The rapid development of digital technology has transformed the marketing paradigm. However, most Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still face structural barriers, including low digital literacy and passive use of social media. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of 40 MSMEs in utilizing Instagram and TikTok as digital marketing tools to expand market reach and improve sales performance. The implementation method includes situation analysis, problem identification, material preparation, outreach, practical training, intensive mentoring, and quantitative evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed a 51.24% increase in participants' cognitive understanding of digital marketing, with the average score increasing significantly from 56.40 (pre-test) to 85.30 (post-test). In addition, real behavioral changes were achieved in the adoption of official business accounts (from 30% to 100%) and independent digital content production skills (from 25% to 85%). This activity concluded that systematic social media optimization has proven to be an effective, low-cost, and sustainable marketing strategy for accelerating digital transformation and strengthening the competitiveness of MSMEs.Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah paradigma pemasaran namun, sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi hambatan struktural berupa rendahnya literasi digital dan pemanfaatan media sosial yang pasif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 40 pelaku UMKM, dalam memanfaatkan Instagram dan TikTok sebagai sarana pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kinerja penjualan. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, identifikasi masalah, penyusunan materi, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan intensif, serta evaluasi kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta mengenai pemasaran digital sebesar 51,24%, di mana rata-rata nilai naik secara signifikan dari 56,40 (pre-test) menjadi 85,30 (post-test). Selain itu, perubahan perilaku riil tercapai pada adopsi akun bisnis resmi (dari 30% menjadi 100%) dan keterampilan produksi konten digital secara mandiri (dari 25% menjadi 85%). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi media sosial yang sistematis terbukti menjadi strategi pemasaran yang efektif, berbiaya rendah, dan berkelanjutan untuk mengakselerasi transformasi digital serta memperkuat daya saing UMKM