Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Assessing land subsidence from anthropogenic activity in Northern Sumatra, Indonesia revealed using SAR interferometry Perdana, Redho Surya; Anggara, Ongky; Suhadha, Argo Galih; Pangestika, Dita Mulia; Atmojo, Aulia Try; Al Attar, Muhammad Nabil; Sonya, Putri; Alif, Satrio Muhammad
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.122.7235

Abstract

Land subsidence is a significant issue in urban areas globally, including several cities with a growing population in Northern Sumatra, Indonesia. This study employs Sentinel-1 SAR data and the Small Baseline Subset (SBAS) InSAR technique to monitor land subsidence in Medan, Deli Serdang, Dumai, North Aceh, and Lhokseumawe from 2015 to 2023. The SBAS algorithm was implemented in LiCSBAS with an unwrapped interferogram. Then corrected for atmospheric effects using GACOS, was employed to increase the results of the land subsidence. The analysis was enhanced using GRACE satellite data to assess the impact of groundwater depletion on subsidence. Results indicate significant subsidence across all study regions, particularly in Medan and Dumai, with rates ranging from -48.6 mm/year to +54.1 mm/year. The findings highlight the critical role of rapid urbanization, excessive groundwater extraction, and oil and gas exploration in driving subsidence. This study underscores the need for sustainable urban planning and aquifer management to mitigate future environmental and infrastructural risks.
Estimasi Slip Rate di Sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1 Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Simarmata, Jelita Rizki; Sitinjak, Elysabet
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.1-8

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi bencana gempa bumi di masa mendatang dikarenakan berada dalam jalur sesar Sumatera yaitu Sesar Semangko.  Potensi gempa bumi di zona sesar Semangko dapat diestimasi dengan menghitung slip rate sesar Semangko. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi slip rate sesar Semangko menggunakan data Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased Array L-band SAR (PALSAR 1) dengan rentang data 2007 hingga 2010. Data InSAR diestimasi menggunakan metode the small baseline subset (SBAS) InSAR time-series technique dengan menggunakan koreksi velocity dari stasiun GNSS. Hasil LOS velocity InSAR terkoreksi dengan velocity stasiun GNSS sebesar 2,97 mm/tahun sampai dengan 8,67 mm/tahun. Hasil estimasi slip rate sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1 sebesar 11,40 mm/tahun.
USING OF N-DIMENSIONAL EUCLIDEAN DISTANCE TO DETERMINE LOCATION WITH LACK OF HOSPITAL WITH HEALTH SOCIAL SECURITY AGENCY SERVICE Satrio Muhammad Alif; Mardiana Tri Lestari
GeoEco Vol 8, No 2 (2022): GeoEco July 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v8i2.54577

Abstract

Health Social Security Agency or Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) is a health to make people pays inexpensive price to get medical treatment. One of the shortcomings of BPJSK is regency of BPJSK card owner must be identical with the regency of target hospital. Lampung Province has varying location and uneven distribution of hospitals especially in regencies. This study aims to determine location with lack of hospital with BPJSK by using of n-dimensional Euclidean distance. The three-dimensional coordinate of 2098 sample points (SP) and 77 hospitals are the quantitative parameter used to calculate the distance. Every hospital and SP are assigned an identity number depending on the regency of each hospital and SP. Each SP pairs with its closest hospital. The SP with different identity is grouped. 32.1% of area of Lampung Province is the location with lack of hospital with BPJSK. The most prioritized regencies is Pringsewu Regency based on the distance and the population. Further research about spatial analyzing the exact location to build hospital with BPJSK service should be conducted.
Uji Signifikansi Stasiun GPS Kontinu dan Periodik dalam Identifikasi Pergerakan Koseismik Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Pratama, Andhika Wahyu; Hutabarat, Wendi Melvin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.89-95.2024

Abstract

Pengukuran pergerakan bumi dengan menggunakan sistem GPS telah menjadi bagian penting dalam pemahaman deformasi kerak bumi yang berkaitan dengan aktivitas seismik. Dalam penelitian ini dilakukan uji   signifikansi dari stasiun GPS yang beroperasi secara kontinu dan periodik dalam mengidentifikasi pergerakan koseismik gempa Pesisir Barat pada 10 Maret 2020 (M5,8)   dan gempa Bengkulu pada 19 Agustus 2020 (M6,8). Pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK yang bertujuan   untuk mendapatkan koordinat dan nilai pergeseran koseismik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata titik tidak menunjukan pergeseran secara signifikan baik dari data GPS kontinu maupun data GPS periodik. Terdapat satu titik pengamatan yang menunjukkan   pergeseran secara signifikan yaitu stasiun pengamatan PRKB yang menunjukkan   pergeseran sebesar ~2-3 mm. Uji signifikansi dipengaruhi oleh nilai pergeseran koseismik dan standar deviasinya yang dipengaruhi mekanisme gempa. Uji signifikansi dari pengamatan stasiun GPS menunjukkan   tidak terdapat perbedaan baik dari data GPS secara kontinu maupun GPS secara periodik pada uji signifikansi karena   gempa yang diamati relatif kecil sehingga menghasilkan pergeseran koseismik yang relatif kecil.
Analisis Deformasi di Lampung dan Selat Sunda Berdasarkan Data GNSS tahun 2018 hingga 2021 Anggara, Ongky; Rahadianto, Muhammad Ario Eko; Alif, Satrio Muhammad; Isnaini, Een Lujainatul
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 5 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.5.637-643.2024

Abstract

The Lampung Province and Sunda Strait have a seismic gap zone with the potential for major earthquakes in the future. This study analyzes the deformation occurring in this region using continuous Global Navigation Satellite System (GNSS) station data from Indonesia Continuously Operating Reference Station (InaCORS) and Sumatran GPS Array (SuGAr) from 2018 to 2021.5. The GNSS data was processed using the Bernese 5.2 scientific software, applying least squares for velocity changes and statistical tests to analyze significance. The data processing was carried out in two schemes: the first scheme covering 2018-2020, and the second covering 2019-2021. The results of the deformation analysis from 2018 to 2021, using two continuous GNSS data processing schemes, showed velocity changes relative to the Sundaland Plate ranging from ~2 mm/year to ~20 mm/year. In the eastern region of the Sumatra fault, the velocity changes were smaller, around ~5 mm/year, due to the minimal influence of tectonic activity. However, in the Sunda Strait region, the deformation was influenced by volcanic activity. The deformation occurring in Lampung Province and the Sunda Strait, based on GNSS velocity changes, significantly contributes to tectonic and volcanic activities.
PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI Nadzir, Zulfikar Adlan; Alif, Satrio Muhammad; Jayanti, Anita Eka
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah. Pengukuran gayaberat itu sendiri, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, juga memiliki ketelitian yang tidak cukup baik. Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi bernama altimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas. Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis misi, salah satunya adalah misi geodetik yang mellintasi Bumi dengan resolusi yang sangat baik dibanding dengan misi lainnya. Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.0 dan yang terbaru, v2.0. Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta sesuai amanat undang-undang. Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding. Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan remove-compute-restore (RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.31.1 dan beberapa data survey shipborne. Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju enomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai RMSE ~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan shipborne. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik. Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.