Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN SINGLE LEG BALANCE DAN DUMBBELLS SERTA BALANCE BOARD DAN RESISTANCE BAND TERHADAP CHRONIC ANKLE INSTABILLITY PADA PEMAIN SEPAKBOLA Akbar, Hikmal; Razany Fauzia Alboneh; Shofhal Jamil
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Ankle Instability (CAI) merupakan masalah muskuloskeletal yang sering dialami pemain sepak bola akibat cedera pergelangan kaki berulang. Kondisi ini menurunkan keseimbangan, propriosepsi, serta stabilitas dinamis sehingga mengganggu performa. Latihan keseimbangan dan resistensi diyakini mampu meningkatkan kontrol neuromuskular dan mencegah cedera ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Single Leg Balance dengan Dumbbells dan Balance Board dengan Resistance Band terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain sepak bola dengan CAI serta membandingkan efektivitas keduanya. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment two- group pretest-posttest dengan sampel 20 pemain Persiba Bantul Development usia 15–17 tahun yang dipilih dengan total sampling. Subjek dibagi dalam dua kelompok: Single Leg Balance + Dumbbells dan Balance Board + Resistance Band. Latihan dilakukan 3 kali per minggu selama 4 minggu. Stabilitas ankle diukur dengan Y Balance Test, dianalisis menggunakan uji t-berpasangan dan uji t- independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelompok Single Leg Balance + Dumbbells meningkat dari 420,80 ± 33,783 menjadi 453,50 ± 28,064 (p=0,000). Kelompok Balance Board + Resistance Band meningkat dari 419,80 ± 33,336 menjadi 465,00 ± 31,654 (p=0,000). Hasil perbandingan menunjukkan Balance Board + Resistance Band lebih efektif (p=0,000). Kedua latihan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan stabilitas ankle pada pemain sepak bola dengan CAI, namun Balance Board dengan Resistance Band lebih efektif dibandingkan Single Leg Balance dengan Dumbbells dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi chronic ankle instability pada pemain.
Hubungan Lama Bekerja dengan Kejadian Computer Vision Syndrome pada Pekerja Pengguna Komputer Rosiana Fajar Setiawan; Hilmi Zadah Faidullah; Razany Fauzia Alboneh
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i1.5692

Abstract

The proliferation of computer use in the professional sphere has heightened the prevalence of occupational health issues, notably Computer Vision Syndrome (CVS). This condition, characterized by ocular and musculoskeletal discomfort, significantly impacts worker productivity and well-being. This study aimed to investigate the relationship between the duration of daily computer work and the incidence of CVS among office workers. A quantitative cross-sectional study was conducted at the Sleman District Health Office, involving 137 employees selected through a total sampling technique. Data were collected using the standardized Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q), and the association between variables was analyzed using the Chi-Square test. The results revealed that 66.4% of participants experienced CVS symptoms. A statistically significant association was found between working for more than four hours per day on a computer and the incidence of CVS (p = 0.008). This finding underscores that prolonged daily computer use is a significant risk factor for developing CVS. The study concludes that limiting continuous screen time and implementing ergonomic interventions are crucial for mitigating the risk of CVS in the modern workplace.