Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Penyesuaian Diri Remaja di Sentra Efata Kupang Jems Rikardo Leo; Mernon Yerlinda Carlista Mage; Shela Ch. Pello; Dian L. Anakaka
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i7.557

Abstract

Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu dalam menyesuaikan kebutuhan, perasaan, dan perilakunya dengan tuntutan lingkungan untuk mencapai keseimbangan psikologis dan sosial. Remaja yang tinggal di Sentra Efata Kupang atau sentra rehabilitasi menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyesuaian diri, seperti perubahan lingkungan, aturan hidup bersama, keterbatasan dukungan keluarga, serta tuntutan untuk membangun hubungan sosial yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran penyesuaian diri remaja di Sentra Efata Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah empat orang remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri remaja di Sentra Efata Kupang tergambar dalam empat tema utama, yaitu penyesuaian emosional, hubungan sosial, tanggung jawab, dan pengembangan diri. Pada aspek penyesuaian emosional, partisipan menunjukkan kemampuan yang beragam dalam mengelola emosi, menerima kritik, dan merespon lingkungan sosial. Pada aspek hubungan sosial, partisipan mampu membangun hubungan positif, menghadapi perbedaan pendapat, serta mempertahankan relasi dengan teman sebaya. Pada aspek tanggung jawab, partisipan menunjukkan kemampuan menjalankan tugas, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. Sementara itu, pada aspek pengembangan diri, partisipan memiliki motivasi untuk belajar, mengatasi masalah, mengelola waktu, dan merencanakan masa depan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di Sentra Efata Kupang telah mampu melakukan penyesuaian diri secara cukup baik meskipun masih menghadapi berbagai hambatan emosional dan sosial. Dukungan lingkungan, hubungan pertemanan, serta motivasi pribadi menjadi faktor penting yang mendukung proses penyesuaian diri mereka.
Hubungan Kecanduan Smartphone dan Hasil Belajar Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar di Kota Kupang Asni Bessie; Pasifikus Ch. Wijaya; Dian L. Anakaka; Indra Y. Kiling
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i7.558

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dasar. Meskipun smartphone memberikan berbagai manfaat dalam akses informasi dan pembelajaran, penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang dapat memengaruhi aktivitas akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecanduan smartphone pada siswa kelas VI sekolah dasar di Kota Kupang serta menganalisis hubungan antara kecanduan smartphone dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 140 siswa kelas VI yang berasal dari dua sekolah dasar di Kota Kupang. Data kecanduan smartphone dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai mata pelajaran Matematika. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kecanduan smartphone sedang (32,14%), diikuti kategori tinggi (27,14%), rendah (19,29%), sangat tinggi (12,86%), dan sangat rendah (8,57%). Uji korelasi Spearman Rank menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,069 dengan nilai signifikansi 0,416 (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan hasil belajar siswa kelas VI sekolah dasar di Kota Kupang. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hasil belajar siswa lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti motivasi belajar, dukungan keluarga, kemampuan akademik, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dampak penggunaan smartphone pada siswa sekolah dasar di era digital.
Music Performance Anxiety (MPA) pada Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Richad A. Rihi; Yeni Damayanti; Dian L. Anakaka
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i3.2300

Abstract

Music Performance Anxiety (MPA) is a form of anxiety experienced when individuals perform their musical abilities in front of an audience. This condition may affect performance quality, concentration, and musicians’ psychological well-being. This study aimed to describe the level of Music Performance Anxiety among students of Nusa Cendana University who had experience in musical performance activities. A quantitative approach with a descriptive design was employed. A total of 96 students were recruited using a convenience sampling technique. Data were collected using the Music Performance Anxiety Scale, consisting of 15 items covering somatic and cognitive symptoms, performance context, and performance evaluation. Data were analyzed using descriptive statistics through univariate analysis. The results revealed that 53.1% of respondents were categorized as having high Music Performance Anxiety, while 46.9% were categorized as moderate, with no respondents in the low category. The mean score of 2.53 and a standard deviation of 0.502 indicate a relatively high tendency of performance anxiety among the participants. These findings suggest that student musicians remain vulnerable to psychological pressure in performance settings and highlight the importance of emotional regulation and anxiety management strategies in musical performance contexts.
Gambaran Perilaku Judi Online pada Dewasa Awal di Kelurahan Alak Kota Kupang Juan Valentino Bey; Dian L. Anakaka; Marleny P. Panis
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i3.2302

Abstract

The rapid development of digital technology has increased public access to online gambling platforms, creating various psychological and social challenges, particularly among early adults. This study aimed to explore online gambling behavior among early adults in Alak Village, Kupang City. A qualitative approach with a descriptive design was employed. Three early adult participants who were actively involved in online gambling activities were selected purposively based on the study criteria. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Thematic Analysis. The findings revealed three major themes: the initial process of involvement in online gambling, patterns of gambling engagement, and emotional experiences during gambling activities. Initial involvement was influenced by social environments, attraction to others’ gambling winnings, and feelings of boredom and stress. All participants remained actively involved in online gambling, with online slot games being the most frequently played form. Furthermore, gambling wins generated positive emotional experiences that reinforced continued participation, whereas losses resulted in stress, disappointment, and psychological distress. These findings indicate that online gambling behavior is a multidimensional phenomenon shaped by the interaction of social, emotional, and cognitive factors.
Kesejahteraan Psikologis Ibu Yang Bekerja Dalam Profesi Keperawatan Jufeminenty Rubalexeoni Asbanu; Dian L. Anakaka
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5923

Abstract

Ibu yang mengambil keputusan untuk menjalankan peran ganda dengan bekerja sebagai perawat merupakan sebuah hal baik serta berdampak positif untuk dirinya, keluarga serta tempat bekerja. Namun kenyataannya tuntutan akibat peran ganda yang dijalankan menimbulkan konflik, baik dalam keluarga maupun pekerjaan. Konflik akibat peran ganda tersebut terkait dengan pembagian waktu yang tidak seimbang, tekanan dari salah satu peran, serta perilaku yang ditampilkan. Adanya konflik ini menunjukkan bahwa keseimbangan antar peran belum diterapkan dengan baik sehingga salah satu tanggung jawab terabaikan. Hal ini juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis individu sebagai ibu bekerja, dengan peran lain sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui psychological well being pada ibu bekerja yang berprofesi sebagai perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Responden dalam penelitian ini sebanyak 165 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan skala siap pakai yakni skala psychological well being. Berdasarkan hasil analisis, data menunjukkan bahwa secara umum psychological well being pada ibu bekerja yang berprofesi sebagai perawat berada pada kategori sedang (83.64%).