Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Tanti Diyah Rahmawati; Tika Septia; Vigih Hery Kristianto; Vinsensius Herianto Ndori
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.225

Abstract

Kehidupan sehari-hari sangat bergantung pada matematika (Tasar et al., 2018). Berdasarkan hasil wawancara siswa SMPN 1 Waigete, matematika sering dianggap oleh siswa sebagai mata pelajaran yang menantang dan membosankan. Untuk menjawab permasalahan dalam matematika, seseorang harus mampu berpikir kritis (Rahmawati et al., 2024). Model pembelajaran kooperatif metode make-a-match merupakan salah satu strategi pembelajaran matematika yang harus dikembangkan agar dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika dan mengidentifikasi hubungan yang bermakna dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran make a match iterhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VII di SMPN Waigete. Menggunakan metode penelitian kuantitaif dengan menguji hipotesis didapatkan hasil bahwa nilai t hitung yang diperoleh dari perhitungan uji-t adalah sebesar 2,52. Dengan derajat kebebasan (db) = 53 dan taraf signifikansi (α) = 0,05, maka nilai t tabel yang diperoleh dari tabel tersebut adalah 1,67. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil perbandingan antara t hitung dan t tabel, t hitung lebih besar dari t tabel. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran Make A Match mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Waigete.
Item Analysis of an Adaptive Assessment Question Bank in Maritime Vocational Education Tika Septia; Dirhamsyah; Tanti Diyah Rahmawati; Rezky Rahma Ruslan
CONSISTAN (Jurnal Tadris Matematika) Vol 4 No 01 (2026): Consistan : Jurnal Tadris Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/consistan.v4i01.2641

Abstract

Adaptive assessment systems depend on question banks whose difficulty rises in a credible way and whose items can distinguish learner performance. This study reports the design and validation of a 90-item question bank for adaptive learning in maritime mathematics at Politeknik Pelayaran Surabaya. The bank covered six STCW-aligned topics (speed-distance-time, ETA calculation, compass correction, great circle navigation, tidal height, altitude correction), arranged them across three progressive difficulty levels, and linked them to an AI-tutor system using a 2-up/2-down adaptive staircase algorithm. Validation had two parts. The maritime mathematics curriculum committee first conducted an expert pedagogical audit with a rubric covering curriculum alignment, difficulty progression, answer correctness, and linguistic clarity. Simulated pilot testing with synthetic learner profiles was then used to check whether the adaptive engine behaved as expected. In that audit, 15 of 90 items needed revision, mainly for clarity and difficulty calibration, while 75 were retained without modification. After revision, the bank still showed a balanced spread across topics and difficulty levels and maintained appropriate content validity. Simulation results likewise confirmed the intended pattern: difficulty shifted only after two consecutive correct or incorrect responses. For that reason, expert review paired with simulation offers a workable validation route for adaptive assessment systems in specialized vocational education contexts, especially when large-scale learner pilot testing is not yet feasible.
Assessing the role of the Automatic Identification System (AIS) in navigational safety: A case study of the General Cargo Vessel MV Guhi Mas Tanti Diyah Rahmawati; Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Tika Septia
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.122

Abstract

Shipping safety is fundamental to the maritime industry, and navigational systems are central to safe operations. In line with IMO/SOLAS requirements, the Automatic Identification System (AIS) supports collision avoidance, ship traffic services, navigational aids, search and rescue, and accident investigation. AIS continuously broadcasts a vessel’s identity, position, course, speed, and navigational status, enabling other ships and coastal stations to track targets and anticipate risk. Integrated with ECDIS, radar, and ARPA, AIS enhances situational awareness in meeting, crossing, and overtaking situations by providing parameters such as CPA (Closest Point of Approach) and ETA (Estimated Time of Arrival). This study analyzes the role of AIS in navigational safety on a general cargo vessel (MV Guhi Mas). The findings indicate that AIS is critical to safe navigation: it improves target identification around the vessel, facilitates real-time data exchange with VTS, strengthens decision-making on the bridge, and contributes to incident prevention and post-event analysis. Regulatory carriage requirements further underscore AIS as an essential instrument for reducing maritime accidents.   Keselamatan pelayaran merupakan fondasi industri maritim, dan sistem navigasi berperan sentral dalam operasi yang aman. Selaras dengan persyaratan IMO/SOLAS, Automatic Identification System (AIS) mendukung pencegahan tubrukan, layanan lalu lintas kapal, sarana bantu navigasi, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta investigasi kecelakaan. AIS menyiarkan secara kontinu identitas kapal, posisi, haluan, kecepatan, dan status navigasi, sehingga kapal lain dan stasiun pantai dapat melacak target dan mengantisipasi risiko. Terintegrasi dengan ECDIS, radar, dan ARPA, AIS meningkatkan kesadaran situasional pada situasi berhadapan, bersilangan, dan menyalip dengan menyediakan parameter seperti CPA (Closest Point of Approach) dan ETA (Estimated Time of Arrival). Studi ini menganalisis peran AIS dalam keselamatan navigasi pada kapal general cargo (MV Guhi Mas). Temuan menunjukkan bahwa AIS krusial bagi navigasi aman: meningkatkan identifikasi target di sekitar kapal, memfasilitasi pertukaran data waktu nyata dengan VTS, memperkuat pengambilan keputusan di anjungan, serta berkontribusi pada pencegahan insiden dan analisis pascakejadian. Persyaratan pemasangan wajib dalam regulasi semakin menegaskan AIS sebagai instrumen esensial untuk menurunkan kecelakaan maritim.
Keefektivan Desain LKT untuk Memahami Penentuan Luas WP dan TPC Menggunakan Aturan Simpson 1/3 Wulan Marlia Sandi; Vigih Hery Kristanto; Eka Nurmala Sari Agustina; Tanti Diyah Rahmawati
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i1.23164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektivan desain Lembar Kerja Taruna (LKT) dalam membantu taruna memahami perhitungan luas Waterplane (WP) dan Ton per Centimetre Immersion (TPC) menggunakan aturan Simpson 1/3. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih banyaknya taruna yang mengalami kesulitan menghubungkan konsep integral dengan data numerik dalam konteks perkapalan. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Pelayaran Surabaya dengan melibatkan 43 taruna Program Studi DIII Teknika dan DIV Teknik Rekayasa Permesinan Kapal (TRPK) sebagai subjek. Metode yang digunakan ialah kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan instrumen berupa catatan lapangan, kuesioner pendapat positif (KPP), dan tes kemampuan kognitif (TKK). Analisis kualitatif dilakukan melalui triangulasi data, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah berpusat pada taruna, dosen melaksanakan pembelajaran secara sistematis, dan aktivitas taruna relevan dengan tujuan pembelajaran. Sebanyak 100% taruna memberikan pendapat positif terhadap LKT, serta hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan kognitif setelah pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LKT yang dikembangkan efektif mendukung pemahaman taruna dalam penerapan aturan Simpson 1/3 pada perhitungan WP dan TPC.   This study aims to examine the effectiveness of the Cadet Worksheet (LKT) in helping cadets understand the calculation of the Waterplane (WP) area and Ton per Centimetre Immersion (TPC) using Simpson’s 1/3 rule. The main problem underlying this research is that many cadets still find it difficult to connect integral concepts with numerical data in the context of shipping. The research was conducted at the Surabaya Maritime Polytechnic involving cadets from the DIII Marine Engineering and DIV Ship Machinery Engineering Technology programs as subjects. The method employed was a combination of qualitative and quantitative approaches using instruments such as field notes, a positive opinion questionnaire (KPP), and cognitive ability tests (TKK). Qualitative analysis was carried out through data triangulation, while quantitative analysis used the Wilcoxon test since the data were not normally distributed. The results indicated that the learning process was student-centered, the lecturer implemented the lessons systematically, and cadet activities were relevant to the learning objectives. A total of 100% of cadets gave positive opinions regarding the LKT, and the Wilcoxon test results showed a significant improvement in cognitive ability after the learning process. Thus, it can be concluded that the developed LKT is effective in supporting cadets’ understanding of the application of Simpson’s 1/3 rule in calculating WP and TPC.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENELUSURAN INFORMASI ILMIAH Riana Setiowati; Tanti Diyah Rahmawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di Politeknik Pelayaran Surabaya. Namun, pada kenyataannya, para taruna masih menghadapi kendala dalam penguasaan kajian teori maupun pengaplikasian praktis. Sebagai solusi, penelitian ini menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang berpusat pada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan penelusuran informasi ilmiah pada mata kuliah Teknologi Informatika. Penelitian pengembangan ini mengadopsi metode Dick & Carey. Proses pengembangan melibatkan berbagai tahap uji coba, mulai dari validasi oleh ahli desain pembelajaran dan ahli materi, hingga uji coba langsung kepada Taruna Diploma III. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan Research and Development. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Uji rancangan mencapai persentase 80%, sementara uji desain memperoleh 85%. Pada tahap implementasi, uji coba perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar secara konsisten meraih skor antara 87% hingga 89%. Berdasarkan data tersebut, perangkat PBL ini dinyatakan sangat layak digunakan baik dari segi desain maupun isi.