Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, merupakan salah satu daerah dengan potensi usahatani padi yang cukup besar. Namun, petani padi di desa ini menghadapi keterbatasan akses permodalan, tingginya biaya sarana produksi (saprotan), serta lemahnya posisi tawar dalam pemasaran hasil panen. Kelembagaan seperti koperasi hadir sebagai solusi potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Tani BMT Barokah dalam meningkatkan produksi usahatani padi anggotanya di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani padi. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Bantul yang dipilih dalam program lumbung pangan nasional. Sampel ditentukan secara purposive, dengan jumlah 30 orang.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengukuran menggunakan skala rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran yang bervariasi pada beberapa aspek. Peran tertinggi ditunjukkan dalam penyediaan sarana produksi, dengan rincian penggunaan pupuk sebesar 94,76%, pestisida 95,19%, dan benih 81,09%. Dalam aspek permodalan, koperasi berperan sedang dengan persentase 48,16%, sedangkan pada aspek pemasaran hasil panen, koperasi berperan rendah dengan hanya 1,52% penggunaan jasa pemasaran oleh anggota. Sementara itu, peran koperasi dalam penyediaan jasa pengembangan belum berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Koperasi Tani BMT Barokah berperan dalam penyediaan sarana produksi, namun perlu peningkatan dalam aspek permodalan, pemasaran, dan pengembangan anggota secara berkelanjutan guna mendukung produksi petani secara maksimal.