Kualitas pendidikan SMK tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya sarana prasarana, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kerjasama dan inovasi sangat dibutuhkan bagi sekolah kejuruan karena merupakan kunci peningkatan kualitas lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Pendidik sebagai penggerak utama dalam mencetak lulusan yang siap pakai dalam dunia kerja dan industri (DUDI) membutuhkan kompetensi yang memadai dalam memenuhi target capaian tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran lulusan. SMK Tunas Harapan Tangerang memiliki pendidik yang berdedikasi tinggi, namun masih menghadapi tantangan seperti tuntutan Kurikulum Merdeka, tantangan industri 4.0, dan 68% gurunya belum mengikuti pelatihan kolaborasi dan inovasi pembelajaran berbasis IT, serta masih adanya gap skill antar guru sehingga membutuhkan penguatan SDM agar dapat solid. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru melalui membangun kerjasama dalam bekerja dan meningkatlkan keterampilan berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga lebih produktif dan adaptif. PKM dilaksanakan di SMK Tunas Harapan Tangerang, selama tiga hari yaitu 9-11 April 2026 dan diikuti oleh 30 guru. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, workshop, microteaching, role play, dan FGD. Hasil yang diperoleh yaitu dapat meningkatkan kompetensi kerjasama dan inovasi pembelajaran guru SMK Tunas Harapan Tangerang sebesar 25-30%. Model pelatihan inovasi pembelajaran PjBL dan Pendampingan dapat menjadikan guru lebih banyak membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran di kelas, terbentuknya komunitas belajar yang efektif lintas jurusan dan mengubah mindset guru dari bekerja sendiri menjadi bekerja kolaboratif, serta meningkatkan kemitraan dengan DUDI menjadi kunci keberhasilan SMK agar inovasi pembelajaran guru relevan dengan kebutuhan industri serta lulusan yang siap pakai sesuai dengan standar nasional dan DUDI.