Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Terapung Lok Baintan Ni Made Febrianti Eka Putri; Mohammad Rizky Rezaldi; M. Taufik Ridhani; Maria Margaretha Vicitta W. N. Sogen; Fallia Maylafaiza Azwarini; Sriwati Sriwati
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 13 No 1 (2025): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v13i1.11000

Abstract

Penggunaan QRIS di Pasar Terapung Lok Baintan dimulai pada tahun 2020. QRIS berfungsi sebagai standar kode QR nasional yang bertujuan untuk memfasilitasi pembayaran nontunai di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian meliputi pedagang, pembeli, dan informan lain yang dianggap dapat memberikan informasi akurat, dipilih melalui teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara untuk mengumpulkan seluruh sumber data. Hasil Penelitian menujukkan bahwa pedagang yang menggunakan QRIS merasakan manfaat seperti tidak perlu membawa uang tunai, mengurangi kerusakan uang, dan tidak perlu mencari uang kembalian. Namun, penerapan QRIS di Pasar Terapung Lok Baintan menghadapi beberapa kendala. Banyak pedagang tidak memiliki smartphone untuk mengecek saldo atau konfirmasi pembayaran, dan banyak KTP pedagang rusak sehingga menyulitkan pendaftaran QRIS. Ada juga kendala biaya admin yang tinggi dan masalah sinyal yang menghambat proses penerimaan uang. Sosialisasi mengenai penggunaan QRIS juga kurang, dan akses teknologi terbatas menjadi tantangan utama, membuat banyak pedagang dan pembeli lebih nyaman menggunakan uang tunai. Secara keseluruhan, penggunaan QRIS di Pasar Terapung Lok Baintan belum sepenuhnya efektif, menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur dan edukasi untuk mendukung transaksi yang lebih modern dan aman.
Makna Filosofis Patung Baluntang bagi Masyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Warukin Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Maria Margaretha Vicitta W. N. Sogen; Bambang Subiyakto; Sriwati Sriwati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3660

Abstract

Penelitian ini membahas makna filosofis Patung Baluntang bagi masyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Warukin, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Patung ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan penghormatan kepada leluhur. Melalui upacara Mambuntang, patung ini menguatkan hubungan sosial dan spiritual dalam komunitas. Namun, pelestariannya menghadapi banyak tantangan, seperti modernisasi, pengaruh budaya asing, dan penurunan pelaksanaan upacara tradisional akibat pergeseran agama. Selain itu, pencurian patung juga menjadi masalah, menyebabkan jumlah dan pemahaman masyarakat tentang maknanya berkurang. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan anggota masyarakat dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa untuk memastikan Patung Baluntang tetap ada, perlu ada partisipasi aktif dari generasi muda dan dukungan dari pemerintah desa. Dengan edukasi dan kegiatan budaya, generasi muda dapat diajak untuk memahami pentingnya warisan budaya ini, sehingga Patung Baluntang tetap relevan dan dihargai di tengah perkembangan zaman.