Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sintesis Nanopartikel Codoped Ceria Melalui Metode Sol-Gel Menggunakan Ekstrak Jeruk Lemon (Citrus limon) Sebagai Agen Pengkelat Imas Masriah; Arie Hardian; Dani Gustaman Syarif
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.551 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.16477

Abstract

Ceria dengan dopan ganda (codoped) merupakan salah satu alternatif elektrolit padat untuk sel bahan bakar padatan oksida suhu menengah (Intermediate Temperature – Solid Oxide Fuel Cell, IT-SOFC). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis dan karakterisasi nanopartikel ceria terdoping Gadolinia 10% dan Neodimia 10% dengan metode sol-gel menggunakan asam sitrat atau ekstrak jeruk lemon sebagai agen pengkelat. Ce0,8Gd0,1Nd0,1O1,9 (GNDC1010) telah berhasil disintesis dengan metode sol-gel menggunakan asam sitrat dan ekstrak jeruk lemon dengan variasi pH 5; 7; dan 9. Berdasarkan hasil XRD, pola XRD dari GNDC1010 memiliki kemiripan dengan pola XRD dari struktur fluorit ceria murni (JCPDS ICDD: #00-034-394). Pergeseran 2θ ke arah yang lebih kecil dari pola difraksi GNDC1010 dibandingkan dengan ceria murni mengindikasikan terjadinya ekspansi kisi. Berdasarkan hasil penghalusan (refinement) GNDC1010 hasil sintesis memiliki struktur kubik dengan grup ruang Fm3m dan parameter kisi pada rentang 5,435(1) hingga 5,4438(7) Å. Ukuran kristalit (persamaan Scherrer) GNDC1010 ekstrak berada pada rentang 4,27nm hingga 13,85nm.
Edukasi Dampak Negatif Penggunaan Vape bagi Remaja di Desa Banyumas Stabat, Langkat, Sumatera Utara Miswanda, Dikki; Lestari, Devi; Masriah, Imas; Sebayang, Alexander
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i3.90

Abstract

Penggunaan rokok elektrik atau vape semakin meningkat di kalangan remaja di Indonesia termasuk di wilayah pedesaan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya vape menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan dampak kesehatan yang panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman masyarakat Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, terhadap bahaya penggunaan vape bagi kesehatan. Edukasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam ceramah dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar rata-rata 49,8% yang diukur melalui pre-test dan post-test. Selain itu, perubahan sikap positif juga teridentifikasi, dengan 85% remaja menyatakan komitmen untuk menghindari penggunaan vape. Pendekatan partisipatif dan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran risiko kesehatan di tingkat desa. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi edukasi berbasis komunitas dalam upaya pencegahan penggunaan vape di lingkungan masyarakat.
Reevaluasi Miskonsepsi Struktur Atom Dan Partikel Subatom Serta Implikasinya Terhadap Pemahaman Ilmiah: Studi Literatur Moneteringtyas, Prisca Caesa; Meidita Kemala Sari; Inten Pangestika; Dini Novi Rohmah; Imas Masriah
Journal of Chemistry Sciences and Education Vol 2 No 01 (2025): Journal of Chemistry Sciences and Education
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jcse.v2i01.229

Abstract

Misconceptions about atomic structure and subatomic particles are a systemic issue in chemistry education, hindering the understanding of advanced concepts and limiting critical thinking. This study aims to identify common misconceptions, explore their root causes, and propose effective corrective strategies. A literature review of 20 peer-reviewed articles was conducted using thematic analysis across three main focuses. Findings reveal that deterministic views of the Bohr model, confusion over technical terms, and misinterpretation of symbolic representations are the most prevalent misconceptions. These stem from unadaptive teaching methods, cognitive limitations, and misleading visuals. Effective remedies include cognitive conflict, dynamic visualizations, and historical-metacognitive approaches to support conceptual change and deepen scientific understanding.
Jurnal Review: Potensi Biji Kebiul (Caesalpinia bonduc) sebagai Bahan Baku Minuman Herbal Fungsional Inten Pangestika; Imas Masriah; Prisca Caesa Moneteringtyas; Efriyana Oksal; Shally Sapitri
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i1.2363

Abstract

Masyarakat Indonesia secara turun-temurun telah mempercayai dan menggunakan tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Tanaman herbal tersebut disajikan dengan cara yang sederhana seperti diseduh dan diminum untuk mengobati berbagai masalah kesehatan ataupun untuk memelihara kesehatan tubuh. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai minuman herbal adalah biji kebiul (Caesalpinia bonduc) karena berbagai penelitian telah membuktikan bahwa biji kebiul memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria, antibakteri, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, dan lain-lain.
A Review on Valorization of Coal Fly Ash into High-Purity Silica: Extraction Methods, Applications, and Future Perspectives Devi Lestari; Imas Masriah
Research in Chemical Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): Research in Chemical Engineering
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal fly ash (CFA), a by-product of coal combustion, contains high silica (SiO₂) content and is continuously generated, making it a promising secondary source of silica. Efficient extraction of silica from CFA can support sustainable material utilization, reduce industrial waste, and align with circular economy principles. This review analyzes recent advances in CFA-derived silica, focusing on extraction techniques, structural characteristics, applications, sustainability, and future prospects. Techniques examined include alkaline leaching, acid dissolution, alkali fusion, sol–gel processing, hydrothermal activation, and emerging biological and process-intensified methods such as ultrasonic treatment and ZnO sintering. Key factors such as CFA composition, Si/Al ratio, and amorphous content are discussed for their influence on extraction efficiency. Recovery efficiencies of CFA-derived silica vary from 38% to over 93%, with cascaded processes achieving purities up to 99%. Structural forms range from amorphous nanoparticles to ordered mesoporous frameworks, enabling applications in construction, catalysis, environmental remediation, energy storage, and biomedicine. Life cycle assessments show that CFA valorization significantly reduces CO₂ emissions compared to conventional quartz-based silica production. Limitations include feedstock heterogeneity, reagent consumption, and economic feasibility. CFA-derived silica offers a sustainable route for industrial waste mitigation while providing high-purity silica for advanced applications. Future research should focus on greener hybrid extraction methods, process standardization, and application-driven material design, supported by regulatory and cross-sector collaboration.
SOSIALISASI BERMEDIA SOSIAL YANG HUMANIS BAGI GURU DAN ORANG TUA SISWA Hendri Hendri; Moh Khoiri; Herdi Wisman Jaya; Imas Masriah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1932

Abstract

AbstrakMedia social (social media) saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarat. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakan social media untuk mengakses segala sesuatunya. Dengan social media segala informasi dapat diakses dengan mudah cepat. Dan sinilah masyakat mulai memanfaatkan perkembangan media digital ini sebagain alat intraksi komunikasi social dengan yang lainnya: berbagi ilmu pengetahuan, lewat tulisan, gambar, video dan lainnya melalui media social berbasis digital. Media social seperti candu bagi kehidupan masyarakat, bahkan karenanya tidak segan-segang masyarakat untuk mengeluarkan biaya besar. Ini yang harus menjadi sorotan kita bersama, bahwa ketergantungan masyarakat pada media social memberikan berbagai macam dampak: positif dan juga negative. Dampak positif, artinya masyarakat dapat dengan baik menggunakan social media. Sedangkan dampak negatif adalah kecenderungan masyarakat hanya mampu menggunakan saja, tanpa memahami fungsi dari tujuan yang sebenarnya, dan hasilnya pun dapat merugikan orang lain, terlebih dirinya sendiri. Hal ini yang dirasa perlu oleh kita (tiem PkM) untuk disosialisasikan bagaimana bersosial media yang humanis bagi masyarakat, orang tua siswa termasuk guru-guru SMPN 9 Tangerang Selatan. Melalui sosialisasi ini akan ada banyak trik dan tip dalam menghadapi masalah yang sering ditemukan dilingkungan dalam komunikasi kehidupan sosial guru dan orang tua di sekolah salah satunya dengan kebijakan sekolah.Kata kunci: Media, Sosial, Humanis AbstractSocial media (social media) is currently a basic need of society. Almost all levels of society use social media to access everything. With social media all information can be accessed easily and quickly. And this is where the community begins to take advantage of the development of digital media as a means of social communication interaction with others: sharing knowledge, through writing, pictures, videos and others through digital-based social media. Social media is like an opium for people's lives, and because of that, people don't hesitate to spend big money. This should be our common spotlight, that people's dependence on social media has various impacts: positive and negative. Positive impact, meaning that people can use social media well. While the negative impact is the tendency of people to only be able to use it, without understanding the function of its true purpose, and the results can be detrimental to others, especially themselves. This is what we (the PkM team) feel is necessary to socialize on how to socialize humane media for the community, parents of students, including the teachers of SMPN 9 South Tangerang. Through this socialization, there will be many tricks and tips in dealing with problems that are often found in the environment in the communication of the social life of teachers and parents at school, one of which is school policy.Keywords: Media, Social, Humanist
Smart People Smart Ethics Seni Berorganisasi dalam Genggaman Gadget Lili Nurlaili; Imas Masriah; Arkayah Pachelina; Fauziah Syafira Alfaini; Keken Thalia; Muhammad Hilmy Naufal; Poppy Octamelinia; Sahri Robi; Yanuarius Manggur
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/436wa910

Abstract

The digital age demands that Islamic boarding school students not only be proficient in religious studies but also skilled in managing organizations through information technology. This community service activity aims to equip students at the Al-Kaffah Islamic Boarding School with the concepts of “Smart People and Smart Ethics in running gadget-based organizations.” The primary issues identified were the still-predominantly consumptive use of gadgets and a lack of digital communication ethics in formal organizational coordination. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through stages of digital ethics socialization, delivered via training sessions for the students. The expected outcome of this initiative is to enhance the students’ awareness of positioning gadgets as tools to support da’wah and organizational activities, rather than merely as entertainment devices. The students began adopting the “Smart People” principle, meaning they should not only be skilled in using gadgets but must also be wise users—such as using polite language when coordinating in digital chat groups. This activity concludes that empowering students through civilized digital literacy is key to shaping future leaders who are ready to face the challenges of the times without losing their identity as students in the future. 
Penerapan Teknologi Pupuk Organik Limbah Jagung untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Nari Gunung Satu, Kabupaten Karo, Sumatera Utara Dikki Miswanda; Devi Lestari; Imas Masriah; Mustafid Amna Rambey; Ayu Syufiatun Br Tarigan
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.135

Abstract

Desa Nari Gunung Satu di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, memiliki potensi pertanian tinggi pada komoditas salak dan jagung, namun masih menghadapi permasalahan ketergantungan terhadap pupuk kimia serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian. Limbah jagung seperti kulit, batang, dan tongkol selama ini dibakar atau dibuang, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan pemborosan sumber daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbasis limbah jagung menggunakan teknologi fermentasi Effective Microorganism 4 (EM4). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pre-test, pelatihan teori dan praktik, pendampingan teknis, serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai rata-rata pre-test 42,7 dan post-test 86,7. Selain meningkatkan kompetensi teknis petani dalam pembuatan pupuk organik, program ini juga mendorong kemandirian kelompok tani dalam mengelola limbah pertanian secara produktif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas petani salak menuju pertanian sirkular yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat lokal.
Penguatan SDM Dalam Membangun Kerjasama Dan Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Di SMK Tunas Harapan Tangerang Imas Masriah; Lili Nurlaili; Aisah Kurniawati
Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Magister Manajemen, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jabdimas.v4i1.361

Abstract

Kualitas pendidikan SMK tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya sarana prasarana, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kerjasama dan inovasi sangat dibutuhkan bagi sekolah kejuruan karena merupakan kunci peningkatan kualitas lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Pendidik sebagai penggerak utama dalam mencetak lulusan yang siap pakai dalam dunia kerja dan industri (DUDI) membutuhkan kompetensi yang memadai dalam memenuhi target capaian tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran lulusan. SMK Tunas Harapan Tangerang memiliki pendidik yang berdedikasi tinggi, namun masih menghadapi tantangan seperti tuntutan Kurikulum Merdeka, tantangan industri 4.0, dan 68% gurunya belum mengikuti pelatihan kolaborasi dan inovasi pembelajaran berbasis IT, serta masih adanya gap skill antar guru sehingga membutuhkan penguatan SDM agar dapat solid. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru melalui membangun kerjasama dalam bekerja dan meningkatlkan keterampilan berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga lebih produktif dan adaptif. PKM dilaksanakan di SMK Tunas Harapan Tangerang, selama tiga hari yaitu 9-11 April 2026 dan diikuti oleh 30 guru. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, workshop, microteaching, role play, dan FGD. Hasil yang diperoleh yaitu dapat meningkatkan kompetensi kerjasama dan inovasi pembelajaran guru SMK Tunas Harapan Tangerang sebesar 25-30%. Model pelatihan inovasi pembelajaran PjBL dan Pendampingan dapat menjadikan guru lebih banyak membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran di kelas, terbentuknya komunitas belajar yang efektif lintas jurusan dan mengubah mindset guru dari bekerja sendiri menjadi bekerja kolaboratif, serta meningkatkan kemitraan dengan DUDI menjadi kunci keberhasilan SMK agar inovasi pembelajaran guru relevan dengan kebutuhan industri serta lulusan yang siap pakai sesuai dengan standar nasional dan DUDI.
Hubungan Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, Dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan Di SMK Negeri Kota Tangerang Selatan Wulan Anggraeni; Yulita Pujilestari; Imas Masriah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2679

Abstract

Mutu pendidikan merupakan indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi dan sumber daya manusia. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya organisasi, dan kinerja guru merupakan faktor strategis yang diyakini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan pada SMK Negeri di Kota Tangerang Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 334 guru yang berasal dari delapan SMK Negeri di Kota Tangerang Selatan, dengan sampel sebanyak 182 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja guru memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, kinerja guru memberikan kontribusi yang paling besar terhadap peningkatan mutu pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan di SMK memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang transformasional, budaya organisasi yang kondusif, serta kinerja guru yang profesional. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola sekolah dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan aspek kepemimpinan, budaya organisasi, dan pengembangan profesional guru.