Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Pemberian Close Kinetic Chain Dan Open Kinetic Chain Terhadap Aktivitas Fungsional Pada Penderita Osteoarthritis Fariska Oktaviana; Asyhara Naela Arifin; Hilmi Zadah Faidullah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis lutut merupakan salah satu kondisi degeneratif yang sering dialami lansia dan menyebabkan penurunan aktivitas fungsional. Latihan fisioterapi seperti Close Kinetic Chain (CKC) dan Open Kinetic Chain (OKC) umum digunakan untuk meningkatkan fungsi lutut, namun efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan CKC dan OKC terhadap aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan two group pretest-posttest design. Responden berjumlah 20 penderita osteoarthritis lutut yang dibagi menjadi dua kelompok CKC (n=10) dan OKC (n=10). Aktivitas fungsional dinilai menggunakan WOMAC Index sebelum dan sesudah intervensi selama 4 minggu. Analisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kelompok CKC (p=0.000) dan OKC (p=0.000). Namun, uji independent sample t-test menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fungsional lebih besar pada kelompok OKC (15.60 ± 0.843) dibanding CKC (9.60 ± 0.516), dengan p=0.000. Baik Close Kinetic Chain (CKC) dan Open Kinetic Chain (OKC) sama-sama meningkatkan aktivitas fungsional, namun latihan OKC terbukti lebih berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan latihan Open Kinetic Chain (OKC) dan Close Kinetic Chain (CKC) secara teratur atau kombinasi keduanya untuk meningkatkan aktivitas fungsional penderita osteoarthritis lutut.
Hubungan Lama Bekerja dengan Kejadian Computer Vision Syndrome pada Pekerja Pengguna Komputer Rosiana Fajar Setiawan; Hilmi Zadah Faidullah; Razany Fauzia Alboneh
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i1.5692

Abstract

The proliferation of computer use in the professional sphere has heightened the prevalence of occupational health issues, notably Computer Vision Syndrome (CVS). This condition, characterized by ocular and musculoskeletal discomfort, significantly impacts worker productivity and well-being. This study aimed to investigate the relationship between the duration of daily computer work and the incidence of CVS among office workers. A quantitative cross-sectional study was conducted at the Sleman District Health Office, involving 137 employees selected through a total sampling technique. Data were collected using the standardized Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q), and the association between variables was analyzed using the Chi-Square test. The results revealed that 66.4% of participants experienced CVS symptoms. A statistically significant association was found between working for more than four hours per day on a computer and the incidence of CVS (p = 0.008). This finding underscores that prolonged daily computer use is a significant risk factor for developing CVS. The study concludes that limiting continuous screen time and implementing ergonomic interventions are crucial for mitigating the risk of CVS in the modern workplace.