelitian ini signifikan dalam peningkatan pendidikan karakter anak dan dapat terimplisit dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Fungsi, Peran, dan Kategori Sintaksis pada Teks Cerita dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Kurikulum Merdeka Ulfi Akhyatussyifa; Athia Az-zakia Anwar; Amrina Rosyada; Aminatul Fitroh; Asep Purwo Yudi Utomo; Molas Warsi Nugraheni
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i1.504

Abstract

The study was created to analyze the function, role, and syntax category in the sentences in story texts used in the Indonesian language textbook for class VIII junior high school independent curriculum. The data analysis technique used in this study is a billing technique with a theoretical language approach that focuses on each of the grammatical elements in sentence formation. The data on this analysis is the function, role, and syntax category in direct sentences and indirect sentences. The data source is two-story texts entitled "Parki and Egg Allergies" and "Uncle Tom's Magic Box" of the Indonesian language textbook for class VIII junior high school independent curriculum. Research has revealed five syntax functions (subjects, predicates, objects, appendages, and references), revealed a variety of syntax roles that do not always occupy the same function (the perpetrator, activity, target, driver, status, circumstances, time, tools, locative, and result), then found ten syntactic categories (pronouns, nouns, verbs, transitive verbs, intransitive verbs, verbal phrases, nominal phrases, adjective phrases, nominal-adjective phrases, and prepositional phrases). It is hoped that more variations of syntax functions, roles, and categories based on the findings of the research conducted.
Mitos Pacul Suru dan Rigen dari Perspektif Antropologi Sastra (Studi Etnografi di Wilayah Gunung Sumbing) Molas Warsi Nugraheni; Buntara Adi Purwanto
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitos merupakan bagian dari sastra lisan yang erat kaitannya dengan budaya. Tanda dalam mitos penting untuk diungkapkan agar masyarakat mengetahui makna dibalik tanda atau simbol tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan simbol dalam mitos peralatan hidup dan teknologi masyarakat di kaki Gunung Sumbing. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik etnografi. Data berupa mitos peralatan pertanian yaitu pacul suru dan rigen (tempat menjemur tembakau). Sumber data adalah masyarakat di wilayah Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung. Data diperoleh dengan wawancata, dokumentasi, dan observasi. Validitas menggunakan teknik triangulasi data. Penelitian ini menghasilkan data berupa alat pertanian di wilayah Gunung Sumbing yaitu cangkul suru dan rigen merupakan hasil cipta dan inovasi Ki Ageng Makukuhan selama berdakwah di wilayah Dulangmas. Pacul memiliki simbol kekuatan gan kegigihan masyarakat di wilayah Gunung Sumbing. Adapun rigen merupakan alat menjemur tembakau yang dipercaya sebagai kendaraan Ki Ageng Makukuhan. Simbol dalam alat pertanian ini bermakna kesederhanaan serta kebersamaan masyarakat
Mitos Nyi Gadung Melati sebagai Manifestasi Budaya di Gunung Merapi Molas Warsi Nugraheni
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 2 No. 2 November (2025): Vol. 2 No. 2 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyi Gadung Melati merupakan sosok mitologi yang populer di wilayah Gunung Merapi. Digambarkan sebagai sosok wanita cantik berbusana serba hijau, tokoh mitologi ini berfungsi sebagai pemelihara tumbuhan di Wilayah Merapi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud budaya yang terdapat dalam mitos Nyi Gadung Melati. Penelitian ini berjenis kualitatif etnografis dengan seting penelitian di Gunung Merapi yang mencakup Kabupaten Sleman DIY, dan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Desain analisis menerapkan multiteori yaitu analisis budaya menggunakan teori Koentjarningrat, dan analisis mitos menggunakan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tujuh unsur budaya yang terdapat dalam mitos Nyi Gadung Melati, yaitu sistem pengetahuan, sosial, mata pencaharian, bahasa, religi, kesenian, dan peralatan hidup/ teknologi. Adapun analisis mitos mengungkkapkan bahwa Nyi Gadung Melati dihormati karena jasanya merawat kelestarian alam di wilayah Gunung Merapi. Tokoh ini juga memiliki peran yang penting dalam menjaga ketahanan pangan warga, dan melindungi warga dari paceklik. Tokoh ini dijadikan simbol kelestarian alam di wilayah Merapi dan diritualkan oleh setiap pemilik lahan.