dika angga setyawan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between the Level Of Knowledge and Attitude with the Practice Of Implementing Occupational Safety and Health (K3) among Mechanical Engineering Students dika angga setyawan; Rezania Asyfiradayati
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/9fmr5x96

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) education is essential in vocational schools, as practical activities carry a potential risk of workplace accidents. A health promotion approach emphasizes improving knowledge, fostering positive attitudes, and establishing safe behavior through education, strengthening safety culture, and creating a supportive learning environment from the early stages of education. Health promotion efforts in schools are expected to develop sustainable occupational safety behavior among students. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes with the practice of OSH implementation among Mechanical Engineering students at SMK N 1 Sawit Boyolali. This research is a quantitative study with an analytical approach using a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires measuring knowledge, attitudes, and OSH practices. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. The results showed that most students had a high level of OSH knowledge (70.0%) and positive attitudes toward OSH (67.2%). Knowledge was not significantly related to OSH practice (r = 0.139; p = 0.064), indicating a very weak correlation. In contrast, attitudes had a significant but very weak relationship with OSH practice. These findings indicate that good knowledge does not necessarily translate into consistent safety behavior, while positive attitudes tend to support safer practices, although they are influenced by other factors such as the practice environment, supervision, and availability of safety facilities. In conclusion, strengthening practical OSH learning based on health promotion, improving supervision, and providing supportive school environments are necessary to enhance the consistency of OSH implementation among students. Further research is needed to examine other factors influencing occupational safety behavior.
Edukasi Kesehatan melalui Game Board "TangSi (Tangga Tensi)" sebagai Inovasi Peningkatan Pengetahuan Hipertensi bagi Masyarakat Desa Karanganyar Reggina Ayu Amdarmaputri; Levina Dessy Rahmawati; Farah Alifa Nur Shabrina; Siska Dwi Jayanti; Linda Antika Nilam Cahya; Dika Angga Setyawan; Asna Apriliya; Farida Apriliani; Fitria Sandra Pratiwi; A Almira; Nisrina Nur Farestiana; Lutfia Imroatu Sholicha; Tri Ismiati; Windi Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular seperti hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo (2024), terdapat 266.043 penderita hipertensi, dengan 17.316 kasus berada di Kecamatan Weru. Hasil analisis situasi di Dusun IV, Desa Karanganyar, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kebiasaan kurang menjaga pola makan, jarang memeriksa tekanan darah, serta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pencegahan hipertensi. Kondisi ini menandakan perlunya kegiatan edukatif yang menarik dan mudah dipahami masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan mengenai hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03/RW 07 Dusun IV, Desa Karanganyar, dengan sasaran 28 peserta dari kelompok ibu-ibu. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 60,0 pada pre-test menjadi 83,0 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media TangSi efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Simpulan: Edukasi berbasis permainan papan TangSi (Tangga Tensi) terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Metode edukasi interaktif ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam kegiatan promosi kesehatan di tingkat komunitas, khususnya pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.