Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dampak Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Sirojuddin Abror
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.160

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak pengaruh perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Teknik yang dipakai adalah kajian literatur dengan sumber data yang diperoleh dari sumber rujukan primer yaitu jurnal-jurnal, artikel, e-book, prosiding online dan sumber lain yang terkait dengan topik penelitian. Analisis data yaitu menggunakan analisis data deskriptif dengan mereduksi data, analisis serta sintesis keterkaitan dan juga interpretasi yang sesuai pada tujuan penelitian agar mendapat gambaran yang komprehensif tentang dampak pengaruh perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Temuan hasil analisis di atas adalah dampak yang dirasakan oleh anak akibat perceraian orang tua yang terjadi, memberikan gambaran bahwa peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting, terlebih hubungan batin antara mereka. Idealnya orang tua seharusnya dapat memenuhi atau mengelola kebutuhan dasar anak dengan sebaik mungkin agar berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara batin, rohani, kecerdasan maupun kehidupan sehari-hari yang berlangsung dengan ideal. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang tua memiliki peran yang lebih dari sekadar hadir di sekitar anak. Mereka berperan krusial dalam memotivasi anak untuk belajar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, terutama yang bercerai, untuk menyadari betapa signifikan kontribusi mereka dalam mendukung semangat belajar anak. Anak yang merupakan korban bercerainya orang tua mereka juga menunjukkan bahwa motivasi belajar rendah dikarenakan menurunnya prestasi belajar anak, mundurnya kemandirian belajar anak, kurangnya pemberian kasih sayang orang tua, kurangnya kepercayaan diri anak, rendahnya self-regulartion anak dan mudah emosi. Perceraian berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, karena di jenjang pertumbuhan mereka ini masih begitu butuh akan perhatian, dukungan beserta kasih dari kedua orang tua mereka. Jika hal itu tidak bisa dipenuhi, maka dapat berdampak negatif pada anak, terutama pada aspek motivasi belajar, pribadi dan sosial anak.
Pengaruh Tingkat Pendapatan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Sirojuddin Abror; Mohammad Asifur Rohman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.929

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji berbagai studi yang mengeksplorasi hubungan antara kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua dengan prestasi belajar peserta didik. Metode yang diterapkan pada kajian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) melalui pengumpulan informasi secara sistematis dari berbagai referensi akademik yang berkaitan dengan topik penelitian, meliputi publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang terdaftar dalam pangkalan data seperti Google Scholar, Scopus, Sinta, dan repositori akademik sejenis. Analisis komprehensif dilaksanakan terhadap sebelas studi dengan cara mengkaji metodologi penelitian, hasil-hasil pokok, keseragaman temuan, dan variasi pendekatan yang diterapkan dalam riset-riset terdahulu. Hasil kajian mengindikasikan bahwa sebagian besar studi yang mengeksplorasi hubungan kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua dan prestasi belajar menunjukkan adanya korelasi positif yang bermakna secara statistik. Hanya sejumlah kecil penelitian yang melaporkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat dirumuskan bahwa kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua menjadi determinan penting dalam mendukung prestasi belajar, sebab mampu memberikan kontribusi positif terhadap performa belajar peserta didik.
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sirojuddin Abror; Sayyid Qutub Nabillah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4468

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. PBL sebagai pendekatan pembelajaran inovatif menempatkan siswa dalam situasi yang menantang melalui pemecahan masalah nyata, sehingga mendorong mereka untuk aktif berpikir, berkolaborasi, dan mengambil keputusan secara logis. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan lima belas artikel penelitian terdahulu melalui platform Google Scholar pada kurun waktu2021 hingga 2024. Seluruh artikel dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola penerapan, efektivitas, serta faktor pendukung dan penghambat keberhasilan PBL dalam konteks pembelajaran yang berbeda-beda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis PBL. Meskipun demikian, terdapat satu studi yang menyatakan bahwa penerapan PBL tidak memberikan dampak positif yang berarti. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan PBL sangat dipengaruhi oleh variabel kontekstual, seperti kesesuaian materi pelajaran, kesiapan pendidik, karakteristik peserta didik, serta strategi implementasi yang digunakan di kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL merupakan alternatif strategi pembelajaran yang potensial dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh, selama didukung oleh perencanaan dan pelaksanaan yang matang
Pelatihan Da’i Cilik Untuk Membentuk Karakter Islami Bagi Santri TPQ Al-Hidayah Mojokerto Heri Sugiantoro; Sirojuddin Abror
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Oktober-Nopember
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i3.75

Abstract

Pelatihan Da,I cilik adalah agenda yang memberikan pengalaman pembelajaran sejak dini yang bertujian untuk Syi,ar Agama Islam. Syi,ar Agama atau dakwah bagi setiap orang yang beragama islam merupakan hal yang penting untuk dilakukan dan juga dipahami. Proses pelatihan ini membutuhkan pemilihan anak usia dini yang memiliki kemampuan dalam segi komunikasi, yang tujuan dari agenda ini adalah sebagai generasi penerus bagi perjuangan para ulama, terdahulu. Pelatihan ini berada di TPQ Al-Hidayah yang berada di desa Juritan kecamatan Prajurit Kulon kota Mojokerto. Pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Metode ini merupakan metode yang melibatkan pihak-pihak yang tertentu dalam mengkaji tindakan yang sedang dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Pelatihan ini dilakukan pada bulan Mei 2025 mulai tanggal 5 Mei sampai 29 Mei 2025. Pelatihan ini menggunaan metode sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Palatihan ini dilakukan agar santri bisa terjun dimasyarakat kelak ketika sudah dewasa dan menjadikan anak-anak lebih percaya diri berbicara didepan umum untuk melakukan dakwah.
Pendampingan Materi Islami Melalui Pondok Ramadhan di SMAN 20 Surabaya untuk Meningkatkan Pengetahuan Keagamaan, Kesadaran Moral, Serta Pembentukan Karakter Islami pada Remaja : Pengabdian Nunuk Lutfiyah; Eli Masnawati; Sirojuddin Abror; Muhammad Catur Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6694

Abstract

Umat Islam diwajibkan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, agar ibadah yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik dan sempurna. Guna membina keragaman latar belakang agama siswa, SMAN 20 Surabaya menggelar Pondok Ramadhan bekerja sama dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sunan Giri Surabaya.Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman keislaman serta membentuk karakter moral Islami pada siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan observasi, koordinasi, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Program Pondok Ramadhan dilaksanakan pada tanggal 23–26 Februari 2026 dengan peserta sejumlah 300 siswa dan siswi dari kelas X–XII. Kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah serta tadarus Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Islami yang meliputi “Remaja Berkarakter Islami: Cerdas, Santun, Berprestasi” dan “Ancaman Anak Muda di Masa Mendatang”. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta ice breaking untuk meningkatkan antusias para peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Pondok Ramadan mampu meningkatkan pengetahuan keagamaan siswa serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya karakter moral Islami dan kesiapan menghadapi ancaman dan tantangan di masa depan.
Pendampingan Spiritual Ramadhan Dalam Meningkatkan Iman Dan Akhlak Remaja Di SMAN 20 Surabaya Ismy Izzah An-Nafsiyah; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Sirojuddin Abror; Mirza Elmy Safira; Eli Masnawati
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan akhlak remaja melalui program pendampingan spiritual Ramadhan di SMAN 20 Surabaya. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan moral remaja akibat pengaruh globalisasi, media sosial, dan perubahan pola pergaulan yang berdampak pada menurunnya kesadaran spiritual serta perilaku moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi potensi, kekuatan, peluang, dan hambatan dalam pelaksanaan program. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi keagamaan, diskusi interaktif, refleksi spiritual, serta praktik ibadah selama bulan Ramadhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keagamaan, kesadaran spiritual, dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pelatihan. Selain itu, program ini turut memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius dan penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendampingan spiritual Ramadhan dapat menjadi strategi yang efektif dalam membina generasi muda yang beriman, berakhlak, dan memiliki kesadaran moral yang baik.
Pendampingan Remaja Muslim dalam Membangun Pergaulan Sehat Perspektif Hukum Islam di SMAN 20 Surabaya chilyatun Nafis; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Sirojuddin Abror; Mirza Elmy Safira; Eli Masnawati
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v5i1.4683

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi serta interaksi sosial remaja. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan, seperti menurunnya etika komunikasi, lemahnya kontrol diri, dan kecenderungan perilaku sosial yang menjauh dari nilai-nilai keislaman. Oleh sebab itu, diperlukan pendampingan yang dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pergaulan sehat berdasarkan perspektif Hukum Islam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesadaran siswa terkait etika pergaulan Islami serta pentingnya menjaga perilaku sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 20 Surabaya pada 23–26 Februari 2026 dalam rangkaian Pondok Ramadan. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, analisis kasus, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan partisipasi yang baik. Selain itu, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai etika pergaulan, pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta penerapan prinsip Hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam mendorong terbentuknya perilaku sosial remaja yang lebih positif dan harmonis.