Marlinda Irwanti Poernomo
Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Tao Of Communication: Kognisi baru membangun Komunikasi yang Harmoni Aryadillah; Mirza Ronda; Ridzki Rinanto Sigit; Marlinda Irwanti Poernomo
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v7i1.12624

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mempercepat pertukaran pesan, namun tidak selalu meningkatkan kualitas pemahaman. Fenomena misinformasi, konflik digital, polarisasi sosial, serta kegagalan komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa persoalan komunikasi bukan semata persoalan transmisi pesan, melainkan persoalan relasi makna. Model komunikasi klasik Shannon & Weaver menekankan akurasi pengiriman pesan, sedangkan teori komunikasi transaksional menekankan pembentukan makna bersama. Namun kedua pendekatan tersebut masih menempatkan komunikasi sebagai aktivitas yang dapat dikendalikan oleh pelaku komunikasi. Adanya Dominasi yang lebih superior dari pengirim pesan membuka paradigma baru. Filsafat Tao menawarkan perspektif berbeda: realitas bukan dikendalikan, tetapi diseimbangkan. Tao memandang harmoni sebagai kondisi alami yang muncul ketika unsur-unsur tidak saling memaksakan diri. Jika diterapkan pada komunikasi, pemahaman tidak dihasilkan dari dominasi pesan, melainkan dari keselarasan relasional antara komunikator dan komunikan. Metode yang digunakan adalah studi Literatur. Jika Aristoteles melihat komunikasi sebagai seni persuasi, dan Jürgen Habermas melihatnya sebagai rasionalitas dialogis, maka Laozi, melalui Tao Komunikasi, menawarkan sesuatu yang belum pernah diformulasikan dalam teori komunikasi modern, yaitu Komunikasi sebagai seni menjaga keharmonisan makna dalam relasi secara bersama-sama.
Tao of Communication: Developing a Gender-Balanced Husband-Wife Communication Model at KUA North Tambun Aryadillah Aryadillah; Mirza Ronda; Ridzki Rinanto Sigit; Marlinda Irwanti Poernomo
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2490

Abstract

Communication between men and women is a social phenomenon closely linked to gender construction, culture, and existing value systems in society. Differences in mindset, language use, and conversation patterns between the two sexes often lead to communication imbalances that lead to interpersonal conflict, discrimination, domination, and even exploitative relationships. The paradigm of male communication dominance, which remains the social standard across various cultural levels, reinforces the emergence of subordinate relationships between husbands and wives. This situation contributes to increased domestic conflict, including divorce caused by poor communication, inability to resolve conflicts, domestic violence, infidelity, and incompatible values. This study used the R&D (Research and Development) method using Derek Rowntree's development model. Based on expert assessments, 86% of this product or model is suitable and effective for use. The Tao of Communication Model is expected to improve interpersonal relationships (especially between husbands and wives), reduce communication conflicts that lead to disputes and divorce, and reduce, or even reduce, the ever-increasing divorce rate.