p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Migasian
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Jelantah ke Cuci Tangan: Mendaur Ulang Minyak Goreng Bekas Ayam UMKM menjadi Sabun Cair Berbasis Komunitas di Jabodetabek Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Subandrio; Riskaviana Kurniawati; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.385

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari sekali dalam proses penggorengan makanan. Limbah minyak jelantah, menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang signifikan. Pembuangan sembarangan dapat mencemari tanah dan perairan, sementara penggunaan berulang berisiko terhadap kesehatan. Di sisi lain, akses terhadap produk kebersihan yang terjangkau tetap menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku sabun menawarkan solusi potensial berbasis ekonomi sirkular. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) memberdayakan mitra UMKM D’Besto dalam mengelola limbah jelantahnya secara bernilai ekonomis, (2) mentransfer teknologi sederhana pembuatan sabun cuci tangan cair kepada masyarakat sekitar, dan (3) meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah dan praktik hidup bersih. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan sabun cair melalui proses saponifikasi dingin dengan penambahan gliserin dan essential oil, serta evaluasi partisipatif melalui kuesioner dan observasi. Pelatihan berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif. Sabun cuci tangan cair yang dihasilkan memenuhi parameter fisik (viskositas, warna, bau) yang dapat diterima dan efektif sebagai pembersih. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% mengenai bahaya jelantah dan teknik daur ulangnya. Mitra UMKM menyepakati sistem pengumpulan jelantah berkelanjutan. Minyak jelantah dari UMKM pangan berpotensi diupcycle menjadi produk sabun cair yang bermanfaat secara efektif. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk kebersihan mandiri, mendorong ekonomi sirkular lokal, dan meningkatkan literasi lingkungan warga.
Empowerment of Mining Surrounding Communities: Local Capacity Building Strategy in Bantar Karet Village, Nanggung District, Bogor Regency Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Taat Tri Purwiyono; M. Taufiq Fathaddin; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.337

Abstract

Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan wilayah di sekitar area pertambangan emas yang rentan terhadap dampak negatif aktivitas penambangan ilegal, terutama pasca berakhirnya operasional Tambang Emas Pongkor. Kondisi ini memerlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lingkar tambang melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal non-tambang serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan keterampilan, dan konseling lingkungan yang melibatkan masyarakat serta aparat pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dampak pertambangan ilegal dan konsep pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini memperoleh respons sangat positif, dengan hasil angket menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mencapai 100%. Program PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di wilayah sekitar pertambangan serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.