Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hak Waris Anak Yatim Dalam Perspektif Hifz al-Mal Terhadap Sengketa Kewarisan Dengan Kerabat (Asabah) Muhammad Maksum Ali
MASADIR: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/masadir.v6i01.1933

Abstract

This study examines the protection of inheritance rights of orphaned children within Islamic inheritance law through the perspective of hifz al-m?l as a key principle of maq??id al-syar?‘ah. Inheritance disputes frequently arise in practice despite clear legal provisions, often resulting in injustice toward vulnerable parties. Orphaned children are among the most disadvantaged, even though they hold a primary legal status as heirs due to their direct lineage (nasab). However, their limited legal capacity and social vulnerability often expose them to marginalization and exploitation, particularly in disputes involving extended relatives categorized as ‘asabah. This research employs a normative juridical approach through library research, utilizing primary sources such as the Qur’an, Hadith, and the Compilation of Islamic Law, as well as relevant scholarly literature. The findings indicate that orphaned children occupy a prioritized and legally protected position as heirs that cannot be overridden by other relatives whose rights are conditional. Nevertheless, their inability to manage property independently necessitates the implementation of guardianship (wil?yah) as a mechanism to safeguard and administer their inheritance. From the perspective of hifz al-m?l, protection extends beyond preserving assets to ensuring lawful ownership, fair distribution, and preventing unjust appropriation. The study concludes that safeguarding the inheritance rights of orphaned children represents a realization of hifz al-m?l, where inheritance law functions not only as a system of distribution but also as an instrument of justice that protects vulnerable members within the family structure.
Sosialisasi Pergaulan Bijak dalam Perspektif Hukum Islam bagi Remaja Muslim di SMAN 20 Surabaya Muhammad Maksum Ali; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Sirojuddin Abror
Jurnal DIMASTIK Vol. 4 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v4i2.15373

Abstract

Pergaulan remaja pada era modern menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi membawa dampak negatif terhadap perkembangan moral, sosial, maupun spiritual. Fenomena meningkatnya perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan menurunnya nilai-nilai akhlak di kalangan remaja menunjukkan pentingnya upaya edukasi yang mampu memberikan pemahaman tentangxbatasan-batasan pergaulan sesuai dengan ajaran Islam. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai konsep pergaulan bijak dalam perspektif hukum Islam kepada siswa SMAN 20 Surabaya serta meningkatkan kesadaran mereka dalam memilih lingkungan pergaulan yang positif. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang mengutamakanxketerlibatan aktif antara peneliti dan pihak sekolah dalam proses identifikasi masalah, pelaksanaan tindakan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta refleksi bersama yang melibatkan para siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa memberikan respons yang positif terhadap materi yang disampaikan serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan, meningkatkan keimanan dan akhlak, serta berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan bermoral.