Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Premenstrual Syndrome dengan Regulasi Emosi Remaja Putri Awal di SMPN 1 Cimalaka: Correlation between Premenstrual Syndrome and Emotional Regulation in Early Adolescent Girls in at SMPN 1 Cimalaka Mutiara Jasmine; Akhmad Faozi; Delli Yulliana Rahmat; Popi Sopiah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.261

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gangguan neuroendokrin yang memicu gejala fisik dan psikologis pada fase luteal siklus menstruasi, yang berpotensi mengganggu kesehatan fisik dan mental serta aktivitas sehari-hari remaja putri awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian PMS dengan regulasi emosi pada siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Metode: Desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan kerangka biopsikososial George L. Engel (1977). Populasi penelitian terdiri dari 346 siswi berusia 11–13 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 199 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), sedangkan kejadian PMS diukur menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Analisis data diawali dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman (p < 0,05) menggunakan perangkat lunak JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi PMS sebagian besar berada pada kategori sedang (54,8%) hingga berat (32,7%), sementara regulasi emosi didominasi kategori rendah (44,7%). Uji korelasi Spearman menunjukkan (r =-0,191; p = 0,007), menunjukan adanya hubungan kejadian PMS dengan regulasi emosi, arah hubungan negatif yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kejadian PMS, semakin rendah regulasi emosi yang dimiliki responden.           Kesimpulan: Hubungan signifikan antara PMS dengan regulasi emosi ini menegaskan pentingnya intervensi keperawatan promotif pada regulasi emosi remaja awal.