Lili Nurlaili
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Self-Efficacy and Quality of Work Life on the Professional Commitment of Lecturers in Pamulang University, Indonesia Saiful Anwar; Sri Utaminingsih; Shella Rachmawaty; Lili Nurlaili; Charlon T. Agos
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Vol 11 No 02 (2025): August 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v11i02.11369

Abstract

This study aims to analyze the influence of self-efficacy and quality of work life on the professional commitment of permanent lecturers at Pamulang University. This study uses a quantitative approach with data analysis techniques using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and SITOREM analysis. The study population includes 1,557 permanent lecturers with the academic position of Assistant Expert, and the sample used is 320 people. The research instruments include questionnaires and expert assessment sheets for SITOREM analysis. The results show that self-efficacy has a significant effect on the professional commitment of lecturers with a coefficient value of 0.650. In addition, the quality of work life also affects the professional commitment of lecturers with a coefficient value of 0.344. The conclusion of this study shows that increasing self-efficacy and quality of work life together can strengthen the professional commitment of lecturers. The implication is that human resource management in higher education needs to be focused on strengthening the psychological factors and work environment of lecturers to improve the performance of the tridharma of higher education optimally.
Penguatan SDM Dalam Membangun Kerjasama Dan Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Di SMK Tunas Harapan Tangerang Imas Masriah; Lili Nurlaili; Aisah Kurniawati
Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Magister Manajemen, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jabdimas.v4i1.361

Abstract

Kualitas pendidikan SMK tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya sarana prasarana, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kerjasama dan inovasi sangat dibutuhkan bagi sekolah kejuruan karena merupakan kunci peningkatan kualitas lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Pendidik sebagai penggerak utama dalam mencetak lulusan yang siap pakai dalam dunia kerja dan industri (DUDI) membutuhkan kompetensi yang memadai dalam memenuhi target capaian tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran lulusan. SMK Tunas Harapan Tangerang memiliki pendidik yang berdedikasi tinggi, namun masih menghadapi tantangan seperti tuntutan Kurikulum Merdeka, tantangan industri 4.0, dan 68% gurunya belum mengikuti pelatihan kolaborasi dan inovasi pembelajaran berbasis IT, serta masih adanya gap skill antar guru sehingga membutuhkan penguatan SDM agar dapat solid. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru melalui membangun kerjasama dalam bekerja dan meningkatlkan keterampilan berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga lebih produktif dan adaptif. PKM dilaksanakan di SMK Tunas Harapan Tangerang, selama tiga hari yaitu 9-11 April 2026 dan diikuti oleh 30 guru. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, workshop, microteaching, role play, dan FGD. Hasil yang diperoleh yaitu dapat meningkatkan kompetensi kerjasama dan inovasi pembelajaran guru SMK Tunas Harapan Tangerang sebesar 25-30%. Model pelatihan inovasi pembelajaran PjBL dan Pendampingan dapat menjadikan guru lebih banyak membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran di kelas, terbentuknya komunitas belajar yang efektif lintas jurusan dan mengubah mindset guru dari bekerja sendiri menjadi bekerja kolaboratif, serta meningkatkan kemitraan dengan DUDI menjadi kunci keberhasilan SMK agar inovasi pembelajaran guru relevan dengan kebutuhan industri serta lulusan yang siap pakai sesuai dengan standar nasional dan DUDI.