Perkembangan e-commerce di era digital telah meningkatkan aktivitas belanja online, khususnya di kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan marketplace. Kemudahan akses serta strategi promosi seperti diskon dan flash sale berpotensi memicu perilaku konsumtif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingginya paparan promosi digital yang diduga memengaruhi keputusan pembelian mahasiswa. Namun, penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada konsumen secara umum, sehingga terdapat kesenjangan dalam kajian yang secara spesifik meneliti mahasiswa sebagai kelompok dengan karakteristik konsumsi yang khas. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert kepada 118 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari mahasiswa aktif 2022-2024 yang pernah berbelanja online. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa item yang tidak valid dikeluarkan dan tidak digunakan dalam analisis reliabel maupun analisis lanjutan, serta data memengaruhi asumsi klasik. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa promosi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, dengan persamaan regresi Y = 117,796 – 0,767X, nilai t hitung sebesar -5,586 dan signifikansi 0,000 (<0,05), yang berarti semakin tinggi promosi yang diterima, maka semakin menurun perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa. Meskipun demikian, kontribusi variabel promosi tergolong tidak dominan, sehingga menunjukkan adanya keterbatasan penelitian karena belum memasukkan faktor lain yang turut memengaruhi perilaku konsumtif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa Pendidikan Ekonomi memiliki tingkat paparan promosi yang tinggi dengan perilaku konsumtif yang berada pada kategori sedang, serta promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa.