Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cultivating Resilience: Revitalizing the Gayam Tree Ecosystem as a Green Belt for Landslide Mitigation I Wayan Suwendra; I Wayan Karyasa; Putu Indah Rahmawati; I Nyoman Laba Jayanta; Gede Hendri Ari Susila; I Luh Meiyana Aris Susanti
International Journal of Community Service Learning Vol. 10 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v10i1.108289

Abstract

Landslide-prone hilly areas become increasingly vulnerable when slope vegetation degradation is not balanced with strengthening community capacity in environmentally based disaster mitigation. This community service program revitalizes the green belt through the Gayam Tree Ecosystem (GTE) concept as a non-structural disaster-mitigation strategy, and strengthens community capacity in Pegayaman Village, Buleleng. The Participatory Action Research (PAR) approach was implemented with the Kumpi Bukit Tourism Group (Pokdarwis) to collaboratively design, implement, and evaluate interventions. The initial implementation phase involved planting 168 gayam trees, with a survival rate of ±90%, in a hilly landscape of ±1,584 ha. Strengthening governance was supported by SIM-Gayam (≥300 geo-tagging points) for spatial monitoring, as well as 12 route signs along two trekking routes (10 km and 5 km) to support conservation education. The involvement of 50 participants demonstrated a shift from ceremonial participation to community ownership through data-driven maintenance and reporting practices. Initial results confirm the complementarity of local vegetation and social capacity within an eco-DRR framework and provide a baseline for longitudinal evaluation toward the 5,000-tree target. These findings offer a model for replicating community-based mitigation for at-risk hillside villages in North Bali.
Peran E-Ticketing dan Portal Pacung Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Spiritual Ponjok Batu dan Minuman Tradisional Arak Pacung Gede Hendri Ari Susila; I Wayan Suwendra; I Gede Yoga Permana; Putu Kerti Nitiasih; I Putu Gede Parma; I Nyoman Laba
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i2.87470

Abstract

Permasalahan pada Pokdarwis Purwa Hita yang beranggotakan 41 orang terletak pada aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen dalam pengelolaan wisata spiritual melukat, yoga/ meditasi, dan konservasi terumpu karang. Sedangkan Permasalahan pada Karang Taruna dengan 25 anggotanya terletak pada aspek manajemen dan pemasaran public speaking, branding, dan penggunaan sistem digital. Sehingga tujuan program Kosabangsa ini terletak pada upaya menumbuhkembangkan SDM dan SDA yang ada. Metode pelaksanaan dirancang dengan memperhatikan permasalahan yang dihadapi mitra, teknologi yang relevan, dan kemampuan mitra. Adapun metode pelaksanaan dimasing-masing mitra  meliputi: tahap sosialisasi, pelatihan dan diskusi, penerapan Iptek, pendampingan, monitoring, dan evaluasi, dan keberlanjutan program kosabangsa. Hasil yang diperoleh dalam  pengabdian ini, pertama mitra Pokdarwis Purwa Hita berhasil mengembangkan sistem eticketing yang mampu mensingkronisasi wisata spiritual melukat, yoga meditasi, dan konservasi terumbu karang. Kedua pemetaan potensi posisi terumbu karang mampu diwujudkan; Ketiga keberadaan sampah yadnya mampu diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan pada mitra Karang Taruna Dharma Karya berhasil mewujudkan; Pertama, pemetaan pohon lontar; Kedua, pembuatan label branding minuman tradisional arak Pacung; Ketiga, membantu meningkatkan SDM mitra dalam pengelolaan administrasi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan e-ticketing dan portal pacung mampu mensikronisasi obyek wisata wisata spiritual melukat, yoga/ meditasi, konservasi terumpu karang, dan pengelolaan arak pacung.