Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Peta Terintegrasi dan WebGis sebagai Media Informasi Spasial Nagari Limau Lunggo Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok Rehan Pramudiva Zikri; Dafid Kurniawan; Arif Rahman Fadilah; Khalisya Maulidya Arzila; Setiawati Setiawati
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of accurate and integrated spatial data is a crucial requirement in supporting administration and development planning at the Nagari level. Limau Lunggo Nagari, Lembang Jaya District, Solok Regency, previously did not have a comprehensively documented regional map, particularly regarding Jorong boundaries, land use and distribution of house numbers. This study aims to develop an integrated map and implement it in the form of a Web Geographic Information System (Web GIS) as a spatial information medium. The methods used include participatory data collection through interviews, discussions, and field observations, as well as spatial data processing using ArcGIS with reference to the Indonesian Topographic Map (RBI) and satellite imagery basecamp. The results of the study are in the form of three main maps, namely the jorong administrative boundary map, the land use map, and the distribution map of house numbers. The maps are presented in printed form as information signs and integrated into Google My Maps embedded on the official Nagari website. The implementation of Web GIS allows for interactive and easily accessible data presentation, thus supporting information transparency and spatial data-based decision-making at the Nagari level.
Identifikasi Area Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Menggunakan Citra Sentinel-1A dan Hotspot VIIRS Juana Wangsa Putri; Rehan Pramudiva Zikri
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.113455

Abstract

Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat, disebabkan oleh faktor alam, non-alam, dan manusia. Salah satu bencana yang kerap terjadi di indonesia adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Sumatera. Salah satunya terjadi pada tahun 2023 di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang melanda lahan gambut dan kebun sawit masyarakat. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemanfaatan data geospasial, yaitu citra penginderaan jauh sensor aktif Sentinel-1A dan data hotspot VIIRS NOAA-20 dalam mitigasi bencana karhutla.Hasil penelitian menunjukkan luas area terbakar sebesar 255 hektar berdasarkan nilai threshold -1,377 dB, yang berada dalam area buffer dan dikonfirmasi oleh sebaran 46 titik hotspot VIIRS NOAA-20 yang bertampalan secara spasial dengan area yang diklasifikasikan terbakar. Citra penginderaan jauh sensor aktif dipilih karena dapat memantau area karhutla tanpa terpengaruh oleh gangguan asap. Metode yang digunakan mencakup preprocessing citra SAR (Apply Orbit File, Speckle Filtering, Terrain Correction, dan konversi nilai linear ke dB), perhitungan Radar Burned Difference (RBD), dan validasi dengan sebaran hotspot VIIRS NOAA-20. Validasi data hotspot akan menunjukkan hubungan spasial yang kuat antara nilai RBD negatif dan hotspot yang memperkuat interpretasi hasil pengolahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan area terdampak kebakaran di Silaut dengan overlay zona buffer (375 meter) dari data hotspot VIIRS NOAA-20 yang digunakan sebagai area estimasi luas sebaran kebakaran.