Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Tepung Kacang Kenari (Canarium Indicum L.) sebagai Bahan Baku Pangan Bergizi: Studi Kandungan Zat Gizi Reski Pebriani; Nani Apriani Natsir Djide
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.939

Abstract

Kacang kenari (Canarium Indicum L.) merupakan komoditas lokal bernilai gizi tinggi yang melimpah di wilayah Indonesia bagian timur, namun pemanfaatannya masih terbatas dan rentan mengalami ketengikan akibat tingginya kadar lemak. Konversi biji kenari menjadi tepung merupakan langkah strategis untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan fleksibilitas aplikasinya dalam industri pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam potensi tepung kacang kenari sebagai bahan baku pangan bergizi melalui analisis komprehensif terhadap kandungan zat gizi makro, mikro, serta komponen senyawa aktif di dalamnya. Metode penelitian diawali dengan preparasi sampel meliputi sortasi, pengeringan oven suhu 50–60°C, penggilingan, dan pengayakan berukuran 80 mesh. Analisis laboratorium dilakukan dalam tiga kali ulangan (Canarium Indicum L) menggunakan metode Kjeldahl untuk pengujian kadar protein, metode gravimetrik untuk serat kasar setelah proses defatting, serta spektrofotometri UV-Vis dengan radikal DPPH untuk evaluasi aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kacang kenari memiliki kandungan protein sebesar 13,12%, serat kasar sebesar 5,26%, dan aktivitas antioksidan yang sangat masif mencapai 3854,75 mg/kg. Proses penepungan memicu efek pemekatan yang meningkatkan kadar protein dibandingkan bentuk kernel utuh (12,611%), sementara kadar serat kasar mengalami penurunan dari bentuk kernel asli (8,459%) akibat pemisahan kulit ari saat pengayakan 80 mesh. Karakteristik ini menghasilkan tepung bertekstur homogen yang ideal untuk formulasi pangan tanpa merusak preferensi sensori. Kelimpahan aktivitas antioksidan didukung oleh retensi senyawa fitokimia alami (tokoferol dan polifenol) serta pembentukan produk reaksi Maillard (melanoidin) selama pengeringan terkontrol. Secara keseluruhan, tepung kacang kenari memiliki potensi besar sebagai bahan baku komposit bergizi tinggi untuk aplikasi pangan fungsional guna mendukung perbaikan gizi dan komersialisasi pangan lokal.
Efektivitas Edukasi Gizi Pada Tenaga Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Anemia Ibu Hamil di Kota Makassar Dinda Tri Lestari; Masdalis Masdalis; Reski Pebriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.949

Abstract

Pemerintah Indonesia saat ini telah berupaya memperbaiki masalah gizi melalui berbagai macam program khususnya program untuk ibu hamil. Program intervensi ibu hamil tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Edukasi tenaga gizi memiliki peran penting dalam pencegahan anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pelatihan gizi tentang anemia terhadap pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan one group pre-post test. Subjek dalam penelitian ini adalah 77 tenaga kesehatan yang melaksanakan program gizi di Puskesmas. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan menunjukkan peningkatan setelah pelatihan. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa pelatihan terkait anemia berpengaruh signifikan sebesar < 0,001 (nilai p < 0,05) terhadap perubahan pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas wilayah Kota Makassar. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan tenaga kesehatan melalui pelatihan gizi tentang pencegahan anemia pada ibu hamil.
Konsumsi Makanan Ultra Proses sebagai Faktor Resiko Kejadian Obesitas pada Remaja Masdalis Masdalis; Husnul Khatimah; Dinda Tri Lestari; Reski Pebriani
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2jzwxn91

Abstract

This study aims to examine the relationship between ultra-processed food consumption and obesity in adolescents. The study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The results, based on statistical tests, showed a relationship between ultra-processed food consumption and obesity (p=0.03). In conclusion, there is a relationship between ultra-processed food consumption and obesity. High consumption of ultra-processed foods contributes to an increased risk of obesity in adolescents.   Keywords: Ultra-Processed Food, Obesity, Adolescents