Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Tatakelola Perpustakaan Menggunakan COBIT Pada ITBA Dian Cipta Cendikia Pitrawati; Yuli Syafitri; Sukatmi; Reni Astika
SAINS DAN INFORMATIKA : RESEARCH OF SCIENCE AND INFORMATIC Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Informatika : Research of Science and Informatic
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan wadah yang menjadi gudang ilmu dengan koleksi materi yang menjadi sumber informasi, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman dengan tujuan dan memberikan manfaat layanan fasilitas pembelajaran, penelitian dan pengembangan diri masyarakat. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan ITBA Dian Cipta Cendikia untuk mengetahui tatakelola teknologi informasi. Hal ini bertujuan untuk dapat mengetahui tentang kondisi tatakelola di perpustakaan saat ini yang menjadi sumber pengetahuan mahasiswa ITBA Dian Cipta Cendikia dengan menggunakan COBIT 4.1. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara dan kuisioner dengan narasumber yang telah ditentukan sesuai dengan domain dan Control Objective yang digunakan. Metode analisis data dilakukan beberapa tahap, yaitu penentuan domain, penentuan proses kontrol, penentuan indikator dan pemetaan tingkatkematangan. Hasil rekapitulasi data responden diperoleh 17,00% responden menyatakan bahwa proses pengelolaan data masih rendah, 52,8% responden menyatakan bahwa proses pengelolaan data sedang 30,2% responden menyatakan bahwa proses pengelolaan data kurang. Untuk Rata-rata kinerja pemenuhan Detailed Control Objectives pada DS-11 pengelolaan data sebesar 2, hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pemenuhan kinerja masih cenderung kurang yang artinya tata kelola perpustakaan ITBA Dian Cipta Cendikia sudah hampir memadai tetapi kepuasan responden atas penerapan sistem informasi tata kelola perpustakaan di ITBA Dian Cipta Cendikia masih rendah.
Penerapan Sistem Informasi Pengarsipan Surat Desa Pada Pekon Agung Timur Kabupaten Lampung Tengah Eka Ridhawati; Wulandari Wulandari; Yuri Fitrian; Yuli Syafitri; Muhammad Fadly Arasyid
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v3i2.1326

Abstract

dirasakan sangat besar. Hal ini juga dialami oleh pengelolaan arsip yang memegang peranan penting sebagai sumber informasi, yang bermanfaat sebagai bahan penilaian dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program pengembangan lembaga. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan sistem pengelolaan arsip pada Kantor Balai Desa Agung Timur Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Saat ini pengelolaan arsip surat masih menerapkan pengelolaan manual, sehingga dalam proses pencarian, penyimpanan, dan pengelolaan surat maupun dokumen arsip masih memerlukan waktu dan tenaga yang lebih. Hasil kegiatan pengabdian ini dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi pengarsipan surat pada Kantor Balai Desa Agung Timur meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengolahan surat, serta mempercepat proses pencarian informasi dan pengambilan keputusan
Determining The Priorities for Small and Medium Enterprise Development in Candipuro District Using the Analytical Hierarchy Process (AHP) Method Yuli Syafitri; Reni Astika; Irwandi; Deddy Sulaimawan
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2025): Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AKBA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the priority of SME development strategies in Candipuro Subdistrict, South Lampung, by applying the Analytical Hierarchy Process (AHP) method as a multi-criteria decision-making approach. This study fills the gap in previous studies, which generally only assessed single factors and did not comprehensively integrate capital, marketing, human resources, and technology at the subdistrict level. Data were obtained through expert assessment and analysed using a pairwise comparison matrix. The results showed that capital was the most important criterion in SME development, followed by marketing, human resources, and technology. The strategy of increasing access to capital is considered the top priority alternative, followed by strengthening digital marketing and increasing human resource capacity. All calculations meet the consistency ratio value (CR < 0.1), so the results are considered valid. This emphasises the need for policies to strengthen access to funding and digitalisation of MSMEs as the main focus in local economic development.
SOSIALISASI DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM GAPOKTANHUT KABUPATEN PESAWARAN Yuli Syafitri; Irwandi Irwandi; Deddy Sulaimawan; Reni Astika; Eka Ridhawati
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.1117

Abstract

This Community Service activity aims to improve MSMEs’ understanding and skills in Pesawaran Regency’s GAPOKTANHUT in utilizing digital marketing to expand their product reach. The activity was implemented through outreach, demonstrations, and mentoring on the use of digital platforms. 20 MSMEs from various business types attended the program. The results, measured through pretest and posttest evaluations, showed a significant increase in participants’ understanding, with an average initial score of 46.3 increasing to 81.3 after the activity. These results confirm that the outreach program can improve digital literacy, promotional skills, and MSME readiness to compete in the online marketing era. This activity also positively impacts sales strategies and increases the potential for sustainable MSME turnover.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM GAPOKTANHUT Kabupaten Pesawaran dalam memanfaatkan digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, demonstrasi, serta pendampingan penggunaan platform digital. Program diikuti oleh 20 UMKM dari berbagai jenis usaha. Hasil kegiatan diukur melalui evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai awal 46,3 meningkat menjadi 81,3 setelah kegiatan. Hasil ini menegaskan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan literasi digital, kemampuan promosi, serta kesiapan UMKM untuk bersaing di era pemasaran online. Kegiatan ini juga berdampak positif pada strategi penjualan dan potensi peningkatan omzet UMKM secara berkelanjutan
SOSIALISASI PEMANFAATAN PLATFORM MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN INSTAGRAM SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM Yuli Syafitri; Irwandi Irwandi; Deddy Sulaimawan; Reni Astika; Eka Ridhawati
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2026): SWADIMAS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no2.1377

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed the marketing paradigm. However, most Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still face structural barriers, including low digital literacy and passive use of social media. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of 40 MSMEs in utilizing Instagram and TikTok as digital marketing tools to expand market reach and improve sales performance. The implementation method includes situation analysis, problem identification, material preparation, outreach, practical training, intensive mentoring, and quantitative evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed a 51.24% increase in participants' cognitive understanding of digital marketing, with the average score increasing significantly from 56.40 (pre-test) to 85.30 (post-test). In addition, real behavioral changes were achieved in the adoption of official business accounts (from 30% to 100%) and independent digital content production skills (from 25% to 85%). This activity concluded that systematic social media optimization has proven to be an effective, low-cost, and sustainable marketing strategy for accelerating digital transformation and strengthening the competitiveness of MSMEs.Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah paradigma pemasaran namun, sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi hambatan struktural berupa rendahnya literasi digital dan pemanfaatan media sosial yang pasif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 40 pelaku UMKM, dalam memanfaatkan Instagram dan TikTok sebagai sarana pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kinerja penjualan. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, identifikasi masalah, penyusunan materi, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan intensif, serta evaluasi kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta mengenai pemasaran digital sebesar 51,24%, di mana rata-rata nilai naik secara signifikan dari 56,40 (pre-test) menjadi 85,30 (post-test). Selain itu, perubahan perilaku riil tercapai pada adopsi akun bisnis resmi (dari 30% menjadi 100%) dan keterampilan produksi konten digital secara mandiri (dari 25% menjadi 85%). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi media sosial yang sistematis terbukti menjadi strategi pemasaran yang efektif, berbiaya rendah, dan berkelanjutan untuk mengakselerasi transformasi digital serta memperkuat daya saing UMKM
PELATIHAN IBU-IBU UMKM DALAM MENGELOLA KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA KECIL Irwandi Irwandi; Yuli Syafitri; Reni Astika; Deddy Sulaimawan; Verawati Verawati
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.887

Abstract

The financial management training program for MSMEs aims to improve basic financial skills in recording and managing business finances. A common issue faced by these enterprises, especially those run by housewives, is the lack of separation between personal and business finances, as well as the absence of consistent daily financial records. This program was implemented over one day and involved 20 participants from Jati Indah, Lampung Selatan Village, using participatory training and hands-on practice methods. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test assessments based on five core indicators of financial literacy. Results showed a significant improvement: the average pre-test score of 40.4% increased to 79.2% in the post-test. The most notable progress was observed in the participants' ability to compile cash flow reports and use digital financial applications. Beyond improved understanding, participants began recording daily transactions and creating simple business budgets. This mentoring program proved effective in building good financial habits, supporting business sustainability and competitiveness.Kegiatan pelatihan  pengelolaan keuangan bagi ibu-ibu pelaku UMKM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar dalam mencatat dan mengelola keuangan usaha secara sederhana. Masalah yang sering dihadapi UMKM, khususnya yang dikelola oleh ibu rumah tangga, adalah tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta tidak adanya pencatatan transaksi harian yang konsisten. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari dengan melibatkan 20 peserta dari Kelurahan Jati Indah, Lampung Selatan, melalui metode pelatihan partisipatif dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test pada lima indikator utama literasi keuangan dasar. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: rata-rata skor pre-test sebesar 40,4% meningkat menjadi 79,2% pada post-test. Peningkatan tertinggi terlihat pada kemampuan menyusun laporan kas dan penggunaan aplikasi keuangan digital. Selain peningkatan pemahaman, peserta mulai menerapkan pencatatan harian dan menyusun anggaran usaha secara mandiri. Pelatihan  ini terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha kecil